Jakarta Macet Hatiku Ramai

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 27 November 2016

Senja Menyambut Kota Yang Indah Ini…
Dan Dia Bertanya Bagaimana Harimu…

Satu kalimat untuk kota ini. Gedung pencakar langit bertebaran dimana-mana. Aku awali hariku di kota Jakarta nan banyak polusi ini.

Rasanya Allina ingin berteriak saja.
Namun kali ini dia harus menahan lengkingan itu, setidaknya sampai dia berada di kost-nya sendiri. Membelah macetnya Jakarta sama saja menyusuri jalanan yang penuh lumpur.
Lambat.
Bisa dikatakan seperti itu.
Balik ke kenyataan, sudah hampir sejam Alluna menunggu kemacetan ibu kota, setelah capek bekerja hampir 8 jam ditambah kemacetan, pasti sangat melelahkan.
Siapa suruh Alluna bekerja dikawasan SCBD. Central dari semua gedung pencakar langit.

Persada Apit Tbk. Yaaaap, ini adalah hari pertama Allina bekerja lagi, setelah melewati libur lebaran yang amat sangat singkat.
“Uuuurrggghhh, baru hari pertama kerja tapi udah banyak banget kerjaan, mana laper banget lagi” Ucap Allina
Karena tidak sanggup menahan perutnya yang sudah konser minta diisi, maka mau tidak mau dia makan di jam kerja yang seharusnya tidak boleh dilanggar. Saat sedang asik-asiknya makan tiba-tiba ada seorang cowok yang melihat Alluna makan.
Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, cowok itu pun mendekat ke Alluna “Ekheem, siapa yang nyuruh kamu makan di jam kantor seperti ini?”
Karena merasa tidak asing dengan suara itu, Alluna langsung melihat ke sumber suara, dan betapa terkejutnya ternyata yang menegur dia bosnya sendiri, CEO di perusahaan tempatnya bekerja.
“Aduuuh mati aku” ucap Allina
“Siapa yang mati heuum Allina?”
“Eeeehh gak ada pak hehe”
“Kamu ini udah salah, pake ketawa lagi” Ucapnya datar
“Sekarang juga kamu ikut ke ruangan saya”
“ii..iiya pak” Ucapku takut

Sepanjang perjalanan ke ruangan bossku, berbagai pikiran memenuhi otakku, apakah aku akan diberi SP? atau bahkan dipecat? Tapi kan aku Cuma makan di jam kantor. Cuma.

Entah mengapa sejak pertama kali aku melihat dia, aku seperti merasakan hatiku menghangat, apalagi setiap didekat dia aku selalu merasa nyaman dan ingin rasanya aku selalu ada di sampingnya. Aaarrrghhh kenapa dua tahun terakhir ini aku selalu memikirkan Alluna? “tok tok toooookkk”
“Ahelah lama banget sih gak ada yang nyaut nyuruh masuk” gerutu Alluna
Lamunanku terhenti saat ada yang mengetuk pintu ruanganku. Hmm mungkin Allina yang datang.
“Yaaa masuk”
Lalu munculah Allina, sosok yang kukagumi selama dua tahun belakangan ini.
“Kenapa pak Adit diam saja sambil melihatku seperti itu, apa ada yang salah dari cara berpakaianku? Atau ada sisa nasi di pipiku?” Allina membatin
“Ada apa bapak menyuruh saya kesini? Apa ada yang bisa saya bantu?”
“Ada sangat ada Allina, tolong bantu saya melamar kamu” ucapku membatin
“Temani saya ke acara peresmian cabang Persada Apit di Surabaya”
“Iya pak, kira-kira berapa lama ya pak?”
“mungkin sekitar dua hari disana, bereskan berkas-berkas untuk dibawa kesana. Besok jam 7 saya jemput kamu, kita berangkat bareng ke bandara”
“iii…iiyaa pak” Ucapku setengah bingung

Dua hari kemudian
Kenapa ada yang berbeda dari Pak Adit ya… kenapa akhir-akhir ini dia lebih perhatian ke aku? Atau hanya aku yang ke ge-eran?

Flashback on
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, setelah melewati serangkaian acara yang melelahkan, akhirnya aku bisa kembali ke kamar hotelku. Baru memejamkan mata ada saja gangguan yang datang.
Gangguan itu berasal dari pintu yang diketuk bukan lagi diketuk namun digedor seseorang. Belum sempat membuka pintu, hp ku pun berbunyi, ternyata telepon dari big boss
“Halo Pak?”
“Cepat buka pintu kamu atau saya dobrak sekarang!”
Uuurrrgghhh ribetnya punya boss seperti ini. pintu terbuka, terlihat sosok Pak Adit yang mengenakan celana traning dan baju putih polos beserta jaketnya. Menambah kadar kegantengan cowok itu
“Ada apa pak?”
“hmm saya mau ngajak kamu makan malam di bawah, saya tahu tadi kamu belum sempet makan kan? Saya takut kamu sakit, habis makan nanti kita jalan sebentar ya, besok kan kita sudah pulang, kapan lagi kita bisa ngeluangin waktu berdua, yuk?”
Aku mengerjapkan mata berulang kali, heran sekaligus bingung dengan bossku ini, apa dia masih jetlag?
“Hah? Enng, ii…iiya pak”
“kalau diluar jam kantor, panggil saya Adit saja gak usah pake pak, atau kamu mau manggil saya mas Adit juga gak papa kok”
“iii…iiyaa Pak, saya manggil bapak mas Adit aja ya hehe. Kita mau makan dimana mas? ee…eng disitu aja yuk mas, di tempat seafood kayaknya enak mah, soalnya rame pasti makanannya enak” Cerocosku
Saat aku melihat ke arah pak Adit cowok itu pun tersenyum, aku sampai tidak percaya apa yang aku lihat nyata atau mimpi
“Yuk” kata Pak Adit sambil menggenggam tanganku
Flashback off

Aku memikirkan kejadian dua hari lalu sambil senyam-senyum sendiri, seperti orang gila, sampai akhirnya aku disadarkan oleh temanku
“Allina, woiii Allinaa, Allliiinaaa!!!” Ucap Rita
“Eh? Iiii…iiiya ada apa?”
“Kamu ditunggu tuh sama Pak adit di rooftop gedung”
“Mau ngapain emangnya sih segala di atas? Gak mau ah males”
“Eh udah sono buruan, gak enak ditungguin juga” ucap Rita sambil nyengir gak jelas

Akhirnya aku pun terpaksa naik ke atas gedeung, ternyata sesampainya aku di atas, pintu lift terbuka, dan langsung terpampang pak Adit di depannya. Belum sempat aku bertanya dia langsung mengajakku pergi menjauh dari lift. Sesampainya di tengah-tengah rooftop aku langsung dikejutkan dengan hiasan-hiasan yang indah, membuatku semakin kebingungan.

“Allina entah mengapa berada di dekatmu aku nyaman, rasanya tidak bisa sedikitpun aku jauh darimu, hatiku menghangat berada di dekatmu. Aku bukanlah yang terbaik dari segalanya, tapi aku mencoba menjadi yang terbaik untukmu, berusaha melindungimu, aku tak pandai berjanji, namun aku akan berusaha membuktikannya untukmu, untuk itu lengkapilah sisa umurku, sisa hariku, aku ingin kamu yang menjadi ibu dari anak-anakku kelak.
Allina would you be mine? And marry with me? Please…”

Hah apakah aku tidak mimpi? Pak Adit memintaku untuk menjadi istrinya? Tuhan jika ini mimpi jangan bangunkan aku dari mimpi yang indah ini.
Setelah aku cubit tanganku sendiri, aku sadar ini bukan mimpi tapi ini nyata.

“Yes, I would mas Adit”
Aaaaaaaaaa seketika tubuhku langsung melayang, “I loooveee you Alliiina” teriaknya kencang
“I love you too mas Adit”

“I was’nt the first, I also not the most beautiful. But you should know, im trying to the best for you and I chose you not because of what you have. I chose you because im comfortable and im happy” Adityo Persada

Cerpen Karangan: Hanis Nurulisa
Facebook: Hanis Nurulisa
Hanis Nurulisa. 16 y.o -> 17 y.o
Instagram: hanisnrl
Line: hanisnrl

Cerpen Jakarta Macet Hatiku Ramai merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Diary ku Tersenyum

Oleh:
Senyum itu dan aku hanya menatap, terdiam dan betah serasa isyaratkan dan mengartikan bahasa di jiwa, mengertikan cinta yang ingin menjadi keharusan. Keharusan selalu berada di setiap detik berdenting,

Meet 999 Days 23 Hours 59 Minute 60 Second

Oleh:
Kepercayaan adalah hal terberat dalam hubungan. Dan jagalah kepercayaan itu jangan sampai kau menghilangkannya. -Maurin “Kamu beneran mau pacaran sama Adit?” Sely meyakinkanku, aku hanya berduduk santai dikursiku sambil

Senja Sahabatku, Seiyyo Cintaku

Oleh:
Mentari senja mulai menyelimuti separuh bagian bumi ini. Aku menatap langit senja dari balik jendela kamarku. Warna langitnya oren, itulah yang kupikirkan setiap hari ketika senja. Tapi, seketika langit

Winter In Blitar

Oleh:
Pagi yang cerah di kota Blitar, namun udara dingin begitu terasa menusuk tulang. Mungkin bisa dibilang ini adalah “Winter” nya Blitar. Meski udara tak begitu bersahabat, hal itu tak

I’m Not Alone

Oleh:
“Dunia. Satu kata yang membuatku kebingungan. Aku tak pernah mengerti, mengapa Tuhan menciptakan dunia? Apa hikmah yang ada jika Tuhan menciptakan dunia? Apakah Tuhan merasa kesepian sehingga Dia menciptakan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *