Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Gadis Arah Jam Sebelas

Perut sudah mulai bereaksi mengeluarkan bunyi-bunyian. Otak juga sudah terespon dengan sangat jelas bahwa rasa lapar yang hebat menerpa. Kuraih tangan Fryan dan kulihat arlojinya sudah menunjukkan pukul 17.00. Situasi saat...

Senyuman Mamaku

Aku masih termenung mempertanyakan takdir hidup ku, Tuhan, mengapa aku begini bukankah aku masih terlalu kecil untuk mengetahui masalah keluargaku, usia ku baru 9 tahun dan belum siap untuk melihat ibuku menangis melihat...

Kenangan Saat Hujan

Saat ini hujan. Padahal tadi pagi cuaca benar-benar cerah. Tapi beberapa saat setelah bel pulang sekolah berbunyi, hujan langsung turun dengan derasnya. Seolah tengah menjebakku untuk tetap tinggal. Menjebakmu juga. Ya, kamu....

Satu Bintang Dalam Hati

Matahari kini mulai tenggelam malam kini mulai larut, seperti biasa aku berada dekat jendela kamarku dan aku selalu menanti hadirnya akan bintang. Aku menanti penuh harap. tapi, hari ini ku tak beruntung awan gelap menerpa...

Emakku Sayang Emakku Malang

Hatiku berdesir saat mendengar jeritan itu. Aku terpaku dan ternganga. Segera aku berpikir memutar otak untuk menemukan dari arah mana datangnya suara itu. Jerit tangis kian menjadi seakan memanggil seluruh orang yang berada...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply