Kebetulan Bareng

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 17 March 2019

Minerva melemparkan tasnya keluar jendela dapur sekolah. Setelah memastikan tidak ada orang, ia meloncat keluar. Tubuhnya yang ramping seketika sudah berada di kebun belakang sekolah. Bolos adalah kegiatan rutin Minerva jika ada jam kosong. Daripada diam di kelas mending pulang, kan?

Sekarang tidak terjadi apa-apa, Minerva memungut tasnya lalu berjalan santai menyusuri kebun. Anehnya, walaupun sering bolos, gadis SMK jurusan Administrasi Perkantoran itu tidak pernah mendapat nilai jelek. Nilai akademiknya selalu diatas rata-rata dan kemampuannya juga cukup baik. Sehingga para guru tidak pernah mempedulikan absennya di kelas. Toh, nilainya malah justru meningkat. Entah hal apa yang membuat Minerva tidak betah berada di sekolah.

“Heran, ya, selalu aja bisa bolos.” SMS dari Hera, teman sebangkunya, hanya bisa ia abaikan. Ia hanya ingin pergi dari sekolah dan menuju tempat yang sepi atau jalan-jalan.

Tiba-tiba, lensa cokelat Minerva menangkap sosok pemuda sedang merokok di bawah pohon yang tidak jauh dari tempat Minerva berdiri. Ia buru-buru mendatangi pemuda itu dan merebut rokoknya.

“Berani banget ya ngerorok di area sekolah!”, Cibir Minerva sambil menginjak rokok itu. Si pemuda terkejut mendapati seorang gadis merebut rokoknya.
“Eh, apa-apaan nih?” Pemuda itu melotot.
“Udah bolos, eh ngerokok di area sekolah lagi!” Minerva berkata tanpa berpikir.
“Heh! Ngaca dong! Situ juga ngapain di sini kalo bukan bolos? Lagian ini kan udah di luar area sekolah!” Pemuda itu membalas sengit.

“Woi!” Sebuah teriakan mengagetkan Minerva dan si pemuda. Pak Firma, penjaga sekolah, berdiri tak jauh dari mereka.
“Mampus!” Geram si pemuda. Penjaga sekolah berumur 40-an itu gemar sekali mengadu. Jelas ini adalah masalah baginya.
“Saya tahu kalian Minerva dan Alvaro!” Pak Firman melangkah mendekat. Minerva memikirkan cara untuk melarikan diri. Ia pun mencolek Alvaro—si pemuda, yang tampak sama paniknya. Alvaro menoleh.
“Oke, kita lari bareng. Lu ke kanan, gue ke kiri! Satu, dua, tiga!” Minerva mulai berlari ke arah samping kiri pak Firman. Alvaro juga berlari ke arah sebaliknya.
Pak Firman terkejut melihat ‘tangkapannya’ malah berlari dan ia pun berusaha menangkap salah satu dari mereka. Namun pak Firman kalah gesit.

Minerva yang lebih dulu sampai di pinggir jalan raya segera menghentikan angkot lalu buru-buru masuk ke dalamnya. Alvaro yang berada di belakang juga meloncat ke dalam angkot. Angkot pun segera tancap gas. Pak Firman memaki-maki sementara Minerva dan Alvaro tertawa puas.

Ketika Alvaro turun dari angkot, Minerva juga ikut-ikutan turun.
“Ngapain ikut turun?” Alvaro bertanya ketus.
“Nggak boleh ya? Mau jalan-jalan sih, tapi males kalo sendirian. Mau nemenin?” Minerva tersenyum centil.
“Biar ada temen gitu. Kan gak enak kalo jalan-jalan sendirian.” Kata Minerva ngeles. Alvaro terdiam sebentar.
“Oke, mumpung jadwal gue lagi longgar”, ucap Alvaro. Minerva tersenyum lagi. Ia mengulurkan tangannya, “Gue Minerva.”
“Alvaro”. Alvaro menjawab sambil menjabat tangan Minerva dengan sedikit kaku.

Setelah berdebat sedikit kemana tujuan mereka, Alvaro setuju menemani Minerva ke mall. Seperti Gadis pada umumnya, Minerva suka sekali belanja. Ada barang bagus, Minerva langsung membelinya. Alvaro hanya mengikuti Minerva yang keluar masuk toko. Kalo dilihat-lihat, pikir Alvaro, Minerva mirip seperti mantannya, Camellia. Alvaro hanya senyum-senyum sendiri melihat Minerva yang kadang heboh dan histeris sendiri.

Setelah puas melihat-lihat dan membeli beberapa barang, mereka mampir ke food court. Mereka duduk berhadapan sambil mengobrol santai. Rasa kesal diantara keduanya sudah menghilang. Alvaro sudah tidak menggunakan kata “Lo-Gue” saat mengobrol dengan Minerva. Mereka berdua membicarakan banyak hal. Alvaro juga menemukan banyak kemiripan antara Minerva dengan mantannya.

“Pas bolos jam pelajaran biasanya aku ke sini. Tapi kalau enggak ya di rumah. Gimana denganmu?” Tanya Minerva.
“Biasanya sih, ke warnet. Atau ngegame di rumah.” Alvaro menyeruput jus alpukat nya.
“Gamer ya?”
“Ngegame itu cuma hobi, sih. Cuma sekarang lagi coba-coba bikin game. Jadi sering bolos buat ngerjainnya.” Jelas Alvaro.
“Keren!” Puji Minerva. Mereka mengobrol lagi. Sesekali mereka tertawa hingga lupa bahwa mereka sedang bolos sekolah.

Tanpa mereka sadari, sesuatu terjadi pada hati mereka. Mereka tahu bila esok mereka mungkin akan menerima hukuman dari pengaduan pak Firman. Tapi mereka tidak peduli. Mereka sama-sama menginginkan satu hal; menghabiskan waktu bersama.

Cerpen Karangan: Firstya Reta

Cerpen Kebetulan Bareng merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sepatu Hitam Di Balik Jendela

Oleh:
“Kringg… kringg… kring..” suara alarm membangunkan Alya. Terkejut ia setelah melihat jam tepat menunjukkan pukul 07.00. Ia langsung melompat dari kamar tidurnya. Langsung diambil handuk di luar kamar mandi.

Sweet Girl and Cool Senior

Oleh:
Seorang gadis manis bertubuh tinggi semampai dengan kulit kuning langsat dan rambut sebahu bernama Avira Adelia sedang asyik berjalan dengan gembira menuju sekolahnya. Salah satu sekolah favorit di kota

Sekarang & Selamanya

Oleh:
Fadjar mulai menjelang, mentari kian menari dari ufuk timur. Tak terasa hari telah berganti sedangkan diriku masih terbaring di atas tempat tidur, menyambut datangnya sinar yang menelusup dari balik

Ungkapan Cinta Untuk Dia

Oleh:
18 September 2014, Aku hanya bisa terdiam, melihat kelakuannya yang tidak seperti dulu, hal yang paling tidak aku suka adalah menjadi dan memiliki mantan. Kisah indah dalam sebuah hubungan,

Distancia (Part 1)

Oleh:
“Hey!!! Kalian anak IXB, cepet turun!!!” gertak Pak Budiman dengan mikrofon pink miliknya di tengah lapangan. Salsa dan Ara langsung cepat-cepat berlari menuju arah lapangan dan dari belakang terdengar

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *