Apakah Aku Sebagai Teman Sementara?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 13 November 2016

Aku di sekolah dulunya punya tiga orang teman yaitu, Rahma, Puja dan Afifah. Kami dulunya berteman akrab. Kemana-mana pun kami selalu bersama. Dan kami juga kompak banget. Dari kami kelas 4 SD, sampai kelas 6 SD, kami tetap bersama. Dulu aku memang baik banget sama mereka bertiga. Bahkan apa yang aku miliki, rela aku kasih ke mereka, biar mereka nggak pernah bosan denganku.

Setelah lama kami berteman, dan lulus kelas enam, kami pun melanjutkan sekolah ke SMP yang sama. Walaupun beda-beda kelas. Dan di SMP kami masih berteman baik. Tapi cuma sebentar. Setelah itu mereka bertiga tidak ada satu pun yang menyapaku lagi. Karena dia tidak menyapaku lagi, aku yang duluan menyapanya. Tapi itu cuma sia-sia, sapaanku tidak mereka respon. Aku pun menjadi bingung, kenapa mereka menjadi diam? Kenapa mereka tidak menyapaku lagi?

Dan aku pun mencari tau apa yang terjadi, Dan aku menanyakan kepada salah satu teman laki-lakiku dulu yang satu kelas dengan mereka. Dan teman laki-lakiku itu menjawab, ia tidak mengetahuinya. Dan aku pun tidak tinggal diam, aku tetap mencari tau.

Dan keesokkan harinya, aku lewat di depan kelas salah satu teman SDku itu. Yaitu kelasnya rahma. Pas jalan, gak sengaja aku melihat rahma dan seorang teman laki-laki satu sekolah denganku namanya irfan. Mereka sedang membicarakan diriku, aku pun mendengarkanya

“hei rahma!” kata irfan
“kenapa kamu tidak bertema dengan zahara lagi?” tambah irfan,
“dia kan udah punya teman Ngapain temenan sama dia lagi? ogah gua! Lagian dia udah dapat kelas yang bagus, unggul dan mungkin sudah memiliki teman yang sederajat dengan dia. Asal lo tau Fan, gua sejak dulu berteman sama si Zahra cuma buat jadi alat pintar gua aja. Gua cuma manfaatin dia doang. Lagian dia serba ada, dia punya orangtua yang baik, dia yang pintar, cantik dan dia juga punya banyak penggemar cowok. Lo pikir cuma gua yang nggak mau temenan sama dia lagi? Ni, lo denger baik-baik! Puja, gua, Fifah, sepakat buat ngak temenan sama dia lagi soalnya gua iri dan benci banget sama dia. Dan ini juga udah lama kami sepakati. Tapi baru kini kami lakuin. Soalnya kalo kami lakuin pas SD, kami nggak bakal bisa lagi deh, manfaatin dia lagi. Makanya baru sekarang kami lakuin” ungkap Rahma. “Lo jahat banget, tega banget lu sama temen sendiri!” kata Irfan.

Setelah mendengar itu, aku pun langsung lari ke kelasku. Karena bagiku itu perkataan yang sangat menyakitkan. Aku pun merasa sedih. Meski aku ada rasa penyesalan karena telah salah memilih teman. Dan aku pun merasa aku hanya teman sementara. Sekarang, aku berhati-hati dalam memilih teman. Dan aku ngak sembarangan lagi milih teman. Karena aku sudah benar-benar tersakiti.

Cerpen Karangan: Zahara Katifa
Facebook: Zahara Latifa

Cerpen Apakah Aku Sebagai Teman Sementara? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menunggu Hingga Hujan

Oleh:
Hari ini, hujan turun lagi.. Akhir-akhir ini memang sedang terjadi musim penghujan di kota Semarang. Hampir setiap hari, kota Semarang selalu basah karena hujan yang bisa tiba-tiba saja turun

Hari Hariku Tanpa Ibu

Oleh:
Kujalani hariku sendiri… Dengan karung goni di tangan kiriku dan penjepit sampah di tangan kananku. Sejenak aku berhenti, di bawah kolong jembatan yang kini kududuki. Kulihat sekelilingku, banyak anak

Friends

Oleh:
Cuaca panas yang terik membakar anak anak SD yang sedang pemanasan untuk memulai olahraga. Mulai dari menggerak-gerakkan kepala, tangan sampai kaki. Berbagai keluhan ocehan tak luput dari mulut murid,

OMG! My Boyfriend is Girl!

Oleh:
Aku menangis pedih setelah mendengar berita itu. Rasanya aku tidak percaya dengan apa yang dikatakan Shasy sebelumnya. Padahal, pacarku itu adalah sosok yang baik dan perhatian. Aku sangat sayang

Perjalanan Cinta Saat SMP

Oleh:
Cinta. Baru kali inilah aku merasakan cinta, cinta yang belum pernah aku temukan sebelumnya. Awalnya aku hanya mendengarkan cerita dari teman-teman yang bercerita tentang cinta, dan aku tidak pernah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *