Dibalik Kisah Candi Brobudur

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Sastra
Lolos moderasi pada: 3 November 2017

Iya, candi itu memang memberikan kebahagian tersendiri, memiliki sepanjang makna segelintir sejuta harapan, kala aku mengingat Candi itu menyimpan berbagai keindahan yang tidak ada duanya, Candi yang memiliki keidahan pada batu-batu terpangpangnya. Aku sadari itu, mengingatpun aku kembali pada cakrawala taburan bebatuan, mengheningpun aku terfikir oleh reremumputan hijau pinggiran candi. Saat itu pula aku melihat berbagai dua sejoli merajut cinta, menabur kasih bahagia, aku pandangi mereka sungguh mengindahkan pandangan di rona mata, mereka duduk bersama, mengasikkan asmaranya ke dalam lamunan cinta tanpa merana, sembari layaknya burung merpati berpasang-pasangan.

Aku merenung sejenak “Ah… tidak mungkin aku seperti mereka, aku-aku dan ya mereka-mereka” terlintas di benak “Apakah aku seperti merpati yang terbang bersama pasangannya” lagi-lagi pemandangan itu menghantui, aku tak memikirkan hal itu, aku adalah lilin yang tak akan mungkin bercahaya, jika tidak ada yang menghidupkan.

Asmaraku gelap tanpa ada terang dan tanpa ada cahaya yang meneranginya, Ya aku adalah Sebatang lilin yang tak bercahaya, Andai cahaya lilin itu hidup dengan terang benerangnya. Namun, tidak bisa seperti itu, Lilin itu tak hidup terhembuskan oleh senja-senja segemelintir angin, pada syahdan itu.

Aku menyusuri bebatuan candi setiap kotak-kotak bebatuan itu memberikan isyarat, isyarat apakah itu? Entahlah apa yang terjadi, Desiran angin pun mulai menerpa tubuhku yang sudah lemas, matahari menjalari setiap langkah kecilku, Setapak demi setapak langkah kakiku mulai merasakan lelahnya menyusuri bangunan-bangunan candi, Aku merenung tentang diriku, aku melamun tentang asmaraku, aku menyerah tentang masa depanku. Tuhan… apakah diriku tak bisa bangun dari keterpurukan ini, Haruskah aku seperti ini? Tidak tuhan, aku harus bangkit dan bangun.

Sungguh bunga bunga yang tak lagi menebarkan wanginya, tak lagi memberi hiasan pada kupu-kupu. Berjalannya detikan jam tangan bersamaan hadirnya wanita di depan mataku, Mata yang memandangi dengan asmara, senyum pandangan pertama yang tak bisa melupa. aku tak tahu, aku linglung, aku terdiam kala itu. Hati yang tak ada menemani, hati yang setiap malamnya bersama sunyi. “Oh tuhan… Apakah wanita ini yang kau kirim lewat doa-doa malam”. Iyaa aku yakini wanita itu adalah wanita yang yang memberikan hidup, wanita yang akan menemani sehari-hari..

Tak berpikir panjang senyum balas senyum. tawa balas tawa, keluarlah asmara-asmara memberi kabar bahagia.Candi Borobudur mengubah segala-galanya.

Cerpen Karangan: Hendra
Facebook: Hendra Anusapati

Cerpen Dibalik Kisah Candi Brobudur merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Satu Langkah Di Atas Langit

Oleh:
Dunia memang tak selalu seperti apa yang diharapkan tapi kenyataanlah yang harus dijalani. Pun dengan hidupku, tak seorang pun menginginkan hidup yang terlahir dari keluarga yang tak berada. namun

Si Jal*ng

Oleh:
Ia menyeka wajahnya dengan kapas basah. Ia menyeka wajah yang sudah seperti tanah tak bertuan, jerawat tumbuh dengan liar seperti belukar. Atau mungkin lebih serupa dengan pemukiman kumuh di

Ratapan Penyesalanku

Oleh:
Jika aku bertanya, apakah aku menyukai takdir? Untuk beberapa hal aku akan menjawab, ya. Tapi, apakah kau tahu. Masih ada banyak takdir yang tak aku mengerti. Takdir itulah yang

Sajak Aliran Sungai

Oleh:
Aku mematung seperti manusia yang tak bernyawa. Tak percaya jika semua akan berubah dan hilang. Aku harus bangkit dan berusaha tak memikirkan dirimu. Bukannya itu masa lalu dan peristiwa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *