Photo Prewedding

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 12 November 2015

“enak banget ya Shil di Bali, ke pantai, banyak bule, ya ampun rasanya gue gak mau pulang lagi ke Jakarta.” itulah decak kagum yang ke luar dari mulut Lila melihat keindahan pantai di Bali.
“alah bilang aja lo mau ngecengin cowok-cowok bule itu kan?” ledek Shilla.
“alah kayak lo nggak aja..” balas Lila. Mereka lalu kejar-kejaran di pinggir pantai.

“aduuuh kerah kamu itu gak rapi, rambut kamu, aku itu mau kita berdua kelihatan cantik dan ganteng, pokonya aku mau semuanya sempurna.” oceh Karin pada David. Mereka berdua sedang bersiap-siap melakukan photo prewedding di tengah-tengah pantai Kuta, Bali.
“mas udah siap semua?” sekali lagi Karin memastikan.
“udah mbak..” jawabnya. Mereka lalu bersiap melakukan photo prewedding, namun saat akan melakukan photo prewedding, tiba-tiba terdengar suara teriakan minta tolong dari arah pantai.

“eh ada yang minta tolong..” kata David dengan cemas.. “aku harus tolongin dia.” sambung David, dia lalu melepaskan jas yang melekat di tubuhnya.
“eh gak usah, ntar juga ada yang nolongin kok..” cegah Karin.
“Karin gak bisa aku harus nolongin dia, ini soal nyawa Karin.” David lalu menuju ke arah pantai. Dia berenang ke tengah pantai untuk menolong Shilla.
“Shilla, ya ampuuun.” Lila sangat khawatir dengan keadaan Shilla, sahabat satu-satunya itu.

Setelah sampai di pinggir pantai, David segera melakukan pertolongan pertama pada Shilla. “uhuk. uhuk..” akhirnya Shilla sadar juga.
“Shilla syukur deh lo gak apa-apa.” kata Lila agak lega. Beberapa orang yang tadinya mengerumuni Shilla, kemudian pergi. Shilla bersandar di badan David, tak sengaja kemudian mereka saling bertatap mata.

“bli yang nolongin saya?” tanya Shilla mengawali percakapan. David hanya tersenyum, pertanda bahwa dia yang sudah menolong Shilla.
“makasih ya bli.” kata Shilla berterima kasih.
“Shil, gue itu khawatir banget waktu lo tenggelam tadi.” kata Lila lagi.
“gak apa-apa kok Shil, kaki gue tadi cuma kram aja, makanya gue hampir tenggelam.” jawab Shilla.
“David..” bentak Karin yang kesal karena photo preweddingnya gagal.
“heh gara-gara lo ya kita jadi gagal photo prewedding, lagian lo itu kalau gak bisa berenang ya gak usah berenang, gak bisa berenang kok sok-sokan berenang, ya tenggelam lah.” Karin melampiaskan kekesalannya pada Shilla.
“Karin..” bentak David. David lalu pergi menarik tangan Karin.
“gue jadi gak enak.” gumam Shilla.
“Shill udah yuk kita balik ke hotel aja.” ajak Lila.

“heh ngelamun aja lo..” tegur Lila pada Shilla yang dari tadi hanya duduk melamun di atas tempat tidurnya.
“oh jangan-jangan lo kepikiran ya sama cowok tadi? Ngaku lo?” tuduh Lila.
“apaan sih, gue tu cuma merasa bersalah aja sama dia, kan gara-gara gue mereka batal photo prewedding.”
“yaelah photo prewedding kan bisa kapan aja, tuh cewek aja yang lebay.”

“Lila bangun, Lilaaaaa?” Shilla mengoyak-oyak badan Lila tapi dia tak kunjung bangun. Akhirnya Shilla memutuskan untuk pergi ke pantai sendiri.
“hmm. enak banget udaranya..” katanya dalam hati.
“iya ya..” jawab David mengagetkan.
“kok ada yang nyambung ya? perasaan kan tadi gue sendiri ke sininya, eh tapi tadi kayak suara cowok deh, setahu gue dari dulu kan Lila itu cewek.” katanya sendiri, dia lalu menengok ke samping kanan, dan ternyata ada laki-laki yang sudah menolongnya kemarin.

“eh bli..” panggilnya kaget.
“dari Jakarta juga?” tanya David.
“hm iya.”
“kalau gitu sama dong..”
“oh jadi lo juga dari Jakarta?”
“iya. Oh ya kenalin David.”
“Shilla..” mereka berdua berjabatan tangan dan bertatap mata seolah tak mau lepas satu sama lain.

“oh ya sorry ya kemaren gara-gara gue lo gagal photo preweddingnya..” sesalnya.
“udahlah gak usah dipikirin. Photo prewedding kan bisa kapan aja, lagian Karin aja yang terlalu lebay.”
“kok lo sendiri?”
“belum bangun, lo juga?”
“sama, Lila itu kalau tidur kebo banget, mau ada gempa sekalipun gak akan bisa bangunin dia.” mereka berdua larut dalam sebuah percakapan yang hangat.

Sementara itu Lila dan Karin sibuk mencari Shilla dan David, setelah beberapa lama mencari akhirnya mereka menemukan orang yang mereka cari.
“David..” Panggil Karin .
“Shilla. Kok lo ninggalin gue sih ih. Sebel deh.” gerutu Lila.
“ngapain kamu berduaan sama cewek ini? terus kenapa kamu ninggalin aku? harusnya kamu ngajakin aku dong ke pantai, jangan malah sama cewek ini. cewek yang udah ngegagalin photo prewedding kita.”
“hello. Lo itu berisik banget sih, ngomong tuh pake titik koma, jangan nyerocos ajaaa, kayak petasan kentut, lo belum gosok gigi ya? bau banget mulut lo. Lagian lo lebay banget sih, gak jadi photo prewedding aja heboh banget, gimana kalau gagal nikah..” lawan Lila.
“Lila..” bentak Shilla pelan.

“Karin, jangan bikin keributan di sini.” kata David emosi.
“maaf ya, tapi kita tadi cuma gak sengaja ketemu di sini kok.” jelas Shilla.
“eh Shil kita jalan-jalan yuk jangan cuma ke pantai.” ajak Lila.
“naik apa? ke mana?”
“tenang aja, gue udah nyewa motor kok, jadi kita bisa jalan-jalan sesuka hati kita.”
“boleh deh..”

Mereka bersiap-siap pergi mengelilingi kota Bali. Dengan skuter matik yang telah mereka sewa, mereka dengan hati gembira menikmati setiap jalan yang mereka lewati. Namun tiba-tiba di tengah perjalanan motornya tiba-tiba berhenti.
“yaah kenapa nih motornya..” kata Shilla panik.
“yaah pantes mogok, orang bensinnya abis, yah tadi gue lupa lagi mau isi bensin.”
“aduuh terus gimana dong?”
“pak-pak stop pak..” David yang baru pulang dari kerjanya segera menghampiri Shilla dan Lila yang terlihat panik di pinggir jalan.
“kalian kok di sini?”
“ya ampun lo tuh emang pahlawan kita ya, kalau kita ada masalah pasti selalu ada lo.” ucap Lila agak lebay.
“motor kita kehabisan bensin, makanya berhenti di pinggir jalan gini.” terang Shilla.

“pak pom bensin masih jauh?”
“kira-kira 1 km lagi pak.” jawab supir.
“ya udah gimana kalau lo berdua naik mobil gue, biar gue yang dorong motornya sampe pom bensin.”
“bener? makasih banget ya Vid..” ucap Lila senang, dia lalu segera duduk di bangku belakang mobil.
“gak bisa gitu dong. Motor ini kan tanggung jawab gue sama Lila, masa lo yang dorong.”
“aduuh Shilla, ya berarti David itu cowok yang pengertian sama cewek, ya kan Vid?”
“tapi gue gak enak sama lo..”
“duh ya udah ya udah lo sama David jalan kaki dorong motor, biar gue yang naik mobil, ayo jalan pak..” mobilnya langsung melaju lebih dulu ke arah pom bensin berada.

“makasih ya, lagi-lagi lo nolongin gue.”
“wajarlah manusia saling tolong menolong.” jawabnya tersenyum.
“lo dari mana?”
“oh gue habis ada kerjaan lo mau kemana?”
“gue sama Lila tadinya mau muter-muter di Bali, eh malah kita kehabisan bensin.”
“hahaha. Lo berdua lucu ya.” ledeknya.
“eh lo keringetan, gue lap ya.” Shilla lalu mengambil tisu di tasnya dan mengelap kening David yang penuh keringat. Mereka berdua lalu tersipu malu.

Setelah berjalan cukup lama, akhirnya mereka sampai di pom bensin, mereka lalu segera mengisi bensin.
“duh, lama banget ya lo.” kesal Lila.
“sorry, sorry, lagian kita kan jalan kaki..”
“by the way, makasih ya David..” kata Lila dengan genit.
“ya udah, gue duluan ya?” David dan mobilnya segera pergi meninggalkan Lila dan Shilla.
“Shilla? yang bawa siapa?” tanya Lila sok manis.
“ya lo lah. Masa gue? cape tahu.” jawab Shilla sinis.
“ih. Ya udah dong biasa aja, cepet naek.”

Sementara itu di suasana berbeda.
“dari mana aja kamu?”
“ada meeting sama klien, aku kan udah bilang.”
“sekretaris kamu aja udah pulang dari tadi, terus kamu kemana? oh. jangan-jangan kamu nemuin cewek itu lagi, iya? semenjak kenal sama cewek itu, kamu tuh jadi beda, cuek banget sama aku. Kenapa sih kamu?” rasa kesal dan cemburunya, membuatnya melepaskan emosi pada David yang baru saja pulang.
“kamu yang kenapa? dan jangan kamu bawa-bawa nama Shilla, dia gak tau apa-apa.” balas David.

“mulai berani belain dia ya kamu. Jadi kamu lebih milih dia dibanding aku? oh apa yang kamu dapetin dari dia? cantik? dia gak lebih cantik dari aku David. Harusnya kamu beruntung dapetin aku, karena banyak laki-laki di luar sana yang ngantre dapetin aku.” katanya lagi dengan begitu sombong.
“oh, kalau gitu kita putus.”
“putus? apa? kamu bercanda kan? gak lucu David.”
“kalau kamu bilang banyak laki-laki di luar sana? then leave, cari mereka, karena bukan aku yang cocok sama kamu.”
“David..” Awalnya Karin hanya ingin menguji David, tapi dia tidak menyangka kalau semua ini akan berakhir dengan putusnya hubungan mereka, Karin sangat menyesal dengan hal itu.

Ponsel Shilla berdering pertanda ada panggilan masuk.
“hallo..” sapanya.
“bisa ke cafe deket hotel lo gak?” karena frustasi akhirnya David mengajak Shilla pergi.
“siapa?” tanya Lila lirih. “David..” jawab Shilla pelan.
“bisa. Kapan? sekarang?”

Shilla pergi sendiri menemui David.
“hei..” sapa Shilla.
“hei..” jawab David lesu.
“lo kenapa?”
“gue putus sama Karin.”
“putus? kenapa? kalian sebentar lagi menikah kan?”
“gue ngerasa udah gak cocok sama dia, sering berantem, kadang gue merasa dia egois.”
“berantem itu bumbu dari percintaan, itu sih kata orang.”
“kata orang?”
“iya, soalnya gue belum pernah pacaran.”

“apa? hahaha..”
“gak lucu tahu. Dan kalau lo memandang dia egois, sama aja mengakui kalau diri lo itu egois.”
“sorry, sorry. Masa cewek secantik lo belum pernah pacaran sih? kenapa gitu?”
“karena itu berarti lo itu menganggap diri lo selalu benar, apa lo udah pikirin mateng-mateng? kalian kan udah mau photo prewedding kan? itu berarti kalian berdua udah ada rencana menikah kan?”

Tak disangka-sangka ternyata Karin juga datang ke cafe tempat David dan Shilla makan malam, lalu tak sengaja pula dia melihat David dan Shilla sedang makan malam berdua.
“oh jadi karena dia kamu mutusin aku? iya?” karena kesal dan kecewa pada David Karin lalu pergi meninggalkan Shilla dan David.
“kejar. Ayo kejar..” perintah Shilla. David lalu menuruti kata Shilla dia mengejar Karin, sementara itu Shilla, dia sedih karena David memilih Karin, tapi dia juga tak bisa berbuat apa-apa, karena memang dari awal David mencintai Karin. Tak terasa, air matanya mengalir bersama dengan perginya David.

Semenjak kejadian itu, David dan Shilla seperti menjaga jarak, bertemupun mereka hanya saling pandang saja, tak saling menyapa dan kemudian mengobrol seperti dulu. Tapi bagi Shilla tak mengapa, dia tahu semua ini untuk menjaga perasaan wanita yang dimiliki oleh orang yang ia sayangi.

“Shila? lo kenapa? ayo pesawatnya udah mau take off.” ajak Lila, hari ini mereka terbang kembali ke Jakarta dan mungkin saja dia tidak akan bertemu lagi dengan David.
“lo kenapa Shil?” tanya Lila yang melihat Shilla melamun.
“gak apa-apa kok..” jawabnya.
“gue tahu, lo masih mikirin David kan? udahlah, itu udah 1 tahun yang lalu, lo bahkan gak tahu dia udah nikah apa belum sama ceweknya itu, ya kan?” Lila coba menasihati Shilla.
“iya gue tahu itu. Makasih ya La, lo tuh emang sahabat gue yang paling baik.”
“ya iyalah, Lila..” katanya dengan sombong, mereka lalu berpelukan.

“Bapak gak akan nyesel sama model kita yang satu ini pak, dia kompeten kok, dan saya yakin produk kita akan laku di pasaran.”
“yakin kamu? mana modelnya?”
“itu pak..” betapa kagetnya David, bahwa ternyata yang menjadi model dari produknya adalah Shilla.
“Shilla?” panggil David lembut
“David..” sekarang mereka saling kaget, dan entah mengapa jantung mereka sama-sama berdetak hebat. Lila yang melihat David pun jadi ikut kaget.

Tak ayal, saling pandang pun terjadi diantara mereka berdua. Dan kemudian kaki mereka melangkah perlahan-lahan, semakin dekat, dan kemudian berpelukan untuk melepas rindu.
“apa kabar Karin?” tanya Shilla membuka obrolan.
“Karin? dia baik.”
“kapan kalian nikah? atau jangan-jangan udah? kok gah ngundang-ngundang gue?”

David menghela napas “gak akan ada pernikahan antara gue dan Karin..”
Shilla dibuat bingung dengan jawaban David. “maksud lo?”
“gue sama Karin udah putus..”
Shilla kaget mendengar kabar itu, “kenapa?”
“kenapa? lo bilang kenapa?”
“iya. Gue nanya kenapa?”
“karena lo..”
Shilla tertegun, wajahnya berubah penuh tanya.

“karena lo Shilla, setelah gue gak ketemu lo, setelah gue gak tau apa-apa tentang lo, gue jadi sadar kalau ternyata gue suka sama lo. Sekali lagi gue cinta sama lo.” tegasnya dengan berani.
“kalau lo sayang dan cinta sama gue, kenapa lo gak cari gue?”
“gue sengaja, karena gue percaya dan yakin kalau kita pasti akan ketemu lagi, biar semuanya berjalan dengan sendirinya, dengan apa adanya, karena cinta gak perlu diatur, dia bakal datang sendiri, dan see. Kita sekarang ketemu lagi..”

“Ashilla Zahra Tiara. Kamu mau jadi pacar aku?” dengan memberanikan diri dia menyatakan perasaannya pada Shilla, perasaan yang selama beberapa tahun ini mengganggunya, pikiran dan terutama hatinya.
Dengan perasaan gembira, “iya. aku mau. Aku mau, David.” jawab Shilla malu-malu. Senyum bahagia kini menghiasi wajah mereka berdua. Senyum yang benar-benar senyum.

Cerpen Karangan: Yuyun
Nama lengkap: Sri wahyuningsih
Nama panggilan: Yuyun
Alamat: Jl.Merdeka No.92 Tangerang

Cerpen Photo Prewedding merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


You’re My Guardian Angel

Oleh:
“Hay, Fann?” sapaan itu selalu terngiang di mana kita pertama saling mengenal. Kita memang satu sekolah namun beda beberapa kelas saja sehingga membuat kita beda jam masuk sekolah aku

Pacarku Pemain Futsal

Oleh:
Malam ini aku masih tak bisa tidur nyenyak, aku pun masih duduk termenung di teras depan rumahku sambil menatap indahnya suasana malam ditemani dengan suara-suara binatang malam yang mulai

Cinta Dua Hati

Oleh:
Ini bukan yang pertama bagi ku jika aku harus kehilangan wahyu untuk yang ketiga kalinya, wahyu laki-laki manis yang selalu mengisi hati ku, tapi kali ini wahyu benar-benar membuat

Permen Yang Pahit

Oleh:
“Semua orang pernah berumur lima tahun. Menjadi anak kecil dimana bermain, berlari dan berpetualang adalah hal yang sangat menyenangkan. Namun, semakin bertembah dewasa kenanangan itu perlahan mulai hilang. Sudah

Gue Kecewa

Oleh:
Gue anissa avriliza, gak tau gimana sampai biasa dipanggil ica. Gue adalah salah seorang siswa di sma al-azar jakarta. Gue kelas 2 sma. Gue punya 2 orang sahabat namanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *