Cinta Sehari

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 11 February 2014

Renita berangkat pagi-pagi. Di pintu gerbang, Nampak mang Udin sedang menyapu halaman sekolah. Ia mengenakan kaos biru yang sudah kusam.
“pagi pak”, sapa Renita ramah. Mang Udin menjawab salamnya sembari tersenyum. Saat sedang asyik menyapu tak di sengaja tempat sampahnya kena tendang. Sehingga harus membersihkannya lagi. Renita berjalan terus meninggalkan mang Udin, memasuki halaman sekolah menelusuri koridor yang masih sepi. Terlihat bang Doni sedang mengepel di ujung koridor, karena terlalu banyak air bang Doni terpeleset. Renita tertawa.
“aduh neng, neng. Masa orang jatuh malah di tertawai. Mbok ya dibantu gitu”, eluh bang Doni. Renita pun membantu bang Doni.

Sekarang Renita menuju kelasnya. Nampak beberapa Zaky dan Adzil sedang ngobrol di pojok kelas. Sementara Rara membaca novel. Renita mendekatinya.
“hey, baru yah”, tanya Renita.
“iya nih. Novel keluaran terbaru Mrs. YYounieLindsey PELANGI TERAKHIR”, terang Rara dengan semangatnya.
“wah, kayaknya seru tuh. Boleh pinjem nggak”, tanya Renita.
“ntar kalau gue selesai bacanya”, jawab Rara. Bel pun berbunyi. Renita kembali ke bangkunya.

Sekarang ada praktikum di Lab. Kimia. Tanpa disangka, Dody salah seorang siswa salah mencampurkan zat kimia, sehingga membuat ledakan dan mengeluarkan api. Semua siswa sempat panik. Mereka berlari ke luar ruangan. Renita terkena sedikit percikan api tersebut. Saat api menyembur, Renita berada tak jauh dari Dody. Dody tak kena, karena saat meledak ia cepat-cepat berlari.

Renita di bawa ke UKS. Ia menderita luka bakar sedikit di lengan kirinya. Pada saat jam istirahat pertama, tepat jam sepuluh pagi. Ia di kejutkan oleh Aldo. Cowok itu tiba-tiba menyatakan cinta pada Renita. Antara senang dan bahagia bercampur aduk. Aldo menyatakannya di depan umum, ia membawa setangkai mawar dan boneka. Pucuk di cita ulam pun tiba. Ternyata sejak lama Renita juga memendam rasa kepada Aldo. Tanpa pikir panjang ia pun menerimanya.

Mereka jadian tepat pukul sepuluh sepuluh menit tanggal sepuluh, bulan sepuluh, tahun dua ribu sepuluh, tanggal yang sangat cantik dan tak akan pernah dilupakan dalam kehidupan Renita. Aldo mengajak Renita makan di kantin. Mereka pun bercerita tentang dirinya masing-masing. Mencoba saling mengenal lebih jauh lagi, dengan penuh canda. Bagi Renita ini seperti mimpi, ia bisa bersama dengan Aldo. Jam istirahat ke dua, Aldo menemuinya di kelas. Ia akan mengajak Renita untuk sekedar jalan-jalan sepulang sekolah nanti. Renita pun menyetujuinya.

Pukul dua lima belas, bel berbunyi. Aldo dan Renita pun pergi jalan-jalan. Aldo mengajak Renita berkeliling kota. Sekitar pukul tiga empat puluh lima menit sore. Aldo mengantar Renita pulang.
“Ren, makasih ya, atas semuanya”, ujar Aldo seraya tersenyum. Renita hanya tersenyum.
“ya udah aku masuk dulu ya”, pamit Renita.
“Ren, entah mengapa aku merasa kau akan jauh pergi meninggalkan aku”, ujar Aldo cemas.
“sudahlah Al, nggak ada yang bisa misahin kita”, jawab Renita menenangkan. Aldo mengelus rambut Renita. Ia kemudian memegang erat tangan Renita.
“udah sana, pulang. Nanti keburu malam loh”, titah Renita.
“kamu harus janji sama aku, apapun yang terjadi di antara kita kita akan bersama-sama selamanya. Kamu nggak boleh pergi dari aku. Dan aku tidak akan meninggalkan kamu”, ujar Aldo.
“ihh, kamu ini apa-apaan sih. Lebay banget”, kata Renita.
“aku serius”, ucap Aldo sungguh-sungguh. Seakan-akan mereka akan terpisah jauh.
“iya-iya. Aku nggak akan pernah ninggalin kamu janji. Lagian ya asam di gunung garam di laut akhirnya bertemu di belanga. Kalau memang sudah jodoh dimana saja pasti akan bertemu dan tak akan pernah terpisahkan”, terang Renita.

Aldo pun pulang. Dengan senang Renita memasuki rumahnya. Selang beberapa menit kemudian telepon rumahnya bordering. Renita gemetar saat mendengar apa yang di sampaikan oleh penelepon. Tubuhnya serasa mendidih, matanya panas. Kakinya serasa membeku, ALDO kecelakaan, dan nyawanya tak bisa di selamatkan lagi…
“Aldooo…!! Jangan pergi Aldo…!!! Jangan… jangannn…!!!”, teriak Renita. Ia terbangun dan untung itu semua hanya mimpi. Ia tersenyum lega. Renita cepat-cepat bangun, mandi dan berangkat sekolah.

Saat ia hendak memasuki gerbang sekolah ia bertemu dengan Mang Udin yang sedang menyapu memakai kaos biru yang sudah kusam, dan tak sengaja tempat sampahnya tumpah kena senggol. Renita pernah melihat kejadian itu, tapi dimana ya, ia lupa. Kemudian terus menyusuri koridor dan bertemu dengan bang Doni mengepel dan kepleset. Dan Renita sepertinya pernah melihatnya tapi ia lupa dimana.

Saat memasuki kelas, ia juga melihat Rara sedang membaca Novel barunya. Renita juga pernah melihat hal ini. Akhirnya ia teringat, bukankah ia mengalami ini di alam mimpi. Oh tidakk…!!! ini tidak boleh terjadi. Cepat-cepat ia melihat kalender. Oh… TUHAN…!!! Tidak. Sekarang tanggal 10-10-10. Berarti tepat pukul 10 lewat 10 menit Aldo akan menembaknya. Oh tidak… ini tidak boleh terjadi. Ya tidak boleh terjadi. Ia harus melakukan sesuatu sebelum mimpinya menjadi kenyataan…!

Cerpen Karangan: Yuni Maulina
Blog: yuni-maulina.blogspot.com
Facebook: yuni Lindsey

Cerpen Cinta Sehari merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rumah Tangga Adli Dan Adila

Oleh:
“Sayangku adila, aku mau hubungan kita lebih serius, kamu mau kan jadi istriku” kata mas adli dengan penuh harapan, “Aku aku juga sayang sama kamu mas, aku aku mau

The Slainetonia (Part 1)

Oleh:
Di sebuah dunia misterius terdapat kehidupan yang sama dengan dunia nyata. Ada salah satu tempat di dunia misterius itu yang terkenal baik dari perdagangan, militer, ekonomi, sumber daya, pariwisata

Detik Terakhir

Oleh:
“Niaaar!!!” seorang pria yang sedari tadi bertengger di atas motornya berteriak memanggil seseorang yang bernama Niar di luar pagar rumah seseorang. “Ivan? Kamu udah datang? Datang jam berapa?” baru

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Cinta Sehari”

  1. ahmad ainul yaqin says:

    cerpen nya lumayan bagus coba kamu bikin cerpen yang sangat bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *