Wajah di Balik Topeng

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 9 May 2020

Drtt… drttt
Ponselku terus saja berbunyi tanda seseorang meneleponku. Aku berdecak kesal melihat siapa penelepon itu.
“Apa apaan ini Seli? Pagi buta begini kau sudah mengganggu…”

Mendengar alasannya membuatku semakin malas.
“Aku tak akan ke pesta ulang tahunmu.”
Seli terus terusan membujukku untuk hadir di pesta ulang tahunnya. Suaranya tertahan ingin menangis karena ini adalah ulang tahunnya yang ke 17

“Baiklah, aku akan hadir. Tetapi bolehkah kau yang mempersiapkan topengnya untukku?”
“Tentu” balasnya dari seberang sana
Dari nada suaranya pun aku tau moodnya sekarang menjadi lebih bagus. Karena sudah terlanjur bangun pagi lebih baik aku mandi dan menemani Erik yang tengah bermain dengan papa di bawah.

“Pa, ada jas yang bisa Anton pinjam ga?”
Papaku terlihat terkejut karena untuk pertama kalinya aku menghadiri pesta. Namun ekspresinya tentu kembali normal.
“Mama kan ada beliin jas. Mama taruh di lemari papa, coba kamu lihat”
Entah muncul dari mana mamaku ini langsung saja ceplas ceplosnya
Karena aku sudah mempunyai jas lebih baik aku memilih sepatu yang akan kupakai sore ini.

Ah, kepalaku sakit. Bagaimana bisa aku ketiduran di ruang tamu? Seingatku aku sedang bermain dengan Erik.
Jam ponselku menunjukkan pukul 16.30
Sudah sore sekali! Lebih baik aku segera bersiap sebelum dimarahi oleh seorang Seli.

Aku tiba di rumah Seli sekitar pukul 17.10
Kulihat ia sudah memakai gaun lengkap dengan aksesoris dan heels favoritnya, pesta ulang tahunnya sangat ramai hari ini. Hampir saja aku terjatuh karena menginjak gaun seorang tamu di pesta itu.

“Selamat sore, hari ini seperti yang saya tulis di kartu undangan tamu diharapkan memakai topeng yang dibawa.”
Pembawa acara yang entah muncul dari mana itu berhasil mengejutkan semua tamu undangan Seli dengan suara yang menggema di seluruh ruangan.
Seli menyodorkanku sebuah topeng. Topengnya mempunyai ukiran yang sangat indah tentu saja tak lupa aku mengucapkan terimakasih.

Beberapa menit setelah itu tamu undangan telah memakai topeng masing masing. Tamu undangan laki-laki dan perempuan dipisahkan, dengan aba aba dari pembawa acara akhirnya kami disuruh untuk mendekati pasangan kami secara acak.

Aku mendapatkan seorang pasangan yang kuterka dia seorang perempuan yang mungkin seumuran dengan Seli. Tangannya halus dan bau parfumnya pun tercium.

“Para tamu undangan dipersilahkan berdansa dengan pasangan yang tadi dipilih secara acak”

Lampu menyala secara redup tak membiarkan kami para undangan untuk melihat wajah dibalik topeng itu.
“May I?” tanyaku dengan sopan
Perempuan itu tersenyum kecil dan mengangguk pelan kemudian memegang tanganku.

Musik dansa terus mengalun, memberi kesempatan kami dua insan untuk saling berinteraksi lewat gerak tubuh.
Tak sengaja perempuan itu menginjak kakiku
“Maaf..”
Satu kata yang terlontar dari mulutnya sudah membuatku kaget, suaranya begitu halus dan kecil. Aku hanya membalasnya dengan anggukan pelan. Tanpa kami sadari 6 menit pun telah berlalu. Waktu dansa telah habis.

“Sekarang kita tiba di ujung acara. Para tamu undangan dipesilahkan untuk membuka topeng dan melihat pasangannya masing-masing”

Lampu menyala dengan terang, aku membuka topengku. Begitu juga dengan perempuan yang tadi berdansa denganku.
Wajahnya sungguh memikat, rambut bergelombangnya begitu serasi dengan gaun hitamnya. Wajahnya ia poles dengan sedikit dandanan secara natural. Aku terdiam seribu kata.

Aku jatuh cinta dengan perempuan yang berdansa denganku.

Cerpen Karangan: Avrilicia

Cerpen Wajah di Balik Topeng merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pelangi Setelah Hujan

Oleh:
Namaku Fadara Anastasha. Semua orang sering memanggilku Dara. Aku ditakdirkan menjadi wanita yang memiliki kekurangan. Aku Lumpuh sejak lahir dan tidak akan bisa berjalan selamanya. Entah kenapa aku sangat

Cinta Rani

Oleh:
Cinta. Aku tak tahu bagaimana ia bermula yang aku tahu ia mengalir begitu saja, hingga aku merasakan sesuatu yang berbeda darinya. Seperti kisah ini, entah bagaimana mulainya tapi yang

Juliet Dan Romeo

Oleh:
Langit biru terbentang luas di depan mataku. Tapi yang dapat ku lakukan hanyalah melihatnya dari balik kaca jendela. Ingin sekali rasanya aku menatap langit langsung dengan kedua bola mataku.

Pangeran 15 Menit

Oleh:
“Tidak ku sangka 15 menit yang cukup singkat menjadi detik – detik terakhir orang itu. orang yang ku tempatkan di tempat khusus di hatiku. Dialah Pangeran 15 Menit…” Namaku

Resmi Pacaran

Oleh:
Hai namaku erica anggraini aku mempunyai teman namanya tyo anggara Pagi sudah datang adzan pun berkumanda semua umat islam menunaikan sholat subuh, ibu memanggilku untuk sholat subuh “Rica sholat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *