Happy Birthday

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 20 March 2015

Matahari menyapu tiap sudut kamar Ai. Memberikan kiasan cahaya yang menyilaukan. Gadis ini membuka kedua matanya, menyadari esok hari telah tiba. Dengan semangat, ia beranjak turun dari ranjangnya, mengambil laptop dan membuka Facebook.
“Happy… Birthday… I wish U all the best,” gadis ini tampak mengetik sesuatu di dinding salah satu teman Facebook-nya. Selesai mengetik, ia tersenyum puas, kemudian mematikan laptop dan mengembalikannya.
Ai mengambil handuk, kemudian memutuskan untuk mandi pagi.
Selesai mandi, Ai memilih seragam sekolah yang hendak ia kenakan. Sabtu, pramuka, batin Ai. Ia mengambil satu stel pakaian pramuka lengkap dengan ikat pinggang, kemudian mengenakannya.
Ai mengambil sebuah kerudung segi empat berwarna cokelat, kemudian mengenakannya. Ia becermin selama 10 menit, memantaskan diri.
“Hari ini istimewa,” gumam Ai. Tak henti-hentinya ia bersenandung kecil.
Ai mengenakan kaus kaki dan sepatu hitamnya, kemudian mengeluarkan sepeda merah mudanya dari garasi dan mengendarainya.

Kurang lebih 30 menit, Ai sampai di sekolah.
“Pagi, Lia.” Sapa Ai pada teman sekelasnya, Lia.
“Pagi, Ai. Hari yang cerah, bukan?” Tanya Lia.
“Iya, bagaimana kau bisa tahu?” Jawab sekaligus tanya Ai.
“Hal itu tercermin dari wajahmu. Benar, kau seperti sedang berbunga-bunga” ucap Lia. Gadis ini menyunggingkan senyum manis.
“Iya… Tentu saja, hari ini kan…” Belum selesai Ai berucap, Yola datang dan memotong ucapannya.
“Dia ulang tahun!” Seru Yola.
“Iya, betul, itu, La…” Timpal Lia.
“Oh, ya… Bagaimana tentang hadiah itu? Jadi kau berikan?” Tanya Yola.
“Aku belum tahu. Insya Allah jadi,” Ai tersenyum, kemudian meletakkan tasnya di kelas.
“Ai, seandainya jadi, bolehkah aku mengabadikannya dengan kamera?” Izin Yola.
“Tidak, aku tidak akan memberikannya secara langsung.” Jawab Ai.
“Melalui perantara?” Tebak Lia. Ai mengangguk.
“Tidak langsung? Mengapa?” Tanya Yola dengan wajah bingung.
“Resikonya sangat berat. Seperti… Ejekan, misalnya.” Jawab Ai.
“Tapi, kan, akan lebih berkesan jika kamu yang memberikan,” ucap Yola.
“Ya… Ya… Aku tahu. Sudahlah, jangan dibahas.” Ai mencoba tidak membahas hal itu.

Selama jam pelajaran berlangsung, Ai terus memikirkan soal hadiah itu. Apakah akan ia berikan, atau ia simpan? Tapi sia-sia saja ia membeli jika akhirnya tidak diberikan.
“Aku ingin memberikannya langsung. Tapi…” Gumam Ai. “Sudahlah, cuek saja. Masa bodoh dengan ejekan, yang penting berkesan,”

Akhirnya waktu pulang sekolah tiba. Siswa-siswi berhamburan keluar dari kelas mereka. Ai, ia berjalan menuju kelas 8F. Panggilan Lia dan Yola tak ia hiraukan.
“Permisi… Riki ada?” Tanya Ai di depan pintu kelas 8F.
“Ada.” Jawab orang yang Ai beri pertanyaan. “Masuk saja, dia sedang bermain laptop,”
“Laptop, seperti biasa,” gumam Ai. “Terima kasih,”
Ai memberanikan diri masuk ke dalam kelas 8F. Orang yang dicarinya ada di sana. Riki, ia sedang serius dengan laptopnya. Kehadiran Ai seperti tak disadarinya.
“Ri…” Panggil Ai lirih.
“Ya?” Jawab Riki. Tatapan matanya masih tertuju pada laptop.
“Hm…” Ai bingung harus berkata apa.
“Ada apa, Ai?” Riki menutup laptopnya, kemudian menatap Ai.
“Hm… Ini, happy birthday.” Ai menyerahkan hadiah yang ia simpan selama berbulan-bulan. Hanya untuk Riki.
“Untukku?” Tanya Riki. Ai mengangguk.
“Semoga kamu suka. Dah…” Pamit Ai.
Riki memandang kepergian Ai dengan wajah bingung. Ia membuka hadiah pemberian Ai. Sebuah jam tangan berwarna hitam.
“Ai, tunggu!” Riki keluar kelas kemudian mengejar Ai.
“Ada apa?” Tanya Ai.
“Terima kasih banyak,” ucap Riki.
“Ya… Sama-sama…” Ai tersenyum. “Sudah dulu, ya… Dah…”
Ai berjalan bersama kedua sahabatnya, Lia dan Yola. Sementara itu Riki masih tetap di tempatnya berdiri, tak bergeming.
Perlahan senyum tersungging di bibirnya.
“Tunggu hadiah balasanku, Ai.” Ucapnya kemudian. Riki kembali ke kelas, kemudian ia memutuskan untuk pulang.

Cerpen Karangan: Harum Dewi Alamsyah Putri
Facebook: Harum Dewi Alamsyah Putri

Cerpen Happy Birthday merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Buket Bunga

Oleh:
Bagaimana bisa kebohongan itu muncul lagi di dalam hidupku? Sesuatu yang bagiku adalah hal yang mengerikan. Hal yang tentu saja dapat mematahkan hatiku lagi. Dan terasa menyesakkan. Aku tahu

Pertemuan Yang Singkat

Oleh:
Pagi yang cerah, di saat aku terbangun karena sinar matahari yang menyilaukan mataku membuat tidurku terhenti. Aku pun segera mandi kemudian membereskan bajuku untuk segera ke sekolah. Pagi hari

Festival Sekolah (Part 2)

Oleh:
Setelah setengah jam berada di ruang UKS, Anya kembali ke ruang kelas. Anya melihat ruang kelasnya sudah cukup berbeda setengahnya. “Anya! Lu udah baikan?” Tanya temannya yang berkalung biji

Cinta Terpendam

Oleh:
Di malam yang dingin dan gelap sepi benakku melayang pada kisah cintaku, kisah cinta yang tak pernah ku tahu akhirnya. Ku sampaikan semua kegalauan hatiku lagu-lagu yang ku rasa

Ingkar

Oleh:
Pada suatu hari ada 3 orang sahabat yang selalu bersama dalam suka dan duka persahabatan mereka penuh dengan canda dan tawa. Pada waktu itu Deni berencana belajar kelompok bersama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *