Love Yourself (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 11 January 2020

Taman dekat danau itu kini benar benar berubah kian indah. Acara promnite yang direncanakan Ridho benar benar mewah. Hiasan lampu kecil warna warni juga kian menambah meriah suasana. Disana juga ada sebuah punggung..
“Apa disana dia akan menyatakan cintanya pada Rara? Ya! Sungguh romantis sekali” ujar Ega kini duduk di sebuah kursi. Ia mengenakan baju yang dibelikan Ridho, begitu nampak anggun, dan akan selaras menjadi kian padan bila ia juga tersenyum manis. Tapi ia memilih memasang wajah muram sekarang. Dan itupun juga berlangsung saat pemuda tampan dengan setelan jas menghampirinya. Ridho

“Aku kira kamu gak datang” ujarnya pada Ega
Ega mengangkat wajah..
“Apa itu kalimat yang pas buat say ‘hay’ sama temanmu?!” kesal Ega
Ridho tersenyum,.
“Senyumlah, kamu bakal lebih cantik kalau tersenyum. Itu bakal selaras sama bajumu” ujar Ridho
Ega hanya terdiam tak menjawab. Itu tak membuatnya merasa lebih baik sekarang, apalagi mengingat Ridho yang akan menembak Rara.

Ridho menarik kursi, duduk di samping Ega.
“Dengar, malam ini–”
“Iya iya aku tau!” sahut Ega memotong ucapan Ridho, sangat paham apa yang ingin ia katakan.
Pandangannya kini tertuju pada perempuan manis dengan dres hitam pendek tanpa lengan yang baru datang. Nampak anggun,
“Itu dia” ujar Ega
Ridho menoleh, ia tersenyum..
“Cantik” puji Ridho
Ega memicingkan alis.. Menggeleng
“Dia pakai baju yang belum jadi, itu kekurangan bahan” komentar Ega sekenanya
Ridho yang mendengar celotehan aneh temannya spontan menoleh..
“Belum jadi?” ulangnya
Ega mengangguk..
“Atau mungkin itu adalah baju adiknya” jawab Ega
Memang, sedikit terbuka pakaian yang dikenakan Rara. Begitu drastis terbalik bila dibandingkan dengan dirinya saat ini. Sama sama manis, namun berbeda. (Pikirkan saja itu)
Ridho mengerjap malas..
“Dan lagi, aku rasa dia pake tepung deh.. Tuh putih banget kan?” imbuh Ega
“Dia emang punya kulit Putih, Ega!” bela Ridho
Ega mencibir.. Mengerjap malas
kesal.. Ya.. Satu kata itu cukup mewakilkan semua apa yang dirasakan oleh Ega sekarang.
“Terserah kamu mau bilang apa, tapi yang jelas, dia sangat cantik kali ini” ujar Ridho
“Aku juga cantik!” seru Ega
Ridho mengerutkan kening.. Tak biasanya temannya yang satu ini begitu narsis
‘Puk!’
Pukulan pelan kini berhasil Ridho daratkan di kening Ega
“Dasar genit” ujar Ridho
Ega mengembungkan pipinya, mengusap pelan keningnya
“Udah, sekarang kamu duduk diem disini dan lihat bagaimana temanmu yang ganteng ini mengatakan cinta” ujar Ridho
Ega mengerjap malas.. Memalingkan wajah
“Semoga kamu ditolak” gumam Ega lirih
“Ega aku denger itu!” kesal Ridho
Ega menoleh..
“Yaudah sana!” kesal Ega
Ridho menghela nafas panjang..
“Heuhh.. Baiklah, Ridho.. Lakukan yang terbaik,” ujar Ridho pada dirinya sendiri,
Ia kini beranjak, berjalan kearah panggung.
“Dia benar benar serius..” gumam Ega
“Dia begitu cantik malam ini.. Yayaya” ujar Ega menirukan ucapan Ridho dengan dibuat buat. Ia meraih segelas jus di hadapannya. Siap mendengarkan apa yang akan mantan ketua OSIS ini sampaikan

“Ekhem.. Mohon perhatiannya sebentar semua” ujar Ridho kini berbicara dengan microfon
Semua kini memandang kearahnya, tak terkecuali Rara. Begitu berkarisma pemuda tampan ini.
“Disini.. Ridho Syafaruddin, akan mengatakan sebuah hal. Sebuah hal yang selama ini aku pendam. Sebuah rasa sayang..” ujar Ridho kini memulai
Ega kini tercekat.. Terutama setelah kini semua teman temannya mendekat kearah panggung. Hanya dirinya yang kini duduk..
“Dia.. dia gak main main” ujar Ega lirih
Gemuruh di dadanya kian menjadi
“Dia cantik, dia baik, dia cerdas..” ujar Ridho
Ega menelan silvanya dengan kasar, tiga hal yang disebutkan Ridho ia merasa tidak ada dalam dirinya. Mendekati pun tidak.
“Dan hari ini, adalah hari yang spesial untuknya.. Ini adalah hari ulang tahunnya” ujar Ridho.
Ega memandang Rara dari ke jauh
Rara nampak tersenyum mendengar penuturan Ridho. Yang kian membuat Ega kesal bukan main.

“Rara..” panggil Ridho memberi kode Rara untuk naik ke panggung. Tak butuh waktu lama, gadis dengan dress pendek hitam itu kini berjalan menghampiri Ridho di atas panggung. Ridho tersenyum, mengambil boneka teddy bear yang sudah ia siapkan untuk Rara
“Ehmm.. Mungkin ini gak seberapa.. Dan aku bukan tipe orang yang pandai buat ngasih suprise atau apapun itu.. Tapi satu hal yang pasti, rasa sayang ini belum hilang. Rasa sayang ini hadir buat kamu..” tutur Ridho memandang dengan intens Rara yang ada dihadapannya.
Rara terdiam, menunggu apa yang dikatakan lawan bicaranya
“Ra.. Aku, sayang sama kamu..” ujar Ridho kemudian
‘DEG!’
Bak hancur sudah Ega mendengar penuturan Ridho kali ini. Lidahnya kelu.. Air matanya jatuh tanpa ia minta melihat pemandangan yang begitu menyesakkan dada

“Apa kamu mau jadi pacarku?” tanya Ridho mengimbuhi
Cukup sudah..
Tak tahan lagi Ega melihat itu. Dengan segera ia beranjak, berlari keluar dari tempat pesta itu. Dia tak tau apa yang ia rasakan, dia hanya tak ingin mendengar ucapan manis namun menyakitkan itu.
“Orang pertama yang memberi selamat? Lupakan saja.. Aku gak bisa.. Maaf..” gumam Ega seiring dengan air matanya yang kembali jatuh, menemaninya menyusuri jalan sepi dalam kegelapan malam

Keesokan harinya, Ega nampak sibuk dengan tumpukan pakaian dan juga koper besar di kamar. Memilih dan memilah baju, memasukkannya dalam koper
“Tiket pesawatnya ada dimana yah?” tanya Ika saat memasuki kamar
Ega menoleh,
“Ada di laci kak..” ujar Ega
Ika menghela nafas panjang, segera memeriksa laci di sebuah meja kecil dekat tempat tidur
“Ah.. Kita harus cepat sayang, sebelum kita benar benar ketinggalan pesawat” ujar Ika
Ega menatap sang kakak merasa lelah sendiri. Sejak semalam Ika sibuk mempersiapkan ini dan itu.
“Semua udah beres kak” ujar Ega menutup koper
Ika menoleh..
“Kakak udah mandi belum?” tanya Ega santai
Ika menepuk dahinya pelan..
Begitu sibuk nya ia mempersiapkan keperluan untuk pergi hingga sampai lupa dengan hal kecil namun penting itu.
“Kakak belum mandi!! Haduh.. Kakak mandi dulu deh, habis itu kita langsung on the way ke bandara” ujar Ika langsung beranjak meraih handuk di lemarinya dan segera memasuki kamar mandi
Ega menggeleng pelan melihat tingkah sang kakak, ia kini berdiri, melangkah keluar dari kamar
“Baiklah.. Aku bakal ke bandara hari ini” ujar Ega beriring dengan hembusan nafas beratnya. Ia kini melangkah menuju sofa, duduk menyender.
Sejenak, hanya keheningan yang tercipta. Ingatannya kembali pada pemandangan super menyesakkan semalam.
“Dia punya pacar sekarang.. Itu berarti, aku gak lagi dia butuhkan saat ini” gumam Ega sedikit miris

Ia meraih ponselnya, Dengan lihai jarinya mengutak atik ponsel kesayangannya..
Matanya sedikit memicing melihat ada sebuah pesan disana
‘Pulang tanpa pamit, itu bukan teman yang baik namanya’
Itulah isi dari pesan itu yang tak lain dari Ridho, orang yang baru ia pikirkan
Ega mengembungkan pipinya melihat isi pesan itu.
“Aku takut kalau Rasa sesak di hati gak baik buat kesehatan, jadi aku pergi sebelum nanti aku sakit” gumamnya menulis pesan balasan.
Tak berselang lama, pesan balasan dari Ridho kembali masuk
‘Itu gak ada Hubungannya’ isi pesan singkat dari Ridho
Ega menggaruk tengkuk kepalanya yang tak gatal
“Memang gak ada Hubungannya yah?” tanya Ega pada dirinya sendiri
Ia menghela nafas panjang..
“Tapi disini memang sesak rasanya, takut nanti kalau jadi sakit gimana?” ujar Ega kini dengan konyolnya bermonolog.
Sedikit lama ia memikirkan hal yang tak penting itu.

Ponselnya kini kembali menunjukkan pesan masuk dari Ridho
‘Hari ini aku mau ke taman tulip, aku mau kamu ikut, kamu dimana sekarang?’
Ega berbinar saat melihat isi pesan Ridho yang mengajaknya ke taman tulip. Itu taman besar yang begitu indah dengan berbagai bunga indah..
Namun, raut wajahnya berubah muram..
“Aku gak bisa.. Aku mau pergi hari ini, maaf” gumam Ega menulis pesan balasan

Tak berselang lama, Ika kini datang, menarik dua koper besar…
“Eh.. kakak udah selesai mandinya? Cepet amat?” tanya Ega kini beranjak membantu Ika membawa salah satu koper besar itu
“Lupakan saja soal mandi! Ayo kita berangkat sekarang!” ujar Ika benar benar tergesa
Ega membolakan matanya mendengar ucapan Ika
“Kakak gak mandi?!!” seru Ega
“Aish! Udah ah, ayo berangkat!” ujar Ika tak menjawab
Ega mengangkat bahu.. Menyerah, menurut mengikuti Kakaknya.

Ponsel Ega kembali berderit saat merek tengah berada dalam perjalanan. Kembali, pesan dari Ridho
‘Pergi kemana?’
Ega dengan segera menulis pesan balasan..
‘Bandara.. Udah dulu yah, ponselku udah lowbat. Aku gak bisa pergi sama kamu. Dan buat yang kemarin, maaf kalau aku gak bisa jadi teman yang baik dan sama sekali gak ngucapin selamat sama kamu’
Dengan segera ia mengirim serentet kalimat untuk Ridho. Bersamaan dengan terkirimnya pesan itu, ponselnya kini mati. Benar benar lowbat.

“Bajunya udah semua kan dek?” Tanya Ika
Ega hanya mengangguk meng-iya-kan. Ia kini menyimpan ponselnya dalam tas kecil. Pandangannya beralih kearah jendela, memaku pandang pada jalanan yang lumayan ramai lewat kaca mobil.
“Maaf kalau aku gak bisa jadi temen yang baik buat kamu..” ujar Ega lirih mengingat Ridho
“Tapi itu memang bener bener sakit rasanya.. Bukannya lebih baik kalau aku pergi? Aku gak bakalan ngerasa sakit karena kamu” imbuhnya miris kembali mengingat kejadian semalam.
Masih terngiang jelas saat Ridho memuji Rara, menyuruh Rara naik ke panggung, dan juga saat benar benar mengatakan sayang pada Rara.

“Ega..” panggil Ika
Ega menoleh..
“Kamu kenapa Dek?” tanya Ika
Ega mencoba tersenyum, menggeleng lemah..
“Ridho tadi bilang mau ngajak aku ke taman tulip hari ini” ujar Ega
“Kamu udah bilang sama Ridho kalau kamu mau pergi hari ini kan?” tanya Ika sedikit serius
Ega mengangguk lemah.. Tersenyum simpul
“Aku udah bilang sama Ridho kak..” jawab Ega

Cerpen Karangan: Ulan Albaar
Blog / Facebook: Ulan Al-Baar
Ulan Albaar, Dhogalovers Official

Cerpen Love Yourself (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta yang Terbalaskan

Oleh:
Namaku lisa aku sekarang duduk di kelas 12 SMK jurusan Perkantoran. Aku mempunyai sahabat bernama maria dia jurusan Pemasaran. Maria adalah orang yang jahil, tapi dia orang yang paling

Antara Kau dan Aku

Oleh:
“Kak. Tungguin dong” ujar michele “lelet amat sih kamu, chell!” ujar kak bagas “sorry kak, aduuhhh… kaki ku keseleo kak” ucap michele sambil memegang kaki kirinya “keseleo…? tuh kan

Aku Bukan Pilihan

Oleh:
Tak ada lagi yang mampu menjadikan kau alasan untuk aku kembali kepadamu, ingatkah engkau atas semua luka yang pernah kau beri kepadaku, walau kini aku bukanlah kekasihmu, lantas apa,

Waktu Di Balik Senja (Part 2)

Oleh:
Saat sampai ke gedung belakang sekolah, aku ditolak sampai tubuhku terhempas ke tembok. “Aauu..” teriakku kesakitan. “Kenapa? Sakit? Hah!” Bentak kakak ketua geng tadi. Aku hanya merunduk ketakutan. “Heh!

Cerpenku Hanya Sebatas Patok Tenda

Oleh:
Hari sudah pagi, matahari mulai menyinari bumi, dan orang-orang mulai beraktivitas, namun berbeda dengan seorang gadis yang berkelahiran 8 maret 1998, yang bernama Khansa Assofa Arista. Ia masih terlelap

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *