Terselip Cinta di Bumi Perkemahan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 2 January 2018

Sinar mentari memeluk lembut tubuh ini, menghangatkanku dari dinginnya setetes embun pagi ini. Sebuah bus telah melaju membawaku menuju ke suatu tempat. Berhenti. Kini aku berada di sebuah taman bunga yang indah beratap langit cerah. Dari kejauhan terlihat seorang cowok berjalan ke arahku dengan senyumannya. Duak… aduh. Kepalaku terantuk kaca, menyadarkanku dari khayalan itu.

“Bumi Perkemahan Rama Shinta Prambanan” tertulis di sebuah papan besar yang kini menyambutku ketika turun dari bus. Ya, hari ini siswa-siswi SMP Negeri 2 khususnya kelas VII melaksanakan kemah sebagai kegiatan akhir tahun ekstrakulikuler pramuka. Kemah segera dimulai.

Hari pertama, waktu kami habiskan untuk mendirikan tenda, pengenalan lingkungan dan juga latihan upacara. Malam ini juga ada kegiatan komlap atau jelajah malam, kegiatan yang ditunggu-tunggu karena penuh tantangan. Tantangan pertama, membuat yel-yel untuk menentukan kelompok yang boleh jalan duluan. Sial, kelompokku dapat giliran paling akhir.

Jelajah malam telah selesai, itu artinya hari pertama telah terlewati. Aku duduk di depan tenda untuk beristihat sebentar sambil menikmati pemandangan megah yang kini tersuguh di depan mata. Ya, Candi Prambanan, candi peninggalan sejarah Hindu yang berdiri kokoh tak jauh dari area bumi perkemahan ini. Aku tersentak ketika tiba-tiba saja ada yang menghampiriku. Dia adalah Rafa anak kelas VII D teman sekelas sepupuku.

“Hay…” sapanya
“Ngapain kamu ke sini, ini kan area siswa cewek.”
“Tadi lewat terus lihat kamu ya aku mampir, mau minta nomor hp kamu. “
“Udah sana balik, nanti bisa dimarahin pembina.”
“Kamu kasih nomor hp kamu dulu aku baru balik.”
Akhirnya terpaksa aku memberikan nomor hpku pada cowok itu dan dia segera kembali ke area perkemahan siswa cowok. Ketika dia sudah berlalu aku baru menyadari bahwa pulpenku dibawa dia. Sialnya aku hanya bawa satu pulpen dan padahal aku sekretaris, masak sekretaris gak punya pulpen.

Hari kedua setelah kegiatan api unggun dan pentas seni dia kembali lagi ke tendaku.
“Ngapain ke sini lagi, oh iya mana pulpenku?” tanyaku
“Mau ngapelin kamu, hehe, ini pulpenmu.” katanya seraya menyerahkan pulpenku dan juga selembar kertas.
“Aku balik dulu ya.” katanya
“Iya, makasih ya”

Selembar kertas itu masih kugenggam, segera aku buka setelah dia berlalu. “I LOVE YOU” kata yang tertulis di kertas itu. Aku tersenyum untuk diriku sendiri, kemudian kusimpan kertas itu di dalam tasku.

Hari ini adalah hari terakhir di bumi perkemahan, artinya kemah ini akan segera berakhir. Aku sudah berada dalam barisan cewek untuk mendengarkan arahan dari pembina mengenai kegiatan terakhir kami yaitu jelajah wisata. Kualihkan pandanganku, hingga mataku menemukan Rafa yang kini sedang tersenyum kepadaku. Malu, aku segera memalingkan wajahku, kemudian pura-pura menunduk agar dia tak melihat bibirku yang masih senyum-senyum gak jelas.

Setelah kegiatan jelajah wisata berakhir aku dan teman-temanku segera bongkar tenda dan juga bersih-bersih, karena siang ini kami akan kembali ke sekolah. Aku duduk beralas rumput untuk istirahat sejenak setelah lelah bongkar tenda dan juga bersih bersih. Teman-teman yang lain juga sudah selesai membereskan barang-barang mereka. Kini kami istirahat sembari menunggu upacara penutupan.

“Lana, ini dari Rafa buat kamu.” kata seorang cewek sembari menyerahkan bentuk hati dari sebilah bambu.
“Buat aku?” tanyaku bingung
“Iya ini buat kamu” jawabnya
Tak segera kuterima, betuk hati dari sebilah bambu tadi ditaruhnya di atas tasku. Kulihat si pemberi, tersenyum memandang ke arahku.

Suara peluit mengharuskan kami untuk segera berkumpul di lapangan untuk mengikuti upacara penutupan. Acara kemah ini kami tutup dengan doa dan penuh rasa syukur. Rasa senang, sedih dan juga lelah bercampur jadi satu. Kemah telah berakhir, kini bus telah membawaku kembali ke sekolah tercinta, membawa serta kenangan-kenangan dan juga rasa yang baru saja ada di hati. Membawa pulang cerita cinta yang baru saja tercipta di bumi perkemahan, meski tak seindah cerita cinta Rama dan Shinta.

Cerpen Karangan: Irma Yulianti
Facebook: Irma Yulianti

Cerpen Terselip Cinta di Bumi Perkemahan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tanda Tanya Cintaku

Oleh:
Tepat pukul 04.00 suara Adzan Subuh dikumandangkan. Aku terlelap dari ranjang tidurku sambil menguap tanda masih mengantuk, aku terbangun dan menatap sang mentari yang kian menyapaku di jendela kamarku.

Akhir Cerita Sabtu Senja (Part 2)

Oleh:
Malam harinya, usai belajar Yuris memasukkan buku, tiba-tiba Yuris teringat tas kecilnya. Saat akan menanyakan pada Hermin, Yuris teringat bahwa tas kecilnya pasti tertinggal di bawah pohon dekat jembatan.

06.25 AM Ali

Oleh:
Gadis itu memelukku sangat erat, seakan takut aku pergi. Sebagai balasannya aku kembali memeluknya, membelai helai rambutnya yang terasa lemnbut. Mungkin aku memang membutuhkan saat seperti ini, aku harap

Toilet Yang Berbahaya

Oleh:
Rasa cemas, gelisah, was-was dan takut itu yang menghampiri gue jika menumpang BAB di rumah orang lain. Rasa tak enak hati mungkin itu yang menjadi faktor utamanya. Ya karena

Dicomblangin

Oleh:
Kenalin nama gue Yusuf Abdul Rahman (baca: Ucup) gue adalah seorang Mahasiswa labil yang baru saja merasakan kebebasan setelah tiga tahun terperangkap dalam dunia kegelapan dan kealayan anak-anak SMA.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *