Bersabar Menghadapi Apapun

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 20 November 2013

Nama aku indah mardianti, aku sekolah di smp puspanegara kelas 96. Aku di kelas duduk bersama teman ku yang bernama Afiah Nurfaridha, afiah selalu care sama aku dia baik sekali.

Pagi
“ndah bangun sudah pagi”, tak asing bagiku suara itu, iya itu suara mama ku. “iya mah ini mau mandi kok” “kok muka kamu pucet?” “gak kenapa kenapa kok mah hehe” “ya udah mandinya pakai air hangat ya” “siap bos hehe” mamah selalu ceria dan Cuma keluargaku yang menerima aku apa adanya.

Di Sekolah
Ya ampun di kelas cuman aku sama yasmin doang tapi gak saling negor” hehe mungkin masih malu malu ya hehe. “hai afiah” “hai indah” “bawa bekel fi?” “bawa dong, lo?” “bawa hehe” “kok muka lo pucet ndah? sakit?” “hah? sakit? enggak kok hehe” “ih serius ndah” “ih apa sih afi ah udah yuk ke luar kan upacara” “oke”

Upacara
Kepala ku pusing sekali sepertinya aku mimisan dan ya! benar! dan semuanya jadi GELAP!!!
5 menit
“ndah bangun ndah”, kata afi “hmmm aku dimana?” “di uks” “tadi lo pingsan” “astagfirulloh” “lebay lo alay banget sih! dasar jelek!”, kata anak anak cowok. aku hanya bersabar kepada Allah. masih pusing sekali rasanya dan aku harus ke lapangan untuk melakukan pelajaran olahraga

Olahraga
“ayo baris semuanya”, kata fandris. “ayo fandris siapkan anak anaknya”, kata pak heru. “siap grak” “oke cukup fandris”, kata pak heru. “ayo anak anak kita lari 5 putaran, dimulai dari sekarang prittt” ya Allah hamba gak kuat padahal ini sudah puteran ke 3. Tiba tiba perut ku sakit sekali melilit. “kayaknya indah harus dibawa ke rumah sakit”, kata pak Didi ketakutan. “benar pak”, kata anak anak di uks.

Di rumah sakit
“dok, gimana murid saya? sakit apa dia?”, tanya pak didi. “maaf pak, saya tidak bisa memberi tahu bapak karena bapak bukan orangtuanya. Saya mohon orangtuanya harap datang”, kata dokter.
15 menit kemudian orang tua indah pun datang. “pak anak saya gimana?”,tanya ayah. “bapak ke ruang dokter saja pak”, kata pak didi memberi tahu ayah. “assalamualaikum dok, anak saya gimana? saya orang tuanya indah” “anak bapak mempunyai penyakit kanker perut” “astagfirulloh aladzim ya Allah” ayah menangis dan terpukul setelah mengetahui penyakit ku. “ayah kenapa menangis?”, tanya ku. “tidak kok nak hehe”, kata ayah. “ayah bohong! ayah menangis gara gara penyakit ku kan?”, tanya ku. “iya nak” ayah menangis sampai tersedu sedu. “aku pasti sembuh kok yah, aku kuat”, aku janji sama ayah kalau aku pasti bisa bertahan hidup.

Di sekolah
“hai nugraha barata”, panggil ku. “mau ngapain sih?”, ketus nugraha. “aku kan fans sama kamu, kok kamu gitu sama fans kamu? kamu gak punya hati!”, kata ku sambil menangis. “eh eh jangan nangis” haha nugraha kebingungan. “kantin yuk”, ajak aku. “hmm boleh, yuk” kita berdua jalan ke kantin nugraha ke kantin aku ke toilet sebentar. Tiba tiba ada yang narik aku. “eh ada apa ini?” tanya ku heran. “heh lo jangan coba coba deketan nugraha ya!” “heh urusan lo apa? haha” “lo bakal berurusan sama gue kalau lo terus ngegangguin nugraha! ngerti lo?” “duh aku takut kaka wkwk” “songong banget sih lo adek kelas!” “eh udah ada apaan sih ini?” “eh elo ryn, gue indah” “terus?” “ya gue kesini mau minta maaf kalau gue udah ngeganggu pacar lo” tiba tiba ryn dorong aku ke tembok dan perut aku sakit. “ryn awas ya lo” gubrakkk

Di rumah sakit
“pak indah harus dioperasi” “oke, lakukan apa saja biar anakku sembuh” “siap pak”

Ruang operasi
1 jam sudah operasi indah dibawa ke ruang ICU. “dok anak saya gimana?” “bapak silahkan masuk”. “nak kamu sudah enakkan?” “belum ayah, ayah teman teman ku mana? aku ingin menghabiskan waktu terakhir ku bersama teman teman” “husst kamu gak boleh gitu” “tapi aku mohon ayah” “oke nanti ayah akan panggil teman temanmu”. belum lama Teman teman indah pun datang. “hai indah” “hai” “udah enakkan ndah?” “belum hehe, oh iya aku minta maaf ya kalau ada salah aku takut hari ini aku sudah tidak ada lagi. Ayah, mamah, kak Alin, kak Yanti maafin indah ya, aaa susah nafas ayah aaa…” “indah bangun ndah!!!” “ndah bangun” “dokter dokter tolong!” “buk, pak, indah sudah meninggal dunia” “astagfirulloh ayah”

Di kuburan
“semoga kamu tenang ya ndah, kita akan selalu mengingat mu sampai kapan pun” “anak ayah dan ibu yang paling kuat dan sabar semoga disana bahagia ya ibu dan ayah akan selalu mengirim doa buat kamu” “ndah maafin aku ya suka menghina kamu”

Note: menjadi seseorang manusia harus bersabar dan harus kuat walaupun keadaanmu seperti itu. Jika ada seseorang yang membenci kita, kita tidak boleh membenci dia juga

Cerpen Karangan: Indah Mardianti
Blog: http://indahmardiantii.blogspot.com

Twitter: @indahmardianti & @mardiantiindah
Facebook: Indah Mardianty Zahrantiara

Cerpen Bersabar Menghadapi Apapun merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Anggrek Bulan

Oleh:
Aku terus memandangi bunga berwarna putih yang digantung di pagar kayu toko bunga Mang Ahmad. Anggrek bulan. Bunga yang sangat disukai oleh Ibu. Dulu, sewaktu ia masih hidup. Otakku

Langit Pagi Kota Jogjakarta

Oleh:
Piringan hitam mengalunkan nada nada memori lagu tradisional, berbagai macam alat musik mengalunkan melodi keharmonisannya. Ku intip dari balik korden lusuh dan usang, seorang tua menatap langit pukul 10

Sepenggal Kenangan

Oleh:
Namaku, Giselle Trixiena. You can call me Giselle. Aku adalah seorang gadis yang beranjak dewasa. Lahir dari keluarga sederhana yang menginginkan kebahagian. Aku punya keluarga yang standard, sepasang orang

Impian Yang Pudar

Oleh:
Angin berhembus kencang. Awan hitam bergulung ria menutup matahari. Rinanti duduk menghadap jendela yang terbuka. Nelangsa suasana meremukkan hati, mati rasa. “untuk kalian yang kucintai, cintaku untuk kalian tidak

Hanya Untuk Adikku

Oleh:
Rizal? Bagiku, dia memang sesuatu, yang kukenal dalam hidupku. Aku dan adikku yang manis, Liza. Benar kawan, ia memang paling istimewa dalam hidupku. Kami berdua mencintai pria yang sama.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *