Sweet Cool Boy

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 10 October 2020

Semenjak kejadian memalukan di cafe itu, aku selalu bertemu dengan cowok itu. Contohnya, disaat aku tengah berangkat sekolah, pulang sekolah, pergi shopping, bahkan disaat aku tengah berbincang dengan para mantanku!

Aku sekarang tak tahu membedakan mana yang tergolong kebetulan dengan nasib buruk. Mengapa aku selalu bertemu dengan cowok itu? Ugh!

And now, aku tengah duduk di bangku salah satu cafe dan cowok itu menatapku tajam. Habis sudah kebahagianku hari ini. Aku pasti kena ceramah habis-habisan olehnya.

“Mengapa keluar di malam hari?” Tanyanya dengan nada yang dingin.
Aku menatapnya tak suka. “Memangnya apa masalahmu, penguntit?” Ujarku sewot.

Sesaat ia terdiam. “Gue hanya takut aja kalo cewek gue diambil orang lain.” Jawabnya.
Oh, astaga! Untung saja aku masih hidup saat ini. ‘Cewek gue’? Apa maksudnya ini?
“Maksudnya ap-”
“Lo mau jadi pacar gue?” Tanyanya.
“Hah?!”

“Pokoknya lo harus jadi pacar gue. Dan sekarang kita udah jadian!”
Mengapa dia yang memaksa? Aku, aku, ah sudahlah! Untung saja dia ganteng Kalo enggak? Mati tuh cowok.

Dan pada malam itu aku diantar pulang olehnya, jujur dia cowok yang dingin dan cuek. Akan tetapi, dia selalu punya caranya sendiri untuk membuatku berbunga-bunga.

“Pipi-pipi lo tembem.” Ujarnya sebelum aku turun dari mobilnya.
“APA LO BILANG TADI? Lo gak tahu betapa susahnya diet itu!” Betakku padanya.
Dia tersenyum, menampakkan lesung pipinya.

“Gue suka cewek tembem.”

Cerpen Karangan: Eka Septi Nurrahma
Blog / Facebook: Eka septi

Cerpen Sweet Cool Boy merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Maafkan Aku (Part 3)

Oleh:
Tak terasa 1 bulan sudah kami menjalin hubungan. Layaknya hubungan yang lainnya, perjalanan kami pun tak semulus yang kami dambakan. Hari ini, tepat 3 hari dimana Nada tidak memberikanku

Sebuah Kisah Klasik

Oleh:
Sejak dulu aku selalu menatap matanya dari jauh. Tapi aku selalu tak tahu bagaimana cara untuk menyapanya terlebih dulu. Aku selalu terdiam ketika dia berdiri di sampingku sambil menunggu

I Like You and You Like Me

Oleh:
“Triaaa loe tau ngga kalo di kampus kita tuh ada mahasiswa baru. Keren gila ciiinn, malahan sekelas kita lagi. Namanya Faiz. Bisa lah!” cerocos Febri yang mengejutkanku saat tengah

Detik yang Pergi (Part 3)

Oleh:
Tiga bulan berlalu. Kehidupan Franky terasa hambar tanpa kehadiran gadis yang dulu selalu menyambut kedatangannya di rumah. Setiap ia pulang kerja ia selalu memanggil Leah, tetapi saat itu juga

Some

Oleh:
Malam semakin larut. Suara kendaraan bermotor kian berkurang di jalan. Lorong-lorong mulai sepi mengikuti aturan waktu yang meminta. Beberapa kamar terisi sunyi, sedang yang lain beriring bunyi tetes dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *