Amnesia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 10 September 2018

Libur panjang akan dimulai. Thalia sedih karena akan jarang bertemu dengan sahabatnya, Stefani. “Aku akan berlibur ke Jambi” ucap Stefani sambil memegang pundak Thalia.. “Hati hati ya!” kata Thalia. Stefani hanya mengangguk imut.

Perjalanan menuju Jambi terasa lama dan membosankan. Stefani hanya bisa menunggu sambil melihat perjalanan. Karena jalanan sepi, ayah Stefani menginjak gas semakin cepat, tiba tiba dari arah berlawanan, ada truk bermuatan galon yang lepas kendali. BRAKKKK JEDUASSSSS!!! Terjadi kecelakaan antara mobil Stefani dan truk bermuatan galon tersebut. Tubuh Stefani terlempar 7 meter dan kepalanya terbentur sangat keras. Kepalanya mengeluarkan banyak darah segar.

Rumah Sakit Linda Kemala…
“A.. aku dimana?” ternyata Stefani sudah sadar. Sekarang, kepalanya diperban tebal. Dan tangannya patah, sehingga digips. “Kamu ada di rumah sakit” kata seorang suster. “Ayah, ibu dan juga adikmu Stella telah meninggal” kata suster itu lagi. “Stella siapa ya? Saya tidak punya adik” suster terbelalak kaget. segera ia memanggil dokter. dokter segera memeriksa Stefani. “Dia Amnesia, 88 persen orang yang ia kenal menjadi tidak kenal. Ini semua karena benturan yang sangat keras”.

Sekarang, Stefani dirawat oleh paman dan bibinya. Setelah libur panjang, Stefani kembali bersekolah. Tangannya masih digips, tapi kepalanya sudah tidak diperban. Thalia tidak tahu bahwa sahabatnya itu terkena musibah.

“Hai Stefani! Apa kabar? Aku kangen banget sama kamu!! Lho tanganmu kenapa? Patah?” Thalia sangat girang. Stefani mengerutkan alisnya. “Maaf, kamu siapa sih?” “Lho, aku sahabat kamu Stefani, aku Thalia. Jangan bercanda deh!” Thalia tertawa. Tiba tiba, paman dan bibi Stefani datang dan menceritakan kejadian tentang Stefani.

“Amnesia?!” Thalia sangat terpukul hatinya. Ia meneteskan air matanya.

Hari hari pun berlalu, Stefani sudah tidak kuat. Setiap hari ia selalu kontrol di rumah sakit. Stefani sering pingsan dan sakit kepala. Saat itu, Thalia menjenguk Stefani yang diopname lagi di rumah sakit.

“Stefani…” gumam Thalia sedih. Saat itu, hujan turun dengan derasnya. Stefani dan Thalia duduk berdua di luar. “Stefani, jangan amnesia! Aku Thalia, sahabat kamu” Thalia menceritakan panjang lebar tentang kenangan kenangan dan pengalaman pengalaman yang pernah ia lakukan bersama Stefani. Stefani pun tiba tiba memegangi kepalanya. “Aku tidak ingattt!!! Pusingggg!!!” teriaknya. Stefani pun berlari ke tengah hujan. Di situ, Stefani terjatuh dan tertidur untuk selamanya.

“Stefaniii!!!”

Cerpen Karangan: Yacinta Artha Prasanti
Blog / Facebook: santi artha

Cerpen Amnesia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kado Untuk Jessica

Oleh:
Bel tanda masuk telah berbunyi sepuluh menit yang lalu. Jessica berlari sekencang-kencangnya menuju kelas. Bunyi derap sepatunya seolah membahana di koridor sekolah yang sepi. Saat tiba di depan kelas,

Eternal Sakura (Part 1)

Oleh:
Akihabara, 18 Januari 2016 Hari ini sungguh melelahkan bagi Acchan. Tampaknya wanita itu sungguh kelelahan, karena ia baru saja menyelesaikan proyek kantornya. Ia mengayuh sepeda birunya lalu menuju ke

Best Friend

Oleh:
Siapa aku? aku adalah sesosok yang bisa berubah kapan saja. Tapi aku hanyalah sesosok manusia yang lemah, lemah dari segala macam yang sensitif terhadap segala yang membuatku terluka. Kadang

Make Up Kak Shasa

Oleh:
Namaku Vania Rochman anak bungsu dari 3 bersaudara. Kakak tengahku bernama Shasa Rochman dan kakak sulungku bernama Vhika Rochman. Tetapi aku lebih akrab dengan Kak Vhika, karena Kak Shasa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *