Draco Malfoy & Hermione Granger

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fiksi Penggemar (Fanfiction), Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 1 January 2018

Jam sudah berdenting pukul 12 malam saatnya Hermione tidur. Tapi, isak tangis yang dialaminya berat sekali karena orang yang sangat dicintainya, Draco akan menikah besok pagi. Begitu juga Draco yang sangat sedih karena, mengapa dia harus menikahi wanita pilihan bibinya itu.
“apa ini? Apa yang kulakukan? Menikah dengannya? Hermione maafkan aku. Kumohon. Maafkan aku” Kata kata Draco sambil menangis. Akhirnya, mereka tidur.

Keesokan harinya, tepatnya di rumah Draco, pesta diselenggarakan. Akhirnya, pernikahan akan dimulai dan Hermione datang dengan menggunakan baju santai, dan masker yang sangat tebal serta kaca mata hitam. Draco yang melihatnya juga merasa aneh. Draco menemui Hermione di belakang pelaminan emas nan indah. “Hermione? Ada apa? Mengapa? Hermione, entah aku sangat-sangat sedih ingin mati dan…” kata kata Draco yang mengharukan dan tiba-tiba saja mulut Draco ditutup Hermione. Draco dan Hermione terus sedih.

Akhirnya Draco menarik tangan Hermione ke pelaminan dan teriak “halo semuanya! Aku minta perhatiannya.” teriak Draco. Dan akhirnya Draco menyatakan cinta, melamar dan menikahi Hermione di depan semua orang dan dengan restu ayah ibunya. “tidak peduli aku siapa, Hermione siapa dan yang penting adalah aku dan dia saling mencintai.” teriak Draco di depan semua orang. Dan mantan calon istri Draco saat ini, Astoria, juga senang karena ia juga bisa menikahi pria yang dicintainya. Hermione sedih terharu. Lalu mereka menikah hari itu juga dengan restu kedua orangtua Draco dan Hermione.

Sudah 1 tahun mereka menikah. Mereka sudah mempunya anak kembar laki-laki yaitu Harra dan Herro. Mereka sangat senang sekali. Pagi yang cerah dimana hari Minggu itu, Harra dan Herro berulangtahun. Yang pertama, seperti hari biasa, Hermione menyiapkan sarapan pagi untuk Draco di meja makan. “selamat pagi Draco.” kata Hermione. Mereka sarapan dan berbicara tentang ulangtahun Harra dan Herro. “Draco, bagaimana dengan anak-anak kita? Ulangtahunnya?” tanya Hermione. “baiklah. Kita akan melaksanakan ulangtahunnya di taman Methlico muggle.” jawab Draco.

Sedang asyik asyik bicara dan makan, Mione mual dan bermuntah-muntah dan langsung menuju ke kamar mandi. Tapi sama sekali tak ada makanan atau minuman yang dimuntahkan. Tapi, Draco hanya tersenyum lebar dan dia tahu apa yang dialami istrinya itu. Draco langsung membawa Mione ke rumah sakit muggle.

“tuan Malfoy, ada apa?” tanya sang dokter. “entahlah dia mungkin sakit cepat saja dok, tolong tangani” jawab Draco. lalu dokter memeriksanya dan mengatakan bahwa… “tuan Malfoy, selamat! Bahwa istri anda sedang mengandung.” kata sang dokter. Dan dalam hatinya, Draco mengatakan “sudah sangat kuduga”. Hermione senang dan sore hari mereka merayakan ulangtahun putranya.

7 bulan berlalu. Pagi yang cerah. Hari ini Mione ulangtahun. Tapi Hermione sedang betengkar dengan Draco. “Mione, sudahlah aku tahu. Nanti saja kita makan malam. Jangan repot-repot. Aku ada meeting penting hari ini.” kata Draco sambil marah dan langsung pergi ke kantor. Hermione hanya sedih dan menangis. Sedihnya pun tidak cepat berlalu. Malam hari Draco pulang dan melihat Mione sedih. Draco membuat kejutan dan membawakan kue ulangtahun untuk Mione. “Happy birthday to you Mione. Maaf Mione-ku aku sangat kasar padamu tadi pagi.” kata Draco. “Ya Draco-ku.” Jawab Hermione. Hermione hanya menangis terharu. “Tiup lilinya Mione. Hati-hati dengan calon bayiku.” perintah Draco. Mereka sekarang sangat hidup bahagia…

Selesai

Cerpen Karangan: Kintan Auliya
Facebook: Lilyanne Kintan Potter

Cerpen Draco Malfoy & Hermione Granger merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


November Rain

Oleh:
November sore selalu saja hujan, bahkan pada minggu kelabu ini. Langit seolah ikut menertawakan nasib-nasib yang tak beruntung. Sementara itu, di luar gereja, Annisa merapatkan lagi rompi tipis yang

Anata To Christmas Eve

Oleh:
TENG! TENG! TENG! Dentuman bunyi lonceng Gereja pun berdetak memecah heningnya malam. Menandakan bahwa malam sudah cukup larut. Namun, aku masih ingin berada di sini. Di tengah kesendirian dan

Langit Kosong

Oleh:
“Sinarnya tak mampu menerangi dunia layaknya mentari. Tapi bagi langit, bulanlah yang selalu menghangatkan malamnya yang dingin.” Ini sudah larut malam ketika Langit membereskan meja kerjanya. Kantor sudah lengang

Bloody White Rose

Oleh:
Ia masih disana, masih berdiri di tempat biasa, menjajakan setangakai bunga pada setiap orang yang lalu lalang dihadapannya. “Bunganya, Mas… Bunganya, Mbak… Lima belas ribu setangkai, untuk orang yang

A Few Minutes

Oleh:
Hujan siang ini masih menyisakan genangan air di sekitar jalanan. Hawa siang ini tak sehangat kemarin. Mungkin karena hujan tadi, hawa dingin lebih senang tinggal di sana setelah hujan.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *