Love Yourself (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 11 January 2020

“Bagaimana? Bukannya ini bagus?” tanya perempuan berjilbab dengan mata berbinar menatap pemuda di hadapannya dengan menunjukkan sebuah gaun panjang biru muda dengan hisan manik manik dan bunga bunga kecil. Sungguh indah.
Namun ekspresi berbeda terlihat di wajah pemuda tampan itu. Ia justru memandang perempuan cantik itu dengan tatapan flat
“Jelek” katanya tanpa mengubah raut wajahnya
Perempuan cantik itu menghela nafas dengan berat, sedikit kecewa dengan apa yang ia dengar. Ia memandang baju itu dengan seksama, begitu indah. Namun pemuda itu mengatakan hal yang sebaliknya

“Apa aku bakal terlihat jelek kalau memakai ini, Ridho?” tanyanya lirih pada pemuda yang ia panggil dengan nama ‘Ridho’ itu. Ridho hanya mengangguk
“Cepatlah Ega, kita kesini untuk cari kado ulang tahun buat Rara” ujar Ridho tak terlalu peduli dengan ekspresi kecewa yang diperlihatkan perempuan cantik yang ia panggil ‘Ega’ itu.
Ega kembali menarik nafas dengan berat, dengan setengah hati ia kembalikan baju itu keasalnya. Matanya masih tak ingin lepas dari baju yang begitu terlihat anggun itu
“Ayo Ega!” seru Ridho
Ega menoleh,
“Ya.. Aku lupa, aku kesini menemanimu untuk membeli kado buat cewek yang kamu suka” ujar Ega menggumam
Ia memandang Ridho yang tengah menuju toko boneka. Hatinya sedikit miris, bayangkan saja bagaimana rasanya di posisi Ega. Menemani orang yang kamu sayang tengah memilih hadiah untuk orang lain.
Ega kembali menghela nafas panjang. Sepertinya ia tau, ia bukanlah orang yang diharapkan Ridho untuk jadi seorang kekasih. Dia hanya teman biasa. Hanya itu. Dan tak lebih.
Ia melangkah.. Mengikuti pemuda tampan yang tengah sibuk memilih boneka.

“Bagus yang mana?” tanya Ridho menunjukkan dua boneka teddy bear besar. Ega tak menanggapinya, pandangannya tersita untuk boneka keropi besar memeluk hati.
“Bagus itu!! Keropi.. Aku suka keropi!” seru Ega dengan senang
Ridho menoleh, memicingkan alis..
“Boneka kodok?” tanya Ridho
Ega mengangguk semangat..
“Itu keren Ridho.. Sangat amat lucu.. Aku ambil yang itu yah?” ujar Ega
Ridho menghela nafas panjang
“Seleramu memang buruk” ujar Ridho
“Apa?”
“Tidak. Aku mau beli yang ini” kekeuh Ridho memilih boneka teddy bear warna pink
Ega memandang Ridho kembali dengan tatapan yang memohon.
“Aku bilang enggak ya enggak” ujar Ridho tau akan maksud Ega
Lagi.. Kecewa kembali Ega rasakan mendengar jawaban dingin dari Ridho. Ia lalu melangkah, kembali mengikuti Ridho yang kini berjalan kearah kasir

“Kalau semua saranku kamu tolak, kenapa kamu minta aku buat nemenin kamu?” ujar Ega dengan suara lirih karena kecewa
“Tepat.. Aku hanya minta kamu buat nemenin aku, gak lebih dari itu” ujar Ridho menimpali lalu membayar boneka teddybear pink besar itu
Ega terdiam. Sedikit menyesal kenapa dia tak pernah bisa menolak ajakan Ridho, sekalipun tidak.

“Bawa ini ke mobil, aku ada perlu sebentar” ujar Ridho memberikan boneka itu pada Ega
“Kamu mau kemana?” tanya Ega yang kini tak terlihat karena ukuran boneka yang dipeluknya lebih besar darinya. Ridho tersenyum, ingin tertawa namun dengan segera ia kembali dengan wajah dinginnya.
“Udah, aku ada perlu sebentar, kamu tunggu aja di mobil” ujar Ridho
Ega menghela nafas..
“Baiklah”

“Sudah selesai dengan urusanmu?” tanya Ega yang kini duduk di mobil masih dengan memeluk boneka teddy bear. Ridho yang memasuki mobil sedikit terkejut melihat temannya kini menjadi boneka teddy yang dapat bicara
“Sebelumnya, kamu harus bicara tanpa sembunyi dari boneka, taruh saja di kursi belakang” ujar Ridho hendak mengambil boneka yang dipeluk Ega, namun dengan segera Ega menahannya, kian memeluk boneka itu menyembunyikan wajahnya
“Enggak..” jawab Ega
Ridho memicing melihat tingkah Ega.
“Ega.. Ini bener bener ganggu, taruh aja di kursi belakang” ujar Ridho mengambil paksa boneka itu. Kini terlihat sudah kalau Ega tengah menangis
“Hey.. Kamu kenapa?” tanya Ridho setelah menaruh boneka di kursi belakang mobilnya
Ega mengusap air matanya dengan kasar. Menggeleng..
“Gak papa, tadi ada nyamuk” jawab Ega asal
Ridho mengerutkan kening..
“Nyamuknya masuk ke mata?” tanya Ridho tak paham
Ega hanya terdiam, tak menjawab.
Kini terasa dengan lembut kedua tangan Ridho memegang pipi Ega
Memandang Ega dengan lekat, Tatapan mereka bertemu, Terdiam sesaat.
“Mana nyamuknya?” tanya Ridho lirih
Ega menepis tangan Ridho, mengalihkan pandangannya, menyeka sisa air matanya
“Udah kabur, aku udah jitak” jawab Ega kembali dengan asal
Ridho menggeleng pelan.. Celotehan celotehan aneh memang selalu ia dengar dari perempuan yang satu ini
“Baiklah.. Semoga nyamuknya gak marah dan bilang sama teman temannya dan bakal balas dendam ke kamu nanti” ujar Ridho menimpali
“Biarin dia bawa temannya, Aku bakal sediain obat nyamuk” ujar Ega menjawab
Ridho tersenyum simpul..
“Apapunlah, semoga sukses” ujar Ridho lalu menjalankan mobilnya
Ega milirik Ridho, ia bahkan sama sekali tak peduli dengannya yang menangis dan justru menanggapi ucapan konyolnya. Saat itu juga ia tak habis pikir, kenapa dia bisa tahan dengan orang seperti itu.

“O iya, masalah promnite itu.. Bagaimana menurutmu?” ujar Ridho
Ega terdiam. Sudah barang tentu kalau Ridho akan menembak Rara saat itu.
“Bagus” jawab Ega singkat
“Yaa.. Itu bakal jadi kejutan spesial buat Rara” ujarnya
Ega kian memalingkan wajah. Ridho bahkan terang terangan menyebut nama Rara, si ketua ekskul musik yang memang begitu cantik dan populer.
“Aku gak ada keberanian buat nembak dia dulu. Dan itu menyebalkan.. Tapi itu gak akan bertahan lama, saat promnite besok, aku akan mengungkapkan perasaanku semuanya” ujar Ridho masih berlanjut membicarakan tentang Rara yang kian membuat Ega semakin diam
“O iya, dan aku gak mau kamu gak datang. Aku mau kamu jadi orang pertama yang mengucap selamat padaku” ujar Ridho
Ega masih bungkam.. Tak menjawab.

Malam menjelang, di bawah sinar bulan kini Ega duduk di rerumputan halaman rumahnya,. Wajahnya menengadah, menatap jutaan bintang yang bertabur
“Hey bintang.. Apa kamu sedang tertawa melihatku sekarang?” gumam Ega bermonolog. Ehm, bukan. Itu lebih tepat mengajak bintang berbicara,
“Aku gak tau apa ini, tapi.. Rasanya sakit. Apa kamu tau itu? Apa kamu tau bagaimana cara menghilangkannya?” ujar Ega
Ega kini menunduk, memeluk kedua lututnya..
“Aku bahkan gak tau gimana bicara dengan Ridho sekarang.. Dia terlalu sibuk dengan urusannya dan juga Rara” ujar Ega lirih mengingat kembali temannya. Sesak di dadanya kian menjadi.

Sampai akhirnya terasa ada yang mengusap lembut bahunya. Ega menoleh, perempuan manis tengah tersenyum kearahnya,. Duduk di sampingnya. Itu Ika. Sang kakak
“Kakak..”
Ika hanya tersenyum..
“Ada apa? Kamu berantem lagi sama Ridho?” tanya Ika.
Ega menggeleng..
“Tidak, aku cuma ngerasa kesel aja sama dia” ujar Ega masih dengan posisinya.
“Memang kenapa?” tanya Ika
Ega menarik nafas panjang.. Ia menggeleng lemah. Ia juga tak tau apa yang dia rasakan saat ini

“Kak.. Kakak tau gak, kenapa saat kita deket sama seseorang, jantung kita dag dig dug? Kayak orang habis lari. Terus.. Rasanya keseeelll banget saat liat dia pergi atau ngomongin orang lain sama kita?” tutur Ega
Ika memicingkan alis..
“Kamu jatuh cinta sama siapa Dek?” tanya Ika
Ega membolakan matanya saat mendengar ucapan Ika. Jatuh cinta?
“Aku gak tanya soal jatuh cinta kak..” ujar Ega menyangkal
Ika tersenyum melihat adiknya. Sifat polosnya memang masih dominan ia miliki, meski ia kini sudah lulus SMA.
“Yang kamu bilang itu adalah tanda orang jatuh cinta sayang..” jawab Ika
Ega menggeleng cepat..
“Enggak.. Itu Bukan jatuh cinta. Aku cuma ngerasa sedikit gugup aja kak,” ujar Ega menyangkal
“Tangan kamu bakal dingin kan saat dekat orang itu? Dan kamu gak bisa leluasa berbicara kan? Jantung kamu juga berdetak lebih cepat saat dekat orang itu kan? Itu namanya kamu sedang jatuh cinta sayang..” ujar Ika
Ega terdiam..
Ia kembali mengingat kegiatannya seharian ini. Ia benar benar tak bisa menolak Ridho yang memintanya menemaninya. Dia juga merasakan jantungnya berdetak lebih cepat saat Ridho menatapnya dengan lekat

“Dan yaa.. Kita bakal kesal, bahkan sakit kalau kita tau dia tengah bersama orang lain. Itu namanya cemburu” ujar Ika mengimbuhi
Ega kembali terdiam.. Ia juga sangat merasa kesal saat Ridho membicarakan Rara, bahkan itu masih terasa sampai sekarang.

“Tapi apapun itu.. Masalah perasaan gak bakal mudah diatasi sayang, menjatuhkan hati pada orang yang salah bisa membuat kita merasa terpuruk. Kamu harus kuat.. Jatuhkan hatimu pada orang yang juga sayang sama kamu, karena dia bakal jaga hati dan cintamu, dia gak bakal biarin kamu jauh..” ujar Ika dengan serius
Ega terdiam.. Memperhatikan ucapan kakaknya dengan seksama. Orang yang juga sayang? Ridho bahkan tak peduli dengannya. Apa iya dia jatuh cinta dengan orang yang salah?

“Jadi… Siapa orang itu? Siapa orang yang udah buat adik kakak ini jatuh cinta?” tanya Ika kini merangkul adiknya yang masih saja diam.
Dia masih berusaha mencerna apa yang diutarakan sang kakak. Takut. Ya.. Mungkin itu kata yang tepat untuk Ega saat ini. Takut bila ia telah menjatuhkan hati pada orang yang salah. Ridho.. Temannya sendiri.

Semilir angin malam kini berhembus, cukup dingin menusuk tulang berhasil disadari dua orang kakak beradik ini.
“Kita masuk aja yuk, dingin.. Gak baik buat kesehatan kamu” ujar Ika kini mengajak
Ega mengangguk, menurut. Dan melangkah beriringan dengan sang kakak memasuki rumahnya.
“Aku mau langsung tidur aja deh kak, capek” ujar Ega
Ika menganggu meng-iya-kan. Kini Ega beralih melangkah memasuki kamarnya, matanya sedikit memicing melihat sebuah kotak berukuran besar diranjang tempat tidurnya.
“Apa ini? Perasaan tadi gak ada” gumamnya lalu membuka kotak itu.
Matanya berbinar, senyuman kembali tercipta dari bibir soft pink nya saat melihat apa yang ada di dalam kotak besar itu.
“Keropi!!” serunya lalu mengambil boneka keropi memeluk itu. Boneka itu sama persis dengan boneka yang ia lihat di toko bersama Ridho tadi.
“Ah.. Lucu banget” lirihnya senang memeluk boneka itu dengan erat. Pandangannya kini beralih pada kotak tadi, masih ada sesuatu disana.

Ega duduk di bibir ranjang, meletakkan boneka keropinya, dan kembali mengambil isi dari kotak besar itu.
“I..ini..” gumamnya tercekat saat melihat gaun biru muda panjang dengan hiasan manik juga bunga kecil. Itu baju yang juga sama ia lihat di toko tadi. Senyumnya kian mengembang..
Pandangannya kini tertuju pada sebuah kertas yang masih ada di dalam kotak, dengan segera Ega meraih secarik kertas itu,

*Ini buat yang udah nemenin aku hari ini*

Sederet kalimat singkat berhasil membuat Ega kian tersenyum senang, ia tau betul siapa yang mengirim ini meski tak ada nama yang tertera disana
“Ridho..” gumamnya tersenyum kembali meraih boneka keropi itu, memeluknya dengan erat.
‘Jelek’
‘Boneka kodok? Seleramu begitu buruk’
Ucapan Ridho kembali terngiang. Padahal ia sangat mengkritisi pilihannya tadi. Tak akan menyangka bila Ridho sendiri yang memberikannya,.
“Terimakasih..” lirihnya kian mempererat pelukannya pada boneka keropi itu

Cerpen Karangan: Ulan Albaar
Blog / Facebook: Ulan Al-Baar
Ulan Albaar, Dhogalovers Official

Cerpen Love Yourself (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Geeky Gamers

Oleh:
Di kelas, hampir semua siswa keluar kelas ke kantin, kecuali aku. Aku merasa seperti tak dianggap di kelasku ini. Aku merasa sendirian di tengah keramaian kelas ini. Aku tak

Suatu Saat Kita Akan ke Perancis, Sayang

Oleh:
Suatu saat kita akan menginjakkan kaki di Perancis, Sayang Perancis masih nyenyak ketika kita berdua akhirnya tiba di stasiun Gallieni, Paris, setelah melewati perjalanan panjang dari Amsterdam. Jauh sebelumnya

Flat Face

Oleh:
“Untuk apa?” Tanyaku pada seorang anak kecil yang menghampiriku. Menyebalkan sekali, jauh dari adegan dalam drama korea yang biasa kutonton. Mereka hanya memperhatikanku yang terjatuh dengan sepeda tua yang

Aku dan Dia

Oleh:
Siang itu sepulang sekolah aku dan teman-temanku berencana hangout, refreshing sebelum ujian sekolah berlangsung. semua motor sudah diisi oleh dua orang, hanya tinggal aku sendiri yang belum mendapatkan pasangan.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *