Lentera di Langit Senja

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 14 September 2016

Hari itu adalah hari libur sekolah, namaku adalah Sindi. Aku memutuskan untuk pergi ke rumah saudaraku di suatu desa yang sangat jauh dari perkotaan. Disana aku berlibur selama 5 hari..

Pagi ini aku bangun dan menuju ruang dapur untuk sarapan, Bibiku telah menyiapkan sarapan untukku. Selesai sarapan aku ke luar untuk melihat pemandangan yang indah di desa ini. Sewaktu berjalan tiba-tiba ada sepeda yang menabrakku dari belakang, aku pun terjatuh dan orang yang menabrakku itu langsung membangunkanku dan berminta maaf. Setelah itu dia memperkenalkan dirinya, namanya adalah Doni

Setelah kita berkenalan dia mengajakku ke sebuah bukit yang di atasnya kita bisa melihat pemandangan yang sangat indah.
Dari kejadian itu kita selalu bertemu di bukit itu, kita bercanda sampai lupa waktu. Tiba-tiba dia mengatakan sesuatu “kamu ingat aku?”
Aku kebingungan
“aku doni, laki-laki yang berbadan gemuk, yang sewaktu kecil kamu selalu mengejekku”

Memang dulu sewaktu kecil pernah tinggal disini selama 2 tahun karena Ayah dan Ibuku berpisah.

“Doni? yang dulu jatuh dari pohon gara-gara mengambil mangga di rumah Bibiku?”
“iya, aku Donimu yang melamarmu dulu memakai cicin dari karet”

Aku langsung ingat semua yang waktu kecil kita jalani

“Sindi, sudah sekian lama setelah kamu pergi dari desa ini. Aku selalu menunggumu setiap saat seperti janjiku dulu.. Dulu aku pernah bilang jika aku bertemu kamu lagi aku akan menikahimu”
Aku hanya terdiam…
“Apakah kamu mau menjadi kekasihku?” Tanya Doni kepadaku
Entah mengapa hati ini menjadi gelisah, sebenarnya aku juga mencintai Doni.
“Aku mau menjadi kekasihmu, tapi… besok aku akan pulang”
“Tak apa, aku akan menunggumu datang kembali disini”

Cerpen Karangan: Suci Dyah Nur Fatimah
Facebook: Suci Dyah

Cerpen Lentera di Langit Senja merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Di Bawah Hujan

Oleh:
“Ana! Tunggu!” Aku menghentikan langkahku dan menengok ke belakang. Sahabatku, Tasya, berlari ke arahku. Setelah sampai dia menghembuskan nafas panjang karena kelelahan berlari. “Cepet banget sih jalanmu! Aku capek

Kau Yang Pertama dan Aku Yang Terakhir

Oleh:
Mungkin kebahagiaan hanyalah impian yang tak pernah terwujud, kebahagiaan mungkin hanyalah harapan palsu yang datang tiba-tiba dan menghilang saat itu juga. Aku merasa di hidupku hanya ada kesunyian, kesepian

Dolphin’s Drama

Oleh:
“Lumba-lumba, lambang cinta abadi. Saat dua orang bertemu dan ada lumba-lumba maka cinta mereka akan abadi selamanya.” “Sadarlah hidup tidak akan seindah drama.” “Ish Manda, biarkan aku berimajinasi sebentar

Cerita Bersama Hujan

Oleh:
Air hujan membasahi tanah bumi hari ini, lebih tepatnya jam 18:45. Aku termenung di sofa dekat jendela kamarku, sesekali tanganku merasakan rintikan air itu, dan sesekali pula mataku tak

Tinta Merah

Oleh:
Darah mengalir dengan perlahan dari luka yang terbuka. Kau tersenyum padaku seakan menjahit mili demi mili luka ini. Perih menjalar ke urat sarafku menyadarkan otakku, aku mulai memutar lagi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *