Arti Jiwa Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 28 March 2017

Reno seorang cowok tampan yang sangat diidamkan di kelasnya menjadi primadona di sekolah SMK TUNAS TUBAN dan pernah digadang-gadang menjadi calon ketua OSIS di sekolahnya karena keahliannya dalam berorganisasi. Reno mempunyai sahabat yang bernama Muhib, sahabatnya ini sangat sederhana, santun dalam berbicara oleh karena itu Reno sering belajar dengan Muhib bagaimana caranya berbicara dengan baik di depan umum.

2 bulan kemudian.
Pagi hari setelah bangun dari tidur melihat jam dinding waktu menunjukan pukul 05.30 “Reno Reno ayo bangun nak, sudah waktunya ke sekolah…” teriak Ibu yang menunggu Reno di meja makan. “Iya Ma, Tunggu sebentar Reno mandi dulu” saut reno.

Dari luar pagar Muhib menunggu Reno yang bersiap-siap di dalam rumah “di mana ya si Reno kok nggak keluar keluar, padahal kan sekarang ada pemilihan ketua OSIS dan dia kan calonnya kok lama amat” pikir Muhib. Reno pun berpamitan kepada Ibunya “itu dia si Reno” teriak Muhib “lama ya nunggunya” Saut Reno sambil menghampiri Muhib “Ren sekarang kan ada pemilihan ketuan OSIS dan kamu kandidatnya kan?” tanya Muhib “Ooh, ya ya aku kan calon ketuanya kalau gitu ayo kayuh dengan cepat Hib sepedanya” teriak Reno dengan semangatnya.

Setelah sampai di sekolah banyak siswa siswi yang berkumpul di halaman sekolah untuk bersiap memilih ketua OSIS periode mendatang.

Siang hari waktu pemilihan telah usai penghitungan suara telah dilaksanakan dan hasilnya Reno terpilih menjadi Ketua OSIS SMK TUNAS TUBAN periode mendatang Reno nampak senang sekali wajahnya nampak gembira dari sebelumnya di sudut lain Muhib sahabat sejati Reno wajahnya sebaliknya, wajahnya terlihat sedih dan murung.

Beberapa bulan Reno telah melaksanakan tugas menjadi ketua OSIS. Di teras rumah dia termenung merasa lupa dan dia mencoba mengingat-ingat apa yang kurang dalam diri saya. Saat itu Muhib lewat di depan rumahnya “Muhib” teriak Reno. Muhib pun menoleh ke belakang dan menghampiri Reno “ada apa Reno?” tanya Muhib “Aku ingin bertannya kepadamu tentang masalah yang lama, kenapa pada saat aku terpilih menjadi Ketua OSIS raut muka kamu terasa sedih Hib?” Tanya Reno “aku memang sangat sedih saat itu karena memikirkan persahabatan kita, apakah bisa bertahan atau tidak dan aku merasa sedih karena aku akan menjauhimu wahai sahabat” saut Muhib sambil menangis “kenapa engkau menangis sahabat walaupun aku sekarang sudah jarang atau tidak sama sekali bermain bercanda gurau denganmu aku ini tetap sahabatmu, kamu yang membuat aku seperti sekarang” sambung Reno. Muhib menjelaskan semuannya kepada Reno dan akhirnya Muhib menjelaskan inti permasalahannya “Aku sekarang tidak bisa menjadi sahabatmu lagi” dalam tangis muhib “kenapa?” saut Reno “aku sekarang menderita kanker otak dan mulai besok ini aku tidak boleh masuk ke sekolah” lirih Muhib “kamu bohong kan atas ucapmu tadi, kamu bohong kan hib..” ucap Reno “aku serius Reno, mulai sekarang aku titipkan semuanya kepadamu ya” saut Muhib. Sambil bersalaman Muhib pun mengucapkan salam berpamitan kepada Ibu Reno.

Reno yang sangat memikirkan ucapan Muhib tadi bertanya kepada Ibunya “Bu, ada yang salahkah pada sikap Muhib yang sekarang?” tanya Reno “Ibu tau semuanya dari cerita Ibunya Muhib kalau sekarang dia mengidap Kanker Otak stadium akhir tapi saat itu Muhib berkata pada Ibu untuk tidak mnceritakan padamu” penjelasan Ibu, Reno pun berlari ke luar setelah mendengar penjelasan dari ibunya dan mengambil sepeda untuk pergi ke rumah Muhib, tapi terlambat sudah tujuan Reno sekarang rumah Muhib sekarang penuh dengan banyak orang, dia menghampiri orangtua Muhib “kenapa Muhib tante kenapa dengannya?” tanya muhib sambil menangis “maaf dek Reno, Muhib sekarang sudah tak bisa main dengan dek Reno” saut Ibu Muhib.

Reno sangat sedih karena ditinggalkan sahabat terbaiknya yang membawanya menjadi orang yang sukses di sekolahnya dan sekarang dia menyesal karena tidak menyadari sahabatnya Muhib yang sedang sakit…

Cerpen Karangan: Andik BX
Facebook: Andik Bx
Nama: Mohammad Andik
alamat: Tuban, Jawa Timur
hobby: Gambar

Cerpen Arti Jiwa Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perpisahan Sementara

Oleh:
Pagi cerah membuat semua orang beramai-ramai berolahraga. Dari yang tua hingga yang muda pun ikut merasakan udara pagi yang sejuk ini. Setelah selesai berolahraga, Aku dan temanku Edo beristirahat

Menelusuri jejak sang pencerah

Oleh:
Penguasa siang nampak terbakar oleh kobaran api dan menyemburkan cahaya panas yang menghujam ke permukaan bumi, suara desingan mesin-mesin robot jalanan menambah kepenatan saat itu, deru kereta api terdengar

Flashdisk

Oleh:
Seperti biasa jam weaker berbunyi pukul 4 pagi. Andra pun bangun dan langsung ke kamar mandi berwudhu lalu sholat subuh. Setelah itu ia berolahraga agar badannya tetap fit, kerena

Janji Yang Membisu

Oleh:
Janji kebersamaan kita yang tak akan pernah pupus terlekang oleh waktu. Kini kau telah tenang disana sayang, menanti kehadiranku kembali untuk melanjutkan cerita kita dulu. Tuhan punya cara untuk

Sampah

Oleh:
“Felly! Lo yakin kita bakalan menciptakan yang begituan? Bukannya temanya flora sama fauna?” tanya Bram yang masih menentang pikiran Felly tentang rancangan baju yang akan mereka garap untuk acara

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *