First And Last

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 4 November 2017

Hari ini sangat istimewa bagiku. Karena hari ini ulang tahunku yang ke 18, Aku merayakannya di rumahku dan mengundang teman-temanku.
Bagiku, ini semua adalah tanda terima kasihku pada tuhan yang masih memberiku umur panjang sampai sekarang. Setelah merayakannya Aku banyak mendapat hadiah.

Aku hanya seorang perempuan yang terlalu pendiam, namaku “DEAVY RAVENEMA ARCY” panggilanku “RAVERCY”.

Oh ya apa ada yang tau, hadiah siapa yang akan Aku buka lebih dahulu? Ya, hadiah dari orangtuaku. Sebuah handphone baru berwarna merah muda kesukaanku. Setelah itu aku membuka yang lain. Ternyata bagus semua hadiahnya. Tetapi, seseorang yang Aku tunggu ternyata tidak datang. Kecewa rasanya, tapi kenapa Aku memikirkannya? Dia bukan siapa-siapaku.

Pagi hari
Seperti biasa Aku ke sekolah agak buru-buru, hahaha ya memang seperti ini Aku.
Karena tidak melihat jalan akhirnya Aku menabrak seseorang.
“aduh, maaf ya nggak sengaja” ucapku.
“ngak masalah, maaf juga ya karena aku kemarin nggak bisa datang ke acara ulang tahunmu” ucapnya.
Aku pun terkejut, lalu Aku melihat k earahnya. Ternyata Dia “VERDO”. Ya Dia “VAREDO ANDRENIO” yang Aku tunggu kemarin malam.
“ya Ver, nggak apa-apa.”
“selamat ulang tahun ya, semoga panjang umur dan sehat selalu. Berbakti pada orangtua, tambah rajin belajarnya dan semoga tambah cantik”
“apa Ver? Tambah apa?”
“ehmm.. nggak ngak. Ini hadiah buat Kamu, jangan dibuang ya”
Aku menerimanya..
“makasih..”
“kalau gitu ayo masuk ke kelas, udah terlambat”
Lalu Aku dan Verdo pergi ke kelas..

Di kelas
“ehem..” goda temanku, April
“ciee, dapat hadiah.. dari siapa Ra?” tanya temanku satunya, Tesya
“kalau dari raut wajah bahagianya, sepertinya dari Verdo. Benar kan dugaanku?” kata April
“ah iya, Kamu benar banget. Makanya tadi waktu masuk kelas sama Verdo” tambah Tesya
“udahlah, kalian jangan godain Aku terus. Ya ini dari Verdo tapi ..”
“Tapi kenapa? Buka hadiahnya Ra,” kata Tesya
“baiklah..”

Aku membuka hadiah yang lumayan besar itu, ternyata..
“wah, boneka.. ada alroji juga. Romantis banget”
“eh ada suratnya..” kata April
“biar Aku saja yang baca,” kata Tesya
“jangan.. biar Ravercy saja yang baca.”
Lalu Aku membukanya dan mulai membacanya..

“you is the first and the last in my life.. I will be always for you.. this my promise, there believer..
I MISS YOU
My Dear”

“ciee.. bagus banget”
“wah, wah.. ternyata Verdo bisa romantis ya”
Aku hanya tersenyum..

Waktu istirahat
Hari ini Aku nggak selera makan, jadi lebih baik di kelas aja.
“ayo Ravercy, kita makan. Aku udah lapar” ajak Tesya
“Aku lagi nggak selera, kalian aja yang makan..”
“Kamu serius Ra?” kata April
“ya..”
“baiklah, nanti kalau Kamu berubah fikiran kita masih ada di katin. Kita duluan..”
Lalu temanku pergi..

Tiba-tiba Verdo menghampiriku..
“kenapa Kamu nggak ikut mereka?”
“Aku nggak selera makan Ver,”
“Kamu harus jaga kesehatanmu, jangan sampai telat makan.. kalau Kamu sakit gimana?”
“memangnya kenapa kalau Aku sakit. Biarkan saja”
“Aku nggak mau Kamu sakit..”
“apa alasannya?”
“karena…” Verdo terlihat bingung menjawabnya
“karena apa?”
“Aku nggak mau aja sampai kamu sakit”

Cerpen Karangan: Rizka Ayu Rachmawati
Facebook: Qpp Ayu Ayu

Cerpen First And Last merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kapan Bahagia Itu? Until You And I Meet

Oleh:
Aku mengenalnya di dunia maya, sosial media yang paling populer facebook. Gheo Prakarsa Putra, itulah namanya. Dia misterius karena jarang buat status, menurutku sih begitu. Yang kulakukan hanya membuka

Masihkah Kita Teman?

Oleh:
“Wah, luar biasa ya penampilan tadi, Souma!” kataku. “Yah, betul juga. Gak sia-sia latihan kita” balas Souma. Aku dan Souma adalah teman masa kecil, sejak kecil kami sering bersama,

Boarding Love On (Part 2)

Oleh:
Setelah jam pelajaran selesai kami berkumpul di taman sekolah untuk menceritakan kejadian yang terjadi sehari tadi di sekolah. Aku pun bercerita bersama Nisa sedangkan Via dan Novi pun juga

Yes I’am Dreaming

Oleh:
Kuseka air mataku yang terjun bebas begitu saja dari pelupuk mataku. Benar-benar menyedihkan, aku bahkan menangis dan selalu menangis karena satu hal. Karena pria itu, aku terlihat sangat menyedihkan.

Dukun

Oleh:
Aku mematung seperti kena tenung. Ku lihat perlahan jari tengahnya merapikan poni rambutmu, terus memutar ramah di lengkungan telinga kirimu sampai akhirnya keempat jari yang lain turut ambil bagian

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *