Bintang di Langit

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 2 April 2018

Suatu malam, dua sahabat sedang makan malam di Sheila Resto. Nama kedua sahabat itu Bintang dan Langit. Makan malam mereka dipenuhi canda tawa. Hingga pernyataan dari Bintang yang membuat makan malam terhenti sebentar.

“Langit, kalau seandainya aku pergi, kamu mau gimana?”
“Mana mungkin kamu berani pergi sendiri Bintang, aku tau kamu itu masih penakut!” Langit agak tertawa.
“Iiih… ini bukan candaan tau, aku serius!” Ujar Bintang. Langit berhenti tertawa dan memandang ke Bintang.
“Memang kamu mau ke mana?”
“Eum, nanti aku ceritain, sekarang kamu jawab dulu!” Bintang berusaha menyembunyikan sesuatu.
“Aku akan membuat kenangan indah bersamamu agar engkau tak melupakanku, terus aku juga tak ingin persahabatan kita putus karena kita tak berdekatan” jawab Langit.
“Terus kalau seandainya aku pergi malam ini, gimana?”
“Iih, kamu sebenernya tuh mau ke mana?”
“Lanjutin dulu makannya nanti kita ke taman kota yuk!” Bintang tak mau menjawab pertanyaan Langit.
Dengan perasaan bingung Langit melanjutkan makannya. Setelah selesai mereka membayar, lalu mereka pergi ke taman kota.

Di taman kota malam ini sangat banyak pasangan muda mudi yang sedang duduk-duduk di taman kota. Bintang dan langit memilih duduk di hamparan tanah yang sudah tertutupi oleh rumput yang hijau. Lalu mereka kembali mengobrol.

“Langit, bintang di atas sana indah ya!” Ujar Bintang sambil menunjuk-nunjuk bintang yang ada di atas sana.
“Iya, mereka selalu bersama, sama seperti kita” ujar langit sambil memainkan rumput yang ia cabut (tidak banyak).
Lalu mereka rebahan di hamparan rerumputan itu.

“Nyanyi yuk!” Ajak langit.
“Lagu apa?” Tanya Bintang. “Flashlight” jawab Langit. Lalu mereka bernyanyi bersama-sama. Saat di reff sudah tak terdengar lagi suara Bintang. Langit menoleh ke arah Bintang, matanya sudah tertutup. Langit mencoba membangunkan Bintang. “Wooy, kamu jangan tidur di sini!” Langit menepuk-nepuk pipi bintang. Karena Bintang tak kunjung bangun, perasaan cemas menghampiri Langit. Ia menggendong Bintang ke mobilnya dan membawanya ke rumah sakit.

Saat Bintang masuk UGD, bersamaan juga Kak Lintang, kakaknya Bintang datang.
“Langit, kenapa Bintang bisa begini?” Tanya Kak Lintang.
“Harusnya aku yang nanya, soalnya pas makan malam Bintang ngomongin sesuatu, tapi ia seperti menyembunyikan inti pembicaraan itu!” Jelas Langit.
“Oke, gini sekarang kamu harus tau apa yang terjadi pada Bintang, Bintang pengidap AIDS, sebenarnya ia mendapat penyakit itu karena Billa, sepupunya menyuntikkan darahnya yang sudah terkena AIDS kepada Bintang. Kenapa ia melakukannya? Karena Billa menganggap kamu dengan Bintang itu pacaran karena kedekatan kalian, Billa iri dan semuanya terjadi” Kak Lintang menceritakan semuanya sambil berlinang air mata.
“Jadi…” Langit ikut meneteskan air matanya. Semuanya menangis pada malam itu.

Lalu dokter keluar dari ruang UGD.
“Ada yang bernama Langit, dari tadi pasien terus memanggil namanya” ujar dokter. Langit bergegas masuk ke ruang UGD.

“Bintang, kenapa kamu gak cerita sama aku?” Tanya Langit.
“Hei, matamu sembab, kau habis menangis ya, aku cuma mau minta maaf karena aku tak memberi tahumu dari dulu. Karena aku tak ingin kamu terlalu bersedih karena penyakiku ini”
“Tapi saat kutahu seperti ini lebih menyedihkan tau”
“Langit, kamu tau malam di taman kota sudah cukup untuk membuat kenangan yang sangat indah, inti omonganku waktu dinner penyakit ini. Kamu harus tau, bila aku pergi, lihatlah bintang di langit karena itu aku yang selalu bersamamu di hatimu, sahabat!” Nafas Bintang mulai terengah-engah. Nafasnya berhenti malam itu.

Selamat tinggal sahabat!

Tamat

Cerpen Karangan: Naira Khansa Nabila
Hai semuanya maaf kalau cerpennya masih agak berantakan. Terima kasih lho bagi yang udah mau baca cerpenku ini

Cerpen Bintang di Langit merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Akhirnya Sahabat Ku Punya Pacar Juga

Oleh:
Hari ini merupakan hari ulang tahun sahabat kami, ia bernama Fania. Ia sahabat kami yang super duper jutek sehingga ia tidak penah berpacaran, padahal banyak cowok-cowok yang naksir terhadapnya

Aku, Sahabatku dan Pacarku

Oleh:
“Tutt… tuttt” nada sms dari ponsel Raya membuyarkan konsentrasinya. Dia pun segera mengalihkan perhatian dari buku yang sedang dibacanya. “kamu dimana, Ray?” pesan singkat dari Doni, teman satu kampus

Mutiara Hitam

Oleh:
“tidak nduk. Bapak tidak akan pernah mengizinkan kamu pergi ke kota”, ujar lelaki setengah tua itu sambil menegguk kopinya. Pak Mardi namanya. “tapi Pak, Sekar ingin sekali memperbaiki perekonomian

Membersihkan Dosa dengan Deterjen

Oleh:
Sore hari dibalut dengan cahaya kuning. Kata orang desaku senja kala. Dimana langit berwarna jingga. Masih terasa dingin karena hujan menyisakkan rintik. Aku turun dari bis. Air mata yang

Pelangi Abu-Abu

Oleh:
Hujan….. adalah satu satunya hal yang membuat diri saya dapat merasa relaks dan tenang entah kenapa setiap kali awan mendung menyelimuti bumi yang diiringi dengan angin dingin yang berhembus,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *