Dan Seterusnya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 23 April 2018

Di sisi lain setelah aku mencintaimu, rasa takut mulai menaiki tahta. Aku bahagia namun resah bila sewaktu waktu kau tinggalkan. Ini adalah pernyataanku, pernyataan bahwa aku mulai bisa mencintai lagi. Terimakasih telah meluluhkan aku, terimakasih untuk menghidupkan rasaku lagi.

Ega nama panggillannya, pria tinggi berkumis tipis, berhalis tebal. Jangan bosan mendengar namanya, karena aku akan terus bercerita berulang ulang tentang dia. Dia yang aku takuti bila pergi. Darinya aku belajar banyak hal, dia mengajarkan, mengarahkan, dia adalah penggenggamku. Aku menyukai dia banyak hal, kecuali ketika dia menyerangku dengan cemburu. Karenanya aku menjadi pandai mencemburui dengan wajar, dan aku benci bila merasakan hal itu.

“Kamu kalau lagi jutek lucu, tapi lebih lucu kalau senyum” katanya.
“Kalau senyum terus aku gak bisa, pegel” jawabku. Dia hanya tersenyum mendengar itu.
“Mau ice cream?” Kutanya
“Enggak ah, gak enak. Dingin” jawabnya “tapi kalau kamu yang suapin, aku mau”.
“Boleh, tapi sama aku pasti dikasih banyak, harus dimakan ya hehe”.

Beberapa hal yang dia tidak sukai sering kali aku paksa dengan canda. Dia tidak suka makan ice cream, dingin katanya. Dan aku heran, kenapa yang dingin gak suka dingin?. Dia itu hangat padaku, setelah aku mengenalnya dengan dekat, dia memang nampak dingin, tapi setelah itu dia malah terasa hangat. Terlebih kata teman-temanku selalu bertanya “Via, kamu kan dingin terus pacarmu juga dingin, kalau dingin sama dingin pacaran gimana ya?”. Banyak yang bertanya seperti itu, ah mereka kan hanya tahu dari luarnya saja, tapi yang aku rasa ketika dekat dengannya aku nyaman.

“Ah, lebih baik aku kasih kopi saja. Biar hangat” usulku.
“Nah itu boleh, tapi kamu jangan. Kamu makan ice cream saja”.
“Kenapa gak boleh minum kopi?” Kutanya.
“Gak boleh aja. Gak boleh banyak-banyak, ganti sama coklat hangat ya kalau kamu”
“Sekali saja, bareng kamu. Setelah itu lain kali coklat hangat” kataku. Dia tersenyum.

Dia tidak bisa kau ibaratkan, dia begitu istimewa bagiku, terlebih ketika dia mulai tersenyum dan bersikap kesal karena sering kali aku bercanda seolah tak mau menuruti perkataannya. Ega, bertahan mencintaimu itu mudah. Namun yang sulit ketika kau bertahan dan beberapa orang menyerang ingin meruntuhkanmu. Dia selalu bisa menenangkan, hal yang paling ribet ketika dia mulai cemburu. Di satu sisi aku senang dia begitu, dan hal yang paling aku sukai ketika ia mulai cemburu. Namun di satu sisi juga aku selalu dibuat kesal karena perdebatan kecil, namun begitu aku selalu menikmati apa saja yang sedang terjadi.

Aku telah mencintaimu, kamu tak usah risau bagaimanapun nantinya, kamu sudah memiliki porsi tersendiri di hati, dan seterusnya tempat itu adalah milikmu, karena beberapa orang yang hadir telah memiliki tempat tersendiri. Dan seterusnya berusahalah untuk tidak jauh dariku. Aku merasa lelah bila harus beberapa kali mengulang hubungan dengan orang baru, beradaptasi dengan kebiasaan baru dan mulai mencintai lagi dari awal. Aku ingin kamu sekarang, menjalar hingga kedepan. Tugasmu mengatasi mereka, karena kau harus tahu, akan selalu ada orang yang jauh lebih segalanya dari aku, dan kau harus mengatasi hal itu.

“Kalau mereka bicara yang enggak enggak sama kamu, gak usah didenger ya” mintanya.
“Gak mungkin gak didenger, aku kan punya telinga. Cuma gak akan ditanggepin aja hehe”
“Iya begitu maksudku, mulai nyebelin nih”
“Gak papa nyebelin juga, yang penting pacar kamu” kujawab.
Dia tersenyum manis saja. Mungkin ini ujian untukku, ketika beberapa orang ingin meruntuhkan kepercayaanku kepadanya. Kalau ditanya cemburu, iya pasti aku cemburu. Apa lagi aku selalu diserang oleh masa lalunya, ya biasa mereka selalu memanas manasi hatiku dengan menceritakan masa lalu Ega dengan Niar, dan itu adalah serangan terhebat menurutku. Apapun tentang dia akan aku dengarkan kecuali masa lalunya. Memang benar, setiap manusia pasti memiliki masa lalunya bukan? Dan itu adalah kisah dulu tak perlu untuk dicemburui. Tapi aku wajar mencemburuinya, bagaimana tidak? Setelah aku berpacaran dengannya, Niar mengikuti sosial mediaku, entah dari mana juga dia mendapatkan pin BBMku. Dan yang aku tahu, Niar masih menyimpan rasa, dengan terang terangan dia mengatakan hal itu kepada saudaraku. Ah tapi itu haknya bila masih ingin mencintai Ega, aku tidak akan melarang ataupun marah, itu adalah haknya. Karena yang aku tahu, dia milikku, dia adalah kekasihku, tak peduli siapapun orang yang mencintainya, terpenting dia ada bersamaku.

“Kalau nanti kamu mau pergi, beri tahu aku dulu” katanya.
“Mau pergi ke mana memang?” kutanya
“Ya ke mana saja. Terutama untuk meninggalkanku, jangan menghilang tiba-tiba ya” katanya dengan manis.
“Aku ada bukan untuk berniat meninggalkanmu, aku hanya ingin terus bersamamu. Ah, bila nanti kita harus berpisah mungkin kita ditakdirkan hanya sampai situ. Tapi tenanglah, Tuhan adalah pembuat sekenario hidup terbaik” kujawab dengan tenang.
“Nah, selama itu, selama saat kau bersamaku, teruslah ada di dekatku. Kita hanya harus mencari jalan untuk tetap bersama, menjadi baiklah saat itu, saat-saat kau bersamaku” ucapnya. Aku tersenyum mendengar perkataan dia.

Dia adalah orang yang bisa menenangkan kerisauan, apapun perkataannya selalu bisa membuatku tenang. Aku tidak pernah lelah, sekalipun beberapa ucapan orang kerap kali ingin meruntuhkan hubunganku, karena dia pernah berkata “Dengarkan kata hatimu, terkadang apa yang dikatakan orang lain, itu hanya ingin membuatmu jatuh”. Aku rasa tidak salah menjatuhkan hati kepadanya, pada ia yang mau berjalan bersamaku, pada ia yang mau saling memperbaiki diri, pada ia yang tidak lelah menuntunku ke dalam hal yang wajar. Aku tidak keberatan bila Niar masih menginginkan Ega, aku pun tidak masalah bila Niar masih mencintainya, itu adalah hak dirinya, karena sebelum mencintaiku, dia terlebih dulu sempat mencintai Niar. Aku menghormati masa lalunya, meski masa lalunya masih mencintai dia. Aku pula bersyukur bila banyak orang yang menyayangi Ega. Karena Ega pernah berkata “Aku bersamamu sekarang, bukan bersama dia ataupun siapapun. Aku punya kamu sekarang, jangan pergi tiba-tiba. Aku mencintaimu”. Cukup perkataan dan tindakan dia yang membuatku tenang, aku tidak akan risau dengan masa lalunya. Dan teruslah seperti ini, hingga takdir habis membawa kita pada suatu ketentuan. Tenanglah, jangan risau. Ini akan menjadi sebuah sejarah, dan ingatlah aku pernah mencintaimu hingga sedalam ini. Dan seterusnya kau adalah apa yang selalu aku perjuangkan hingga nanti, hingga takdir kita habis. Dan seterusnya aku bersyukur sempat menemukanmu di bumi

Cerpen Karangan: Novia Fernanda
Facebook: Novia Sepersial Fernanda

Cerpen Dan Seterusnya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tanpa Kata

Oleh:
Hujan di sore itu, menggerus hati yang tenang, membangkitkan kenangan dalam awang-awang, menunjukkan sesuatu yang hilang. Di hari dimana aku berkumpul dengan mereka yang juga memiliki tujuan yang sama,

I Will Be

Oleh:
Sudah lebih dari seminggu dia tak menghubungi ku. Otak ini terus memikirkannya, memikirkan bagaimana keadaannya. ~There’s nothing I could say to you Nothing I could ever do to make

Kisah di Persimpangan

Oleh:
Di persimpangan. Dimana saya selalu berhenti mengendarai sepeda setelah berpuluh-puluh kilometer saya mengendarainya. Selalu di persimpangan. Dari sekian banyak tempat yang cukup bagus di kota ini saya lebih memilih

Sekarang Aku Kembalikan Jaketmu

Oleh:
Malam ini hujan deras mengguyur di kota Oase. Jika malam hujan terjadi di kota ini, maka kota ini bagaikan kota mati. Semua lampu mati di tengah derasnya hujan. Tak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *