Belai Aku Dengan Rintik Hujanmu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Sastra
Lolos moderasi pada: 10 April 2017

Selimut putih yang kau titipkan atas dasar saling suka, kini pupus dihapus rasa cemburu. Teringat sedikit kisah dimana senja meronta ditinggal surya, dimana cemara layu karena kurang cumbu dari sang ibu. Kasih awan yang dulu kita lihat bersama kini menjauh dalam bayangan lara. Kertas kosong yang kau berikan untuk menulis secarik makna dari kata cinta masih terlihat tegar menghadapi kehidupannya sebagai saksi di atas pelaminan kita. Engkau yang katanya pergi ke negeri teman sendiri, engkau yang katanya merantau tanpa sebrangi pulau. Terlihat jelas di gemerlip mata indahmu rintikan hujan dari langit lain telah nyamankan dirimu.

Aku yang selama ini tau jati diri seorang lelaki sejati, runtuh dalam imajinasi kata suci. Dering alarm yang selalu kau putar saat malam hari tuk bangkitkan jiwa menghadapi perawan pagi, telah berkarat mungkin sekarat dalam dekapan erat yang berakhirkan kata tamat.

Belaian lembut kuharap darimu yang perkasa ternyata hanya khayalan akan indahnya syurga. Mimpi seorang bidadari karena dusta makhluk pribumi telah banyak terurai dalam kisah ilahi. Syair Lahul Mahfudz telah lelah mencatatkan kehidupan yang selalu sunyi. Beribu pengaduan telah ia tujukan pada sang Tuhan, tapi Tuhan tahu kapan ia harus hadapkan sang umat di sisinya

Tubuhku yang semakin mengering karena sebuah dosa luar biasa. Aku hanya pinta satu cita-cita padamu sang kuasa. “Belailah aku dengan rintik hujanmu, sehingga saat sangkakala menjemputku terlebih dahulu. Buat aku terlena hingga lupa akan secarik makna kata cinta, hingga pintu syurga terpandang jelas di depan mata yang hampir buta”.

Akulah tanah yang selama ini terbelah karena tak kuat bendung dosa semua Khalifah. Aku ingin lebih terbelah dan terus terbelah hingga akhir sebuah masa, hingga senja menghargai perjuangan si surya.

Cerpen Karangan: J Rasta
Facebook: Keceng Da Costa
Nama: Rizky Arifian
Umur: 15 tahun
Pekerjaan: pelajar SMA

Cerpen Belai Aku Dengan Rintik Hujanmu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Senja Bersamamu (Part 2)

Oleh:
Drrttt.. Tak lama kemudian aku mendengar getar dari Hp ku. Aku rasa orang tadi membalas pesanku. ‘Ini aku adnan, Kanaya’ aku mengerutkan kening. Kanaya? Batinku. Untuk apa ia menghubungiku

Difusi Pagi

Oleh:
Hari masih muda dan masih pagi matahari untuk tiba, kau sudah menggamit tanganku untuk menuruni anak tangga, yang jumlahnya ratusan, yang pinggir-pinggirnya cukup tajam karena penuh dengan koral buatan.

Lelaki dan Pohon Cemara

Oleh:
Di bahu jalan terdapat sebatang pohon cemara yang tumbuh rindang. Sudah dua puluh tahun pohon itu menemani Jalan Harapan. Di bawahnya terdapat beberapa bangku yang terbuat dari kayu. Walaupun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *