Berguna Untuk yang Lain

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 23 July 2014

Hari Senin siang tepatnya pukul 11.00, ada panggilan ketua kelas. Rio selaku ketua kelas 7E segera bergegas menuju ruang guru untuk mendengarkan pengumuman, dan pengumuman yang disampaikan adalah mengenai tema mading kelas yaitu “Alam Indonesia”. Rio pun segera mengumumkannya kepada seluruh siswa yang ada di kelas 7E. Berbagai macam reaksi ditunjukkan oleh teman-teman Rio. Ada yang biasa saja, bingung, senang, dll, salah satu yang bingung adalah Sinar. Karena dia bulan lalu pernah tidak mengumpulkan tugas mading karena kehabisan ide, apalagi tema idenya itu “Jadul” dia bingung akan membuat apa dan akhirnya karena kehabisan waktu ia dan beberapa teman lainnya tidak mengumpulkan tugas.

6 hari kemudian Sinar masih berpikir harus membuat apa dia untuk dikumpulkan sebagai tugas mading kelas. Jam sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB, tapi Sinar belum juga membuat sesuatu dan hanya memandangi peralatan yang akan ia gunakan. Otaknya muulai berputar mencari ide dan akhirnya sebuah ide berhasil ditemukan yaitu membuat puisi, dan ia nanti akan menggambari puisi itu juga sebagai hiasan. Dia menuliskannya dengan penuh semangat dan kegembiraan, tangannya menuliskan kalimat demi kalimat untuk puisi itu.

Akhirnya Sinar kali ini dapat mengumpulkan mading kelas, tepat pada waktu yang sudah ditentukan. Hari Senin ini semua anak kelas 7E mengumpulkan semua, termasuk Sinar. Tapi ternyata tidak seperti yang diharapkan, mading sudah terlalu penuh dengan karya-karya yang bagus. Tapi sayangnya ada satu orang yang mengumpulkan lebih dari satu karya, dan parahnya semuanya dipasang. Sinar termasuk salah satu orang yang karya uniknya ditolak karena itu. “sinar maaf ya” kata Dina sambil melihat ke arah mading lalu ke arah Sinar “madingnya sudah penuh, lain kali saja ya punyamu ditempel”. “ya, tidak apa-apa kok” kata Sinar. Puisi itu dimasukkan di setengahnya di dalam amplop yang sisi sebelah kirinya sengaja dirobek, jadi nampak seperti surat yang keluar tapi tidak semua bagian dari surat itu, Sinar juga menambahkan gambar-gambar yang menarik tapi karena dia baru belajar menggambar dengan baik baru-baru ini jadi mungkin hasilnya hanya cukup bagus.

Pulang sekolah Sinar sengaja jalan-jalan keliling sekolahannya, ternyata ia bertemu kakak kelas 9 yang bernama Vano. “hai, Sinar kenapa kamu kok kelihatan lesu?” Tanya Vano “kalau masih ada waktu kau boleh duduk sini, mungkin sambil curhat” dengan senyuman manis Vano mempersilakan Sinar duduk di sebelahnya di kursi depan kelas Vano, “ah, nggak ada apa-apa kok. Aku cuman agak capek” kata Sinar. “apa yang kamu bawa itu? Aku boleh lihat nggak?” Tanya Vano, sinar pun memberikan puisi yang ia bawa dari tadi dan Vano membaca juga memperhatikan puisi itu sambil tersenyum. Matanya juga menunjukkan rasa kagum. “ini bagus, kenapa tidak ditempel di mading?” Tanya Vano
“masih ada lain yang lebih bagus, lagi pula ada yang mengumpulkan lebih dari satu, dan itu bagus-bagus. Makannya ada beberapa anak yang karyanya tidak ditempel gara-gara itu” jawab Sinar
“itu kan nggak adil, seharusnya satu aja yang dikumpulkan bisa”
“nggak tahu, yang jelas punyaku ini jelek”
“tidak juga. Ya udah, gimana kalo ini buat aku aja? Kan habis ini aku sudah lulus, dan ini sebagai kenang-kenangan darimu” kata Vano. Sinar sempat berpikir sebentar, lalu ia mengiyakan permintaan Vano. Sinar juga merasa senang karena masih ada orang yang mau memiliki dan memuji karyanya.

TAMAT

Cerpen Karangan: Dyana Tik

Cerpen Berguna Untuk yang Lain merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lebih Baik Memaafkan

Oleh:
Beberapa orang yang saling bersatu. Itulah yang ku sebut kelompok. Orang-orang yang ada di dalam kelompok itu, akan berusaha untuk menjaga keharmonisan antar anggota kelompoknya, dengan cara meningkatkan kekompakan,

Retrouvailles

Oleh:
“Ketika kita bertemu kembali.” Semuanya dimulai ketika pagi itu, tampak seperti pagi yang tak membuat Ananda tampak bersemangat. Ananda atau gadis yang akrab dipanggil Nanda itu dibangunkan oleh suara

Let Me See Your Smile (Part 5)

Oleh:
Sudah 1 jam lebih Bianca dan Faris menunggu kedatangan Kayla. Dan si Kayla belum nongol-nongol juga. Mereka mulai gelisah. Bagaimana kalau Kayla gak datang. Entah kenapa firasat mereka gak

Hari Yang Gak Aneh

Oleh:
‘Ayo cepat berangkat! Jangan sampai terlambat! Dan tetaplah semangat! Ke sekolah! .. Go go go Satria!!’ Itulah sepenggal lagu ‘Anak Kampung’ dari grup band Jupiter Antariksa yang telah beredar

Kithmir Dan Maxalmena

Oleh:
Sinar Matahari mulai sepenggalah naik. Perlahan menyingkap eloknya mozaik alam semesta raya. Namun sesosok pemuda nampak bermandi peluh, perlahan dia menyingkap kain bajunya untuk mengelap bulir keringat yang membasahi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *