Love the Hand Clapping

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 16 August 2019

Tayangan di sebuah stasiun televisi membuat seorang gadis kecil yang imut itu terkagum-kagum hingga es krim yang digenggamnya meleleh menetesi karpet merah maroon yang tengah didudukinya.

“Qaaley! Es krimmu mengotori karpet kesayanganku!! Cepat habiskan lalu bersihkan! Aku tidak mau tidur sambil digerogoti semut!” pria kecil di sampingnya, Lucas berdecak pinggang sambil melotot. Namun gadis yang dipanggil Qaaley itu diam tak bergeming.

“Qaaley!” Teriak Lucas lagi. Ia berjalan ke arah televisi lalu menekan tombol off. Sontak Qaaley langsung mengerang tak terima.
“Lucas nyalakan lagi televisinya! Aku masih mau nonton!” rengeknya.

“Apa sih menariknya menonton orang menikah? Umurmu juga masih enam tahun! Es krimmu sampai meleleh ke karpetku!” Geram Lucas.

Qaaley langsung menjilati lelehan es krim yang memenuhi tangannya.
“Memang apa salahnya?! Mereka cantik dan tampan, sepertiku namun tidak sepertimu!” ejek Qaaley. “Penyanyinya juga punya suara yang indah.” Qaaley menyalakan kembali televisinya.
Ia melanjutkan pekerjaan mengagumi tokoh tokoh di dalam layar kaca tersebut. Lucas hanya bisa mendecak dan mengeluh sambil berbaring di kasurnya.

Tak lama kemudian, Qaaley memanggil Lucas. “Lucas.”
Lucas tak menjawab.

“Lucaaas.” Qaaley memanggil lagi.
Lucas masih tak menjawab.

Qaaley berjalan mendekati Lucas yang sedang tidur dengan nyenyaknya. Qaaley memukul-mukul Lucas pelan, namun ia tak kunjung bangun.
Kini kemarahan Qaaley sudah dalam puncaknya. Ia paling benci jika diabaikan.

Plak!!!
Qaaley menampar keras wajah Lucas hingga ia bangun karena kaget. Kepalanya langsung berdenyut tak karuan.

“Qaaley… Kurang ajar kau!!!” Lucas menggeram sambil berlari mengejar Qaaley. Qaaley berlari sekuat tenaga menjauh dari Lucas. Namun sial Qaaley tersandung dan jatuh tersungkur.

Ia menangis. Berteriak sambil meringis. Lucas bingung harus apa. Darah mengalir dari lutut Qaaley, membuat tangisannya semakin membesar. Lucas memohon maaf berkali-kali namun Qaaley tak kunjung menghentikan tangisannya. Lucas mengambil sebuah plester dan tisu basah di atas meja lalu membersihkan luka Qaaley. Seusai bersih ia menutup luka itu dengan plester.

Kini tangisan Qaaley tak sebesar tadi, Lucas menyeka air mata di pipi Qaaley.
“Maafkan aku, ”
Qaaley hanya diam tak menyahut. Lucas bangun dari duduknya lalu berjalan ke arah kulkas. Ia membukanya lalu mengambil sebuah es krim stroberi. Lucas memberikan es krim itu kepada Qaaley.
Mata Qaaley seketika berbinar, tangannya melayang ingin mengambil es krim itu namun tertahan. Ia mengembungkan pipinya. “Qaaley akan memaafkanmu jika kau mau menuruti permintaan Qaaley.”
Lucas mendesah pasrah.
“Apa permintaanmu? ”

Qaaley tersenyum, “Ketika salah satu dari kita menikah, kita harus menuliskan lagu untuknya! Bagaimana? Mau yaa? Ah, tidak. Kau harus mau karena ini perintah! Ahh suatu hari aku akan dinikahi oleh pangeran yang sangat tampan!!” Lagi, ia terhanyut dalam lamunan kecilnya. Lucas hanya bisa geleng geleng kepala.
“Terserahlah, yang penting jangan menangis lagi yaa.” ucap Lucas sambil mengelus lembut kepala Qaaley.

***

Ibumu terisak sambil memeluk sepucuk surat dan sebuah bingkai foto. Kini aku berdiri di depan selembar surat berwarna krem beraroma coklat. Persis seperti kesukaanmu. Pernikahanku hanya tinggal 2 minggu lagi, lagu yang kau janjikan pun belum kau selesaikan. Dan kau pergi, menghilang begitu saja dengan meninggalkan surat bahwa kau mencintaiku.

Cerpen Karangan: Trixie

Cerpen Love the Hand Clapping merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Akhir Dari Penantian

Oleh:
“Teng….” bel sekolah pun berbunyi yang mengharuskan semua siswi masuk ke kelasnya masing-masing. Namaku Sellia, aku bersekolah di salah satu SMK di kota SEMARANG. Aku mempunyai sahabat yang benama

Miss You, Crying

Oleh:
Aku tetap menunggu di sini, di tempat di mana kita selalu bertemu dan mengenang masa-masa bersamamu. Aku ingat saat kita pertama kali menyapa satu sama lain. Dengan perasaan gugup

Perasaan Apa ini?

Oleh:
Perkenalkan namaku Miya anastasya, aku bersekolah di SMAN 4 Cilegon. Aku termasuk siswa yang periang. Sehari-hari aku selalu memiliki banyak cara yang membuat kelasku selalu ramai. Aku tidak tau

Selalu Menunggumu

Oleh:
Hai, perkenalkan namaku Restiyana Anugrahaeni Putri biasa disapa Resti. Aku duduk di kelas 9 bangku SMP. Aku bersekolah di SMP yang cukup terkenal di kotaku. Dulu waktu kelas 7

Kotak Pandora Sang Mantan

Oleh:
Aku baru saja terduduk tenang di sebuah sofa empuk yang nyatanya tak benar-benar empuk karena sudah terlalu sering kududuki. Di sebelahnya, sebuah meja kecil yang diatasnya terdapat sebuah bingkai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *