Akhir Persahabatan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 5 August 2017

Pagi itu, suasana sangat Indah sekali. Kuawali hari-hariku dengan senyum lebar dan mengharapkan sebuah mimpi yang belum tercapai. Andai saja, aku bisa mengulang masa-masa Indah bersama sahabat yang dulu aku kenal dia orang yang sangat akrab denganku. Dan sekarang, ia telah berubah. Hanya karena waktu itu aku sedang mara karena egoku yang tak terkontrol lalu aku memarahinya tanpa sebab, mungkin itu yang membuat dirinya menjauh dariku.

Sudah 4 Bulan kami tak seperti dulu, yang sering berbicara, bermain, berkumpul bersama sudah tak lagi kami lakukan. Kami juga jarang menyapa. Ini yang membuatku semakin terpuruk dalam menjalin persahabatan yang rumit. Aku pun menahan semua ini, dan aku pun berubah. Aku menjadi seorang yang pendiam dan tidak banyak bicara seperti dulu. Aku juga semakin tertekan karena penyakit asmaku yang sering terjadi setiap hari. Aku rasa banyak cobaan aku alami.

Hari itu, aku memulai hari-hariku seperti biasa, aku pergi ke sekolah dengan harapan yang tinggi. Sesampainya di sana aku melihat dari atas ke bawah arah lapangan. Aku melihat-lihat orang yang berdatangan. Kuhirup udara dengan tenang. Tiba-tiba seseorang datang dan menghampiriku. Ternyata itu Sasa.
“Hey…! Lagi ngapain?” tanya sasa
“Gak papa, lagi ngirup udara segar aja.” ucapku
“Gimana kesehatanmu Vi baik aja kan?” tanya sasa
“Aku bingung sa, aku semakin tertekan dengan hubunganku sama Nabila, ia semakin menjauh dariku, aku merasa bersalah.” jawabku dengan tertekan
“Udahlah, jangan gitu! Lebih baik kamu fikirkan kesehantamu, aku takut kamu kenapa-napa.” ucap Sasa
“Makasih yah, Sa!” jawabku
“Ya udah, kamu jangan sampe kecapeaan, loh!” ucapnya
“Iya, deh!” jawabku

Aku pun masuk ke ruang kelas, tiba-tiba kepalaku terasa pusing berat, tak tahan aku menahan rasa sakit, aku pun jatuh dari tempat duduk dan tak sadarkan diri. Setelah beberapa jam, aku terbangun dan membuka mataku, lalu aku melihat di sekelilingku bahwa aku sudah berada di rumah sakit. Aku pun kaget, karena aku merasa hanyalah pusing dan pingsan biasa.

Tiba-tiba orangtuaku datang dan menangis di dekatku.
“Nak, kamu kuat ya.. Semuanya akan berjalan baik.” Ucap ibuku dengan sedih.
“Ada apa ini? Ibu, ayah ada apa? Sampai aku masuk rumah sakit.” ucapku
“Hmm.. Sebenarnya kamu terkena penyakit kanker otak, nak. Tapi, tak apa, ayah dan ibumu telah menyiapkan dokter untuk menyembuhkan penyakitmu” jawab ayahku
“Gak, yah! Namanya kanker kemungkinan kecil ia bisa selamat, ujung-ujungnya juga mati!” jawabku
“Nak, tenang.. Ibu tau walaupun kamu sudah stadium 3 itu memang parah. Tapi, malaikat seperti kamu bisa kok bertahan hidup lebih lama dan apalagi kamu anak satu-satunya.” jawab ibuku
“Iya, bu. Makasih, tapi aku boleh gak pulang ke sekolah aku kuat, kok!” ucapku
“Jangan, nak! Nanti kamu cape, kasian kamunya.” jawab ibuku
“Tapi, bu..” ucapku
“Kamu gak boleh keluar, lebih baik kamu tidur saja.” jawab ibuku
“Baiklah..”

Aku pun berdiam di situ, aku pun sangat-sangat kesal. Aku tak menyangka banyak cobaan berat yang datang. Andai, aku bisa bertemu dengan Nabila untuk terakhir kalinya. Aku tau, hidupku tak akan lama lagi. Serasa aku tak bisa menahan semua ini. Sungguh sakit!. Aku pun meminum obat yang ada dan beristirahat.

Keesokan harinya, aku terbangun agak kesiangan. Aku tau, hari ini aku tak bisa bersekolah. Tiba-tiba sekumpulan teman-temanku datang menjengukku dan mendoakan aku. Aku sangat berterimakasih. Tapi aku sangat kaget, kerena ada Nabila dan Sasa yang ikut menjengukku dan membawa seikat bunga dan menghampiriku. Aku pun meminta agar kami cuman bertiga di sini.
“Vi, maafkan aku..” ucap Nabila
“Iya Vi, aku juga. Aku sayang banget ama kamu.” ucap Sasa
“Sudahlah, aku juga tau. Memang pantes kamu marah sama aku Nabila. Dan aku juga akan pergi sebentar lagi.” jawabku
“Vi… Jangan gitu” ucap Nabila dengan menangis
“Iya Vi, ini bunga untukmu tanda persahabatan yang udah kita jalin walau kita gak sekelas.” ucap Sasa
“Makasih, yah! Tapi, maaf aku harus pergi duluan.” ucapku

Aku pun tak sanggup, mataku mulai tertutup perlahan. Tak kurasa, aku telah pergi meninggalkan mereka. Sungguh, persahabatan yang berakhir Indah, walau tak seindah seperti dulu. Aku harap mereka tetap mengingatku. Aku tau mereka sangat sedih kerena kepergianku.

Cerpen Karangan: Fiona Christianni
Facebook: Fiona Christianni
Fiona Christianni seorang murid di SMPN 1 Banjarmasin. Jika ingin memberikan kritik dan saran dapat di aku facebook: Fiona Christianni
Dan akun line id: fiona1404

Cerpen Akhir Persahabatan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


1 Jam Saja

Oleh:
Ini tentang Dia. Tentang seseorang yang membuat waktu Lisqia tersita dengan perlahan. lisqia tak pernah ingin meminta kepada tuhan untuk menyegerakan waktu itu cepat berakhir. Karena lisqia ingin menikmati

Cinta Tak Semestinya

Oleh:
Sudah satu jam ini aku menunggunya. Namun ia belum datang juga. Hujan di luar sana kembali deras ,sesekali diiringi kilatan petir yang menggelegar. Aku semakin khawatir. Ku bergegas merogoh

Bolehkah Aku Membenci Ayah?

Oleh:
Orangtua merupakan tumpuan bagi setiap anak, memiliki orangtua yang lengkap adalah keinginan setiap anak di muka bumi ini, tak terkecuali dengan ku. Namun, takdir berkata lain bagiku. Lah Peristiwa

Lost World

Oleh:
“Kehidupan memang seperti roda berputar. Kadang kita merasa sangat bahagia namun tiba-tiba masalah muncul. Itu lah hidup.” Begitu kata orang-orang dulu. Namun pada masa yang kelam ini, tidak ada

Broken

Oleh:
Ini cerita tentang betapa bisingnya setiap hari di rumahku. Suara piring yang pecah, hantaman ke dinding yang kuat dan teriakan keras dari dua orang yang sedang bertengkar, memperdebatkan sesuatu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Akhir Persahabatan”

  1. aurellia putri v says:

    Apa amanat dri cerpen akhir persahabatan ini??

  2. Dhila says:

    Ini sedih banget, seperti yang saya rasakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *