Akhir Hayatku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 23 December 2016

Diwaktu senggangnya, Annira gadis remaja berusia 17 tahun senang menyanyikan lagu-lagu KPOP, yaaa, Annira adalah seorang fangirl KPOP, dia adalah seorang yang berkepribadian introvert plegmatis, dia sangat slow, bahkan dalam situasi genting sekalipun, dia tidak akan marah kecuali sudah tertekan.

Dia adalah orang yang sangat pemalu, dia mudah dekat dengan orang yang baru saja dia kenal, apalagi kalau orang itu mempunyai hobi yang sama dengannya. Meskipun Annira mudah dekat dengan orang lain, tetapi dia tidak terlalu suka bergaul, terutama yang sifatnya jelek, seperti sombong, suka pamer dan lain lain.

“Mempunyai teman sedikit saja, aku sudah senang” begitu pikirnya.
Annira sangat sulit menunjukan ekspresinya, wajahnya terlihat datar atau tanpa ekspresi, oleh karena itu orang lain sering menganggapnya sebagai anak yang jutek, menyebalkan dan semacamnya.

“Tidak apalah, mereka menilaiku negatif, aku tidak peduli, karena mereka hanya menilai dari luar, yang mengetahui sangat diriku kan, ya aku sendiri, walau memang yang berhak menilai diriku ya orang lain” dia selalu bepikir begitu.

Annira menderita sakit yang cukup parah. Dari kecil Annira sering sekali sakit, hingga dewasa, dia masih sering sekali sakit, tapi dia tidak ingin kalau teman-temannya tahu, dia ingin dianggap sama seperti anak normal lainnya.

Hingga suatu hari sakitnya bertambah parah, bahkan sangat parah, seharusnya dia diopname tetapi dia tidak mau, alasannya karena takut diinfus dan sebagainya.
Dan akhirnya dia hanya dirawat jalan, dan harus mengkonsumsi obat yang sangat lain dari pada yang lain selama 6 bulan.
Setelah 6 bulan itu sakitnya sembuh, tetapi sebulan kemudian kambuh lagi. Dan sampai sekarang dia sudah dinyatakan sembuh, tetapi masih sering kambuh.
Dia selalu berpikir tentang kematian, bagaimana kalau usiaku hanya sampai 20an?, apakah mereka masih mengingatku?, apakah aku masih sempat membahagiakan ibuku? dan lain lain.

Di kelas…
“Lupakan, ya memang benar, di dunia ini memang tidak ada yang abadi, semua orang pasti akan kembali ke tanah saat tiba waktunya, kenapa aku sangat takut?, sebenarnya apa yang aku takuti? Aku takut meninggal atau aku takut situasi setelah aku meninggal? hmmm. Aku juga sangat khawatir pada ibuku” lamun Annira.

“Duaaaaaar…” Nara mengejutkan Annira
Nara adalah sahabat Annira dari SD, dia juga seorang KPOPers.
“Aduh Nara, kau mengagetkanku saja”
“Hahaha, maafkan aku Annira, habisnya kau dari tadi hanya melamun, kan aku takut kalau kau kesambet, oops”
“Hahaha, apaan sih? Aku enggak apa-apa kok Nar”
“Hmmm, hei aku kenal kamu dari SD ya An, aku sangat memahamimu, pasti kau sedang memikirkan sesuatu”
“Hahaha, aku benar enggak apa-apa kok, slow aja, aku hanya berpikir tentang konser B.A.P bulan depan, aku ingin sekali menontonnya, semoga aja tabunganku cukup”. Maafkan aku Nara aku sudah berbohong. Batin Annira.
“Oh iya, konser B.A.P ya, aku juga pengen banget nonton, yaa, sepertinya sih, tabunganku sudah lebih dari cukup untuk nonton konsernya bulan depan, tabunganmu pasti cukuplah, secara kita kan menabung sudah lama untuk nonton konser bulan depan”
“Iya sih, mudah-mudahan cukup deh, oh iya kalau kita nonton, jangan lupa bawa light stick ya, oke”
“Oke, pasti lah bawa, enggak afdol kalo enggak bawa”

Tiiiiiing… bel masuk pun tiba, Annira dan Nara mengakhiri obrolan seru mereka, dan Nara pun kembali ke kelasnya karena mereka berdua tidak satu kelas kali ini.

Pulang sekolah…
“Annira… Panggil Nara dari kejauhan”
“Eh, Nara”
“An, hari minggu temani aku belanja ke Blok M Square yuk, aku pengen beli Kstuff B.A.P yang lain nih sekalian sama tiket konser B.A.P”
“Oke, aku ikut, aku juga mau beli”

Hari Minggu…
“Assalamu’alaikum, Annira… ini Nara…” panggil Nara dari depan rumah Annira
“Wa’alaikumussalam, iya Nar, i’m coming… tunggu yeh”
Annira dan Nara pun pergi ke Blok M Square dengan Busway, sesampainya disana, mereka langsung pergi ke toko KPOP langganan mereka, setelah beli barang yang diinginkan, sebelum pulang mereka membeli es krim dulu.
Di kamar Annira sedang menulis diary…
“Aku enggak tau akan bertahan sampai kapan, semoga aja aku masih ada agar bisa menonton konser B.A.P, sepertinya penyakitku parah lagi”

Di Kelas…
“Hei An, aku datang lagi, hahaha” Ucap Nara kepada Annira
“Oiii, Nara, hahaha, tinggal menghitung hari nih konser B.A.P, aku udah enggak sabar nih”
“duh, sama An, aku juga udah enggak sabar banget niih, pengen liat Oppadeul” *mata Nara berbinar-binar.

Di Rumah Annira…
“An, hari Sabtu kita ke rumah sakit ya, kamu harus chek up, katanya mau nonton konser B.A.P bentar lagi” Ucap Ibu pada Annira
“Oke bu, akan Annira lakukan demi konser B.A.P… Fighting!!!”

Hari Sabtu…
Tiba saatnya chek up. Selesai chek up, Annira menunggu di ruang tunggu bersama ibunya. Mendengar hasil chek up, mereka kaget, karena hasil menunjukan kalau Annira harus segera dioperasi dan dijadwalkan operasi pada Sabtu depan.

Di rumah…
“Bu, Annira enggak mau operasi, pokoknya Sabtu depan Annira mau nonton konser B.AP”
“Tapi, An, kamu harus operasi, kalau enggak…”
“Udahlah bu, Annira enggak apa-apa, bahkan setelah nonton konser B.A.P, ibu tenang aja, Annira maksa loh, Annira pengen banget nontonnya, udah nabung juga, dan udah cukup, lebih malah, please bu, ini pertama kalinya Annira melihat oppadeul B.A.P secara langsung, walau untuk terakhir kalinya”
Dan akhirnya ibu Annira pun mengizinkan Annira untuk nonton konser B.A.P, walau sebenarnya sangat berat baginya untuk memberikan izin, karena berkaitan dengan nyawa anak tunggalnya tersebut.

Hari Senin di sekolah…
Seperti biasa, Nara pergi ke kelas Annira untuk mengobrol tentang KPOP, dan tentu saja membahas konser B.A.P yang akan berlangsung Sabtu depan.
“An, aku bener bener bener banget udah enggak sabar pengen liat konser B.A.P sabtu depan… aduuh, pasti oppaddeul ganteng-ganteng baget ya, tinggi, keren, duh” mata Nara berbinar lagi
“duh, aku juga udah bener bener bener bener banget enggak sabar, rasanya tuh pengen cepet-cepet liatnya”
“kita harus sabar An, enggak sampe seminggu kita nunggunya nih”
“iya, lima hari lagi”

Tiiiiing… bel masuk
Nara kembali ke kelasnya. Dan di kelas Annira sedikit pusing.
“Aduh, aku agak pusing nih, eh, enggak boleh berprasangka buruk ah, aku harus tetap sehat agar bisa nonton konser B.A.P sabtu depan… Fighting!!!”

Hari Sabtu… konser B.A.P
Tiba saatnya konser yang dinanti, Annira dan Nara pun berangkat ke tempat konser dan tidak lupa membawa tiket dan light stick.
Sesampainya disana, mereka sangat bahagia karena bisa melihat idolanya secara langsung. Mereka berantusias sekali.
Selesai menonton konser, mereka langsung pulang ke rumah masing-masing dan langsung tidur.

Hari Minggu… setelah konser B.A.P
“Annira, bangun nak… sudah pagi nih, waktunya sarapan” panggil ibu dari balik pintu kamar Annira. Annira tidak menjawab, ibu pun masuk ke kamarnya
“Nak, bangun nak” Ibu bicara berulang-ulang, tetapi Annira tetap tidak bangun
Setelah ibu mengecek Annira, Inalillahi wa innailaihi raji’un, Annira sudah meninggal. Ibu pun langsung menangis dan siangnya Annira pun dimakamkan.

Begitulah Annira, fangirl KPOP yang sangat mencintai idolanya, walau mengetahui kalau dirinya sedang sakit parah, dia tetap ingin menonton konser idolanya, meski untuk terakhir kali, dan hingga akhir hayatnya pun, dia tetap menjadi KPOPers.

TAMAT

Cerpen Karangan: Ajeng Novriann Putri
Facebook: Ajeng Novrianna
Hai, aku Ajeng Novrianna Putri Pradittasary. Biasa dipanggil Ajeng. saat ini aku kelas 12 Smk.
FB: Ajeng Novrianna
Twitter: @ajeng_novrianna
ig: ajeng_novrianna

Cerpen Akhir Hayatku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kasih Sayang Seorang Ayah

Oleh:
Hai namaku Aisyah, aku hidup bersama ayahku. Ibu ku sudah meninggal saat ibuku melahirkanku. Aku tak sempat untuk melihat wajahnya. Tapi foto-foto ibulah yang membuat ku menjadi semangat. Ayah

Anak Koruptor

Oleh:
Tetesan air hujan bagai sebuah piano yang mengeluarkan melodi indah. Suara yang hampir setiap harinya menemani gadis yang tengah menunggu bus di halte-bila musim hujan tiba. Gadis itu dilihat

Cinta dan Takdir

Oleh:
“Jay, lihat gadis itu!” Jill menunjuk ke arah seorang gadis berambut pendek cantik yang baru saja ditinggal mobilnya. “Aku ingin punya sahabat seperti itu. Dan mungkin ia bisa aku

I Promise, Best Friend

Oleh:
Pagi Ini, aku ingin jalan-jalan bersama sahabatku, Elisa. Kami sangat dekat sudah hampir lima tahun. “Elisa!” seruku. “Eh, Zahra,” kata Elisa. “Mau ke Taman Cendrawasih, nggak?” tanyaku. “Yuk, kapan?”

Ayah, Aku Rindu Padamu (Part 2)

Oleh:
Entah mengapa kini aku telah berada di ruangan dingin dan terang, aku membuka mataku perlahan. Ini dimana? “Senja, kamu udah bangun?” ujar ibuku yang seketika berada di sampingku bersama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *