Wanita Di Tengah Sunset

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 17 October 2017

Hai kenalkan namaku Jofrandy Wijaya, aku sering dipanggil Jofran. Aku bersekolah di SMP TUNAS BANGSA. Aku sangat menyukai senja di tepi pantai.

Hari ini aku harus masuk sekolah setelah libur beberapa hari. Pagi ini aku bergegas kesekolah dengan mengayuh sepeda, sesampainya di sekolah aku memakirkan sepedaku. lalu berjalan ke kelas, baru saja sampai di kelas udah pada dikejar cewek (memang sih gue itu terkenal jelas jelas gue ketua basket dan vokalis band sekolah).

Lalu gue duduk di bangku yang di sebelah gue itu kosong karena beberapa minggu yang lalu dia pindah sekolah, jadi gue duduk sendiri. dan jam istirahat pertama pun tiba seperti biasa aku selalu bermain basket karena itu merupakan hobiku.

“hai gangs main basket yok..” ajak ku sama anggota gangsku.
“ayok…” jawab anggota gangs ku serentak.
Sampai jam istirahat habis dan melanjutkan pelajaran.

Dan jam pulang itu tiba aku kembali bermain basket sampai jam 16.00.
– jofran kapan pulang mama sudah tungguni.? – sms mamaku.
– bentar lagi pulang lagi main basket. – jawabku.

“aku pulang dulu mama cariin..” sambungku sambil memberikan bola basket ke kawanku lalu berjalan menjauh.
“ok.. besok main lagi. hati hati!” kata kawanku.

Biasanya aku pulang melewati pantai dan aku juga melihat sunset di sana. dan kali ini ada hal yang berbeda, di tempat biasa aku duduk meliaht sunset sekarang berdiri seoeng wanita dengan rambut tergerai, aku tertarik untuk berjalan mendekatinya.
“Hei..!! kamu juga menyukai sunset?” tanyaku kepada wanita yang dari tadi memandang ke tengah pantai.
“ehm.. aku sangat menyukai sunset, emang kamu juga suka sunset?” tanyanya padaku.
“suka banget, menurutmu sunset itu gimana?” berjalan untuk menyetarakan tegakku dengannya.
“sunset itu mengingatkanku pada hal hal dulu yang pernah terjadi. menurutmu gimana?” paparnya singkat.
“bagiku sunset itu membuat akhir hari yang sempurna, aku bahkan tidak ingin melewatkan sehari pun tanpa meliha sunset.” jawabku.

Setelah itu kami saling diam melihat sunset setelah tak beberapa lama hening, aku mulai lagi membuka pembicaraan.
“Dari tadi kita bicara, tapi aku belum tau namamu siapa?” tanyaku.
“oh iya namaku Renita Putri. namamu siapa?” menjawab sambil sedikit tersenyum.
“Jofrandy Wijaya.” aku membalas senyumnya.
“namamu bagus..” katanya.
“namamu juga bagus, sunsetnya sudah tenggelam, aku harus pulang sekarang. senang bertemu senganmu Reni.” kataku sambil berlangkah pergi dan meninggalkannya sendiri.
“senang bertemu denganmu. kuharap kita dapat bertemu lagi.” jawabnya.
Lalu aku berbalik badan ke belakang dan hanya tersenyum dan berjalan kembali ke rumah.

Sesampainya aku di rumah aku selalu saja memikirkannya. dan seperti biasa aku bersekolah dan sorenya menikmati sunset bersama Renita.

Hubungan kami semaki dekat saling meletakan hati satu sama lain.
“kalau aku boleh jujur aku menyukaimu reni.” kataku.
“aku juga menyukaimu jofran.” jawab renita.
“mau kah kau menjadi bagian dari diriku, wanita di tengah sunset?” tanyaku sambil memengang tangan reni.
“aku mau, aku ingin kita dapat meninkmati sunset bersama.” jawab renita.
Hanya sunset yang menyaksikan hubungan kami.

“sunset yang indah…” kataku berbisik.
“sunset itu indah, tapi lebih indah cinta kita ditemani sunset…” jawab renita. lalu kami kembali menyaksikan sunset.

Cerpen Karangan: Winne Chintia
Facebook: Winne Chintia
Aku bersekolah di smp dharma loka pekanbaru…
Jika ingin berkenalan lebih jauh lewat facebook ya…
Salam kenal untuk semuanya…
SELAMAT MEMBACA

Cerpen Wanita Di Tengah Sunset merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tunggu Aku Sampai Tiba Waktunya

Oleh:
Kehidupan sering mengajarkan kita tentang segala hal. Di antaranya percintaan, persahabatan, kegembiraan dan lain sebagainya. Nadin siswa smp kelas dua, dia mempunyai sahabat yang baik bernama nia. Mereka selalu

Kabut Pulau Tanpa Nama

Oleh:
Hari ini rencana anak-anak untuk menyeberang ke pulau kecil tanpa nama itu batal total. Dengan sangat terpaksa mereka tidak jadi pergi ke sana, pasalnya air laut sedang pasang. Dan

Psikosis

Oleh:
Hujan deras membasahi seluruh tubuh Leia. Padahal hari ini ia harus pulang secepat mungkin. Atau hukuman menantinya. Leia mencoba menerobos hujan. Tapi ia sama sekali tak dapat menahan rasa

Pangeran Kecilku

Oleh:
“Bangun pagi kuterus mandi… tidak lupa menggosok gigi… abis mandi kutolong ibu… membersihkan tempat tidurku…” Alarm handphoneku berbunyi kencang di telingaku, karena semalam aku lupa mencabut headset dari telingaku

Skenario Terindah

Oleh:
Matahari di kota Jogja pagi ini seolah tersenyum menyapa ku dengan begitu manisnya. Semanis hatiku yang saat ini sedang berbunga-bunga, karena kemarin aku baru saja lulus sidang skripsi dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Wanita Di Tengah Sunset”

  1. Dean aditama rayoga says:

    Cerita yg bagus tp knp gk dlanjutin kn gk enak klw gk tau gmana ending ahirnya,sedih atau bahagia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *