Sampai Kapan pun

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 24 December 2014

Sepinya hari yang ku lewati. Tanpa ada dirimu menemani. Sunyi ku rasa dalam hidupku. Tak mampu ku tuk melangkah. Masih ku ingat indah senyummu. Yang selalu membuatku mengenangmu. Rangga mulai membuat puisi cinta lagi. Rangga dikenal oleh teman-teman kampusnya sebagai pujangga cinta di Jakarta, kota kelahirannya. Karena dia pandai sekali membuat puisi cinta. Apalagi ketika dia sedang kasmaran. Dengan sigap dia membuat puisi dan bahkan kadang menembak cewek itu. Tapi, meskipun begitu. Rangga tipe orang yang setia dan dikenal sebagai cowok yang bertanggungjawab dan baik dalam memimpin organisasi di kampusnya. Rangga adalah orang yang baik, pintar, penolong, dan humoris.

Rangga memiliki dua sahabat. Mereka bernama Egi dan Rain. Egi orangnya humoris dan religius. Sedangkan Rain orangnya humoris dan jail. Mereka sama-sama humoris. Hingga teman-temannya menganggap mereka genk Maho. Mereka sedikit berbicara serius katimbang lelucon. Sehari-hari mereka selalu berangkat ke kampus bersama. Kadang pakai motor sendiri-sendiri. Atau kadang memakai mobil Rangga untuk bareng sama-sama. Makan bersama. Bahkan tidur pun pernah bersama. Begitulah mereka tak bisa untuk dipisahkan.

Ketika di kantin kampus, mereka menghampiri teman-temannya. Teman-temannya itu bernama Vina, Dila dan luluk. Vina adalah gebetannya Rangga. Yang telah membuat Rangga jatuh cinta padanya. Dan banyak puisi yang telah dibuatnya tentang Vina. Namun, Vina tak pernah menanggapinya. Karena Vina dikenal cewek yang cantik tapi sedikit pendiam. Sedangkan Dila adalah mantan sahabatnya Rangga, yaitu Egi. Meskipun mereka sudah putus, tapi persahabatan mereka masih terjalin erat. Meskipun kadang terjadi percecokkan. Sedangkan Luluk adalah pacar Rain. Mereka adalah pasangan yang romantis. Jelas, mereka saling menjalin persahabatan. Saat itu Rangga mulai mendekati Vina yang sedang makan. Tapi, tidak dengan Vina. Vina selalu merasa risih kalau tiap kali ada Rangga. Dia selalu ada di sebelahnya. Dia bosen mendengar Rangga melantunkan puisi-puisi cintanya terhadap dia. Seperti inilah saat Rangga memulai menggombal Vina.
“Oh Vina Pujaan hatiku.. Engkau masih yang terindah di dalam hatiku. Sepinya hari yang ku lewati. Tanpa ada dirimu menemani” Rangga menggombal.
“Yahh elahh.. masa’ puisinya itu lagi Rangga? Gak ada yang lain tuh?” canda Dila.
“iya tuh… Ganti donk?” Ejek Luluk.
“Hahahaa…” Semuanya Ketawa kecuali Rangga dan Vina.
“Hussttt… udah-udah aahh.. lagian ngapain sih kamu Rangga. Disini kan aku mau makan bukan untuk dengerin puisi cinta kamu itu?!” Vina mulai jengkel.
Semua temannya kembali ketawain Rangga lagi.
“Okelah.. Vina pujaan hatiku.. selamat menikmati makan siangmu. Aku tak makan pun sudah kenyang karena melihat paras kecantikanmu.” Rangga berdalih.
“yaelah Bang… mau makan aja pake acara ngegombal lagi” tambah Egi. Semua tak henti-hentinya tertawa.
“Tuh.. Makanannya udah dateng. Beneran? Gak laper.. hahaa” Rain menggoda makanannya kepada Rangga.
“Waduh.. jadi laper lagi nieh..” Jawab Rangga.
“ayok.. udah udah.. makan dulu yuk.. laper nih..” ajak Dila dan luluk.
“Okeh….” jawab serentak.

Rangga ingin sekali mengetahui kenapa Vina selalu menolak cowok yang menembaknya. Yang dia dengar adalah selalu menolaknya. Dia selalu bertanya kepada Dila dan Luluk, sahabat Vina. Tapi, mereka tak pernah mau menjawabnya. Karena, tiap kali bertanya kepada mereka yang dijawab adalah “ini urusan cewek, bukan urusan cowok”. Seperti membungkam sesuatu. Saat itu hari sangat cerah. Ketika Dila sedang di taman sendirian, dia menghampirinya. Dila memang lebih dekat dengan Rangga daripada Vina dan Luluk. Tapi, dari Dila lah Rangga bisa mendapatkan informasi tentang Vina. Saat itu Rangga bertanya tentang bagaimana cara menaklukkan hati Vina. Karena sudah satu tahun Rangga berusaha untuk mendapatkan hatinya tapi hanya sia-sia.

“Gimana Dil? Aku sudah bingung harus gimana lagi?” keluh Rangga.
“kamu sih.. terlalu agresif dengan dia. udah tau dia orangnya pendiem. Coba deh.. besok-besok kamu jangan sapa dia. Dibuat biasa saja. Siapa tau Vina bakalan kangen dengan puisi-puisi cintamu itu.. hahaha” saran Dila dengan diiringi candaannya.
“ohh, begitu.. oke deh.. thank’s” jawab Rangga.
Rangga pun mulai aksinya untuk cuekin Vina. Meski sedikit berat di jalaninya.

Setelah kuliah usai, seperti biasa Rangga, Egi dan Rain kumpul bareng di taman kampus. Mereka hotspotan dan saling bercanda. Tiba-tiba Vina, Dila dan Luluk datang menghampiri mereka bertiga. Karena antar Luluk menemui Rain. Rangga sangat senang sekali dan hampir lupa dengan yang dikatakan si Dila. Lalu Dila memberikan isyarat kedipan mata kepada Rangga. Lalu Rangga pun tahu maksud dia. Dengan sikap Rangga seperti itu, suasana jadi canggung dan kaku. Egi dan Rain mulai bercanda. Dan tentunya selalu mengsangkut-pautkan Rangga dengan Vina. Tapi, Vina tetap diam saja. Namun, ada yang beda pada saat itu. Vina kadang melihat Rangga sekilas. Karena dia merasakan ada yang beda dengan Rangga.

Seminggu telah berlalu. Dalam seminggu itu Rangga benar-benar sangat acuh terhadap Vina. Hingga membuat teman-teman kampusnya mengira karena sudah ada calon gebetan cewek lagi. Dan dalam seminggu itu pun Rangga tidak pernah membuat puisi-puisi cinta lagi. Padahal dulu hampir setiap hari, dia membuat puisi. Entah buat temannya, sahabatnya bahkan untuk dosennya. Benar saja, sikap Rangga itu telah membuat Vina penasaran. Bahkan Vina menanyakan sikap Rangga itu ke Dila.
“Dil.. apa benar yang dikatakan anak-anak? Kalo Rangga punya gebetan baru?” tanya Vina penasaran.
“Hmm… Kasih tau gak yah? heee.. Hayow… kangen yah.. dengan perhatian Rangga ke kamu dulu yaa..” Dila menggoda dan ketawa kecil.
“Ahh.. apaan si kamu Dil.. gak kok..” jawab Vina dengan senyum sedikit.
“yaah… akhirnya Vina bisa jatuh cinta lagi dengan cowok” canda Dila lalu ketawa dengan puasnya.
Vina lalu ketawa dan malu-malu kucing. Saat itu Dila sangat senang sekali karena rencananya sedikit lagi akan berhasil.

Sebulan telah berlalu. Rangga tetap bersikap calm seperti biasanya terhadap Vina. Hingga membuat Egi, Rain dan Luluk terheran-heran terhadapnya. Ketika Rangga sedang nyantai di rumah, dia menelpon Dila.
“Assalamu’alaikum” salam Rangga.
“Wa’alaikumsalam..” jawab Dila.
“Gimana Dil? Apakah ada perubahan pada diri Vina?” tanya Rangga penasaran.
“iya Ga’.. dia mulai bertanya tentang kamu. Cieehh..” jawab Dila.
“Terus.. setelah ini aku harus gimana lagi Dil?” tanya Rangga.
“Hmm.. alangkah baiknya kalo kamu segera nembak dia lagi. Tapi inget.. jangan ngegombal, Dia itu gak suka digombalin” jawab Dila dengan sarannya.
“Owh.. gitu yaa.. tapi, aku takut ditolak lagi” keluh Rangga.
“Cemenn banget sih.. kalo udah berani bercinta harus siap konsekuensinya juga donk, harus siap patah hati” Dila kesel.
“Oke deh Dila manis… thank’s yaa.. Assalamu’alaikum” girang Rangga.
“your welcome Rangga manis.. heehh.. Wa’alaikumsalam” jawab Dila.

Esoknya, pada malam hari tiba. Tepatnya pada malam minggu. ide Dila pun dia jalani. Rangga telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menembak Vina di Restoran terbaik di kota Jakarta. Dari mempersiapkan bunga-bunga mawar cantik di seluruh ruangan khusus mereka dan lilin-lilin putih yang disusun membentuk kerangka I LOVE U. Setelah itu Rangga memakai kostum yang sangat baik. Dia memakai celana jins, kemeja kotak-kotak biru dan rambutnya rapi. Tak acak-acakan seperti biasanya. Lalu Rangga menelpon Dila, untuk memastikan Vina bisa datang ke Restoran itu. Dila pun berpura-pura janjian dinner dengan Vina, tepat di Restoran itu.
“Kamu yakin Dil..? mau taktir makan aku di Restoran semahal itu?” tanya Vina heran.
“Iyah.. Beneran. Aku gak bo’ong. Itung-itung ucapan terima kasih aku ke kamu, karena kemarin kamu bantu tugas kuliah aku” Dila berbohong.
“Okeh deh.. kamu cepet kesana gih, aku nanti nyusul ya..” pinta Vina.
“Oke.. pokoknya harus dateng. Aku tunggu disana. Asslamu’alaikum” jawab Dila girang.
“Wa’alaikumsalam” Vina menjawab salamnya.
Saat itu Vina tak merasa curiga terhadapnya. Setelah Vina tiba di Restoran itu. Lalu Dila mengabari Rangga tentang kedatangan Vina.

Setiba di Restoran. Vina merasakan keheranan. Karena di Restoran itu sangat sepi. Dan tiap dia bertemu pelayan, mereka selalu memberikan bunga mawar merah. Tepat di ruangan khusus yang ditunjukkan Dila kepada Vina lewat telepon. Seketika itu Rangga muncul dari arah belakang. Betapa kagetnya Vina melihat Rangga. Lalu Rangga menghampirinya dan memulai pembicaraan.
“Hai Vina.. apa kabar? Udah lama ya.. kita jarang ngobrol” senyum Rangga.
“Hai.. kamu kok disini? Mana Dila?” Vina kebingungan.
“Dila gak bakalan datang.. Aku disini untuk mengungkapkan perasaanku kepadamu Vina..” jawab Rangga.
Rangga kemudian duduk. Dan tiba-tiba pelayan Restoran menghampiri mereka karena akan membuka kain hitam yang ditutupi. Lalu lilin-lilin putih itu dengan indahnya membentuk tulisan I LOVE U. Vina terdiam dan tak berkata apa-apa. Karena sebelumnya Rangga tak pernah melakukan itu kepadanya. Vina merasakan yang aneh di hatinya. Jantungnya berdebar-debar dibuatnya. Saat itu suasana menjadi sangat romantis.
“Waoow.. indah sekali..” gumam Vina.
Lalu seorang pelayan datang menghampiri Rangga dan memberikan gitar kepada Rangga. Lalu Rangga mulai melantunkan puisi cinta terbarunya yang dipersembahkan untuk Vina dengan diiringi gitar.

Ingin rasanya ku pergi dari hati..
Namun, apa daya..
Hati ini masih ada untukmu..
Aku letih.. Aku Bosan..
Dengan semua yang kamu lakukan..
Kau acuhkan aku, Seolah kau tak mengenalku..
Aku ingin marah.. Tapi, aku tak bisa marah..
Karena aku sangat menyayangimu..
Aku akan bertahan..
Walau nantinya rasa sakit yang aku terima..
Karena ku tahu kau acuhkan diriku..
Tapi.. aku yakin.. pasti suatu saat nanti..
Pasti akan ada kebahagiaan di hatiku..
Kebahagiaan memiliki cintamu yang tulus..
Aku akan bertahan untuk hati ini..
Sampai kapan pun.. Sampai aku menutup mata..
Karena ku yakin..
Kaulah cinta sejatiku.. Vinaa..
Kaulah jiwaku.. Kaulah hidupku..
Tanpa kamu aku rapuh..
Dan tanpa kamu aku tak berdaya..

“Maukah kau mau menjadi kekasihku.. Duhai wanitaku?..” Rangga berharap cintanya tidak ditolak lagi. Lalu dia membuka kotak yang berisi kalung indah dari sakunya untuk diberikan kepada Vina.
Vina dibuatnya terpana oleh keromantisan Rangga kali ini. Vina pun menjawab dengan suara lembutnya.
“Aku.. takut untuk terima cinta kamu Rangga.. Aku takut kisah masa laluku kembali terulang” jawb Vina lirih.
“Masa lalumu? Apa karena si cowok pengecut itu? Sampai kamu menjadi seperti ini. tak pernah membuka hati kamu lagi untuk orang lain? Aku beda dengan mantan kamu itu Vina.. Move On Vina.. kalau tak bisa, hatimu pasti akan tersiksa” Rangga berdalih.
Ternyata Rangga baru sadar. Bahwa yang menjadi penyebab Vina menutup diri dari cowok lain itu karena mantan tunangannya, Bima. Bima sekampus mereka. Mereka putus karena Bima telah berselingkuh dengan temannya Vina sendiri. Hingga membuat Vina patah hati dan menutup hatinya untuk orang lain. Tapi, dengan kesabarannya Rangga menunggu Vina menerima cintanya selama dua tahun. Membuat vina terheran-heran dan memuji Rangga. Vina pun menerima cintanya. Betapa bahagianya Rangga dibuatnya.

“Iya Rangga.. Aku terima cinta kamu. Aku juga cinta kamu Rangga..” Vina menerima cinta Rangga.
“Yeesss… (teriak Rangga) Makasih Vina.. Makasih.. Aku bahagia… sekali.. Akhirnya kamu bisa mencintai aku, setelah sekian lama aku menunggumu” Rangga bahagia sekali sampai matanya berkaca-kaca.
Suasana itu menjadi sangat romantis. Lalu Rangga bertanya lagi.
“Sejak kapan kamu mencintaiku Vin?” tanya Rangga penasaran.
“Sejak kamu acuhkan aku belakangan ini. Aku merasakan yang aneh pada diriku ini. Aku seperti kehilangan sesuatu. Mungkin, karena kamu dulu sering mendekati aku” jawab Vina.
“Hahaha.. boleh aku jujur? Tapi, janji jangan marah?” tanya Rangga.
“Iya.. Apa?” jawabnya.
“Itu semua idenya Dila.. dia yang telah membantuku. Aku tak tau harus gimana lagi. Untuk mendapatkan hati kamu. Hasilnya luar biasa, kamu telah membuka hatimu untukku” jawabnya dengan tawa lalu senyum.
“Yaelaah… Dila lagi.. Dila lagi.. Awas dia.. Tapi, gak apa-apa kok Rangga.. Karena itu, aku jadi tau perasaan yang sebenarnya cinta ini ke kamu”
“Okeh.. makasih Sayang..” jawab Rangga lembut.
Mereka pun menjadi pasangan yang sangat romantis dan teman-temannya turut bahagia. Tapi, ada sebagian cowok yang sakit hati karena hubungannya mereka. Persis seperti Rangga yang mengejar-ngejar cintanya Vina. Sejak saat itu, Rangga tak lagi menjadi pujangga cinta lagi. Dia menjadi pujangga cinta hanya ketika dengan Vina saja. Vina pun senang dengan perubahan Rangga.

TAMAT

Cerpen Karangan: Widi Astuti
Facebook: widi astuti gosuksesgo

Cerpen Sampai Kapan pun merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perginya Cinta Monyet

Oleh:
Aira siswi kelas dua di salah satu SMP negeri di daerah Jakarta, kata temen dan keluargaku, aku cantik, hehe, yang penting PD alias Percaya Diri, memiliki kulit putih langsat

Me and Devil

Oleh:
Hari ini giliran Ino yang kebersihan kelas, dan dibantu dengan teman-teman yang lainnya juga. “Ino, tolong bersihkan penghapus papan tulis itu” kata temannya sambil menunjukan telak penghapus papan tulis.

Aku di Antara Keduanya

Oleh:
Langit yang cerah secerah hariku. Aku tau tak ada yang berbeda dari biasanya. Keributan antara Meta dengan Herman yang selalu membuatku sibuk pergi ke ruang guru. Memang dari dulu

Imagination

Oleh:
Musim semi kini tengah mewarnai kota Seoul. Banyak orang yang berjalan santai di tengah kesibukan kota Seoul hanya untuk menikmati indahnya musim semi. Begitu pula dengan Gwen Willems. Ia

Senyumannya Lembayung Senja

Oleh:
Bel pulang sekolah berbunyi dengan nyaring tanda hari berakhir, dengan dihiasi wajah murid yang kusam terlihat seperti hape yang sedang low bat, yah begitulah suasana sekolah kami, Nama ku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *