Firasat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Penyesalan, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 24 June 2015

Pagi ini terasa sepi hanya tetesan embun dan semerbak udara pagi yang menyapa pagiku. Seakan semua kebahagianku terengut semenjak kejadian itu, kejadian yang membuatku ingin lari dari kenyataan.

Namaku sefia aku bekerja di salah satu perusahan bank swasta, mungkin tinggal hitungan minggu aku akan melepas masa pacaranku dengan sesorang bernama nino yang bekerja sebagai fotografer menjadi status pernikahan.

Kriinnnggg suara handphoneku berdering.. Setelah kulihat ternyta nino menelfonku
“hallo sayang”. Suara nino begitu nyaman didengar
“iya sayang ada apa?”
“15 menit aku jemput untuk kita ambil undangan pernikahan sekalian fitting baju..”
Dengan nada girang aku menjawabnya “siap calon suamiku, aku siap-siap dulu sayang, bye…”

Tidak ada 15 menit suara klakson mobil nino seakan sudah memberi tanda untuk aku segera turun, dengan bergegas aku lari menghampiri nino

Sesampainya di butik kami segera turun dan fitting baju masing-masing. Terdengar suara nino dengan nada bercandanya “ah.. Aku tidak cocok dengan baju ini terlalu ribet” dengan spotan sefia menjawab, “kamu selalu gitu tidak serius dengan pernikahan kita kalau memang tidak nyaman batalin saja pernikahan ini biar saja semua orang tau kalau kita batal nikah..”
Nino dengan kedewasaannya menenangkan sefia.. “sayang kamu tau aku kan memang orangnya gini suka bercanda” sefia menjawab “terserah…”
Setelah hening beberapa saat sefia mengajak untuk diantarkan pulang karena kebetulan sefia meminta cuti di perusahaannya 1 minggu untuk mempersiapkan pernikahannya.

Sesampai di rumah sefia langsung beristirahat di depan tv, tak beberapa lama sefia ketiduran dan bermimpi aneh nino membawanya di atas gedung dengan memakai baju putih nino mengatakan “sayang maaf ya aku tidak bisa mewujudkan mimpi kita untuk hidup bersama”

Ting tung ting tung.. Bel rumah sefia berbunyi yang memaksa sefia bangun dari mimpi buruknya
“iyaaa sebentar..” lalu sefia membuka pintu ternyta petugas komplek yang meminta iuran kebersihan segera sefia memberikan dan petugasnya permisi pergi

Sefia kembali duduk di depan tv sambil berfikir arti mimpi tersebut, dalam hatinya berkata “tuhan ada apa ini ada apa dengan nino?” sambil matanya tertuju melihat kalender yang mengarah ke tanggal pernikahannya yang kurang 5 hari lagi.

Malam ini nino janji untuk menemani sefia mencoba katering untuk resepsi pernikahannya.. Jam menunjukan pukul 19.00 tapi nino belum datang, akhirnya sefia mencicipi sendiri, ketika sefia asyik dengan makananya handphone sefia berdering kringgg… Ternyta nino menelfonnya “maaf sayang malam ini aku tidak bisa datang, pokoknya kamu pilih sendiri, aku yakin kok pilihan makananmu pasti enak.” tanpa menjawabnya sefia langsung menutup telfon nino karena kesal.

Sefia meninggalkan meja makan dan tidur. Sefia kembali bermimpi aneh itu kini nino memberinya sebuah kunci sambil tersenyum. Sefia hanya berkata “kunci apa ini sayang” nino hanya tersenyum dan mencium kening sefia, seketika sefia bangun kanget dalam hatinya berkata “tuhan ada apa ini, ada apa dengan nino?”

Seperti pagi biasanya nino menjemputuku untuk sarapan bareng di salah satu rumah makan langganan kami. Sambil menunggu makanan datang sefia browsing rumah dan matanya tertuju pada rumah minimalis, langsung dia mengatakan pada nino “sayang aku mau rumah kita seperti ini” dengan nada malas nino menjawabnya “he em” sambil sibuk dengan handponenya.. Sefia kesal dan cemeberut “sayang kamu sebenarnya niat nggak sih dengan pernikahan kita” nino lagi-lagi hanya menjawab “he em..” setelah mereka makan nino menghantarkan sefia pulang karena kebetulan nino ada tugas memotret model.. Di perjalanan sefia melihat toko bunga mawar lalu sefia meminta nino untuk berhenti.. Sefia turun nino pun ikut turun “sayang aku mau rumah kita kelak ditanami bunga mawar merah ini” tanpa nino berkomentar nino menggalkan sefia dengan meberitahukan bahwa dia harus berangkat kerja dan meminta sefia pulang naik taksi.

Sefia bingung dengan sikap nino yang seakan cuek dengan pernikahannya sampai-sampai sefia berfikiran kalau nino punya wanita lain, akhirnya sefia memutuskan untuk mengikuti nino. Dia langsung mengambil kunci mobil menyusul nino bekerja. Tiba-tiba di jalan sefia melihat mobil nino berhenti di salah satu rumah mewah, tak lama kemudian ada seorang cewek menghampiri mobil nino, betapa hancur perasaan sefia, di dalam mobil sefia hanya bisa menangis sambil terus mengikuti mobil nino. Mereka berhenti tepat di sebuah rumah minimalis yang dipenuhi bunga mawar merah. Sefia tidak kuat langsung meninggalkan mereka berdua.

Di rumah sefia hanya menangis dan berkata “tuhan kenapa nino jahat akankah pernikahanku gagal” lamunan sefia harus berkahir ketika nino datang. “kenapa sayang? Kamu sakit?” sefia hanya menjawab “ngak papa sayang, mungkin capek.” sefia berkata “kamu tidak akan menambahi apa-apa di pernikankan kita atau kamu punya usul apa gitu” nino hanya menjawab “aku percaya pilihan kamu sayang tapi ada satu yang belum” tiba-tiba nino mengambil cicin dari sakunya “ini sayang”, lalu nino mencoba memasangkan cicin di tangan sefia tanpa sengaja nino menjatuhkannya dan cincin itu jatuh.
Deeggg hati sefia tersentak “tuhan kenapa ini?” nino hanya mengucap “maaf sayang” dan mencoba mengambil cicinnya.. “sayang istrahat ya besok adalah acara pernikahan kita. Aku sayang kamu”

Hari yang ditunggu-tunggu tiba dengan didampingi kedua orangtua sefia kelihatan cantik mengenakan gaunnya dan nino pun kelihatan ganteng dengan jasnya… Nino kanget “sayang kamu cantik sempurna” dengan nada sadis sefia menjawabnya “maaf sayang aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini terlalu banyak rahasia yang kau sembunyikan” sefia lari dari acara itu, nino mengejarnya “sayang tunggu maksud kamu apa sefia” hanya berkata sambil lari “tidak ada pernikan sayang” tak lama kemudian terdengar suara praakkk… Sefia menengok ke belakang, nino sudah tergeletak karena tertabarak mobil, sefia menghampiri nino “sayang sayang bangun…”
Ternyata apa yang dikatakannya benar tidak ada pernikahan antara mereka berdua karena nino telah meninggalkan sefia untuk selamanya… Dan cewek yang ditemuni nino itu datang memberi kunci “ini yang dititipkan nino untukmu, aku dan nino hanya teman dari kecil dan kebetulan kami ketemu lagi ketika nino memotretku saat acara launching sekolah modelku, kamu salah paham justru apa yang kamu lihat saat nino menjemputku itu karena kebetulan nino menyuruhku untuk mencarikan rumah ini untukmu” sambil cewek yang bernama sisi itu menunjukan rumah tepat dimana dulu aku melihat nino berdiri dengan cewek ini, segera kubuka gerbang rumah tersebut dan betapa kangetnya halamanya ditanami bunga mawar ternyata apa yang aku minta nino penuhi dari rumah minimalis pekarangan bunga mawar, walapun dulu nino cuek dengan semua apa yang aku minta tanpa ku tau diam diam nino mempersiapkannya “tuhan aku menyesal dengan kebodohanku ini yang membuatku harus kehilangan orang yang aku cintai orang yang terbaik untukku, tuhan apa ini arti mimpi-mimpi itu aku benar–benar menyesal”
Sefia hanya bisa menyesali kebodohannya dan mengenang nino untuk selamanya… Ternyta maksud mimpi kunci itu nino memberikan kunci rumah dan pernikahan itu tidak akan ada tepat seperti apa yang nino katakan di mimpi sefia.

“jangan pernah meragukan cinta orang yang tulus mencintai kita karena pada dasarnya cinta itu tidak perlu diumbar cukup dengan kita diam dan memberikan yang terbaik untuk orang yang kita cintai sudah menjadi cukup berarti”

Cerpen Karangan: Anita Cahya Ningrum
Facebook: Facebook Anita Cahya Ningrum
namaku anita cahya ningrum sekarang umurku 22 tahun kebetulan aku baru saja menyelesaikan pendidikan sarjanaku di universitas swasta di solo.menulis adalah salah satu caraku mengisi kejenuhan.

Cerpen Firasat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Air Hujan Dan Tangisan Ku

Oleh:
Ku pandang langit yang tampak mendung, air hujan satu per satu jatuh membasahi wajahku. Aku masih berdiri di tempatku. Ku pejamkan mata ini tapi pikiranku terus berjalan, tiupan angin

Pengorbanan Cinta

Oleh:
Malam ini bulan bersinar terang diterangi beberapa cahaya bintang bertebaran dengan indahnya. Suara gemericik air dan dedaunan yang melambai membuat indahnya suasana di sepanjang pantai. Kami berdua berjalan ditemani

Anakku Bukan Anakku (Part 1)

Oleh:
Taburan bunga yang penuh warna di atas karpet merah, mengisi setiap lorong dan jalan menuju altar. Tempat duduk dan meja yang cantik dengan hiasan sepasang burung merpati bercat emas

Kau Yang Pertama Dan Terakhir

Oleh:
KRING!!! KRING!!! Suara alarm membangunkanku dari tidur nyenyak. “Hoahm..” aku pun menguap lalu melihat jam weker di samping tempat tidurku. “Apa?! Udah jam 06:15! Aku harus buru-buru berangkat sekolah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Firasat”

  1. Yanti says:

    Ceritanya mirip film omnibusnya acha septriasa.yang main acha sama rio dewanto.judulnya juga sama firasat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *