Bintang Persahabatan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pengorbanan, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 3 June 2015

“Mai… Ada satu hal yang belum kamu tau…” Ujar Fifhin
“Oh ya? Apa itu, Fhin?” Tanya Mai
“Hmm.. Kalo aku gak ada.. Kamu tetap mandang bintang kan?” Ujarnya
“Ish.. Lagi enak-enak gini, eh.. Malah bicarain gitu!!” Mai cemberut.
“Maaf deh… Tapi kalo dilihat, kamu unyu juga ya?” Tanya Fifhin.
“Hahaha, jadi dulu-dulu aku gak unyu?” Mai tertawa terbahak-bahak.
“Baru nyadar neh? Cayang bingitzz” ujar Fifhin lebay.
“Biasa aja kale.. lek..” Ujar Mai.
“Lek itu ada 2 maksud.. Pertama biar kayak menggema gitu… Kedua.. Ngejek aku kan?” Ujar Fifhin.
“Maksudnya?” Tanya Mai bingung.
“Udah deh, lupain aja… Aku pengen deh, selalu ngemandangin bintang..” Ujarnya.
“Kenapa?” Tanya Mai.
“Kamu tau cerita Bintang Sahabat karangan Riva Fitrya gak sih?” Ujarnya.
“Oo… Ya… Aku ngerti..” Kata Mai.
“Trus, kalo kamu ngerti… Kamu tau kan kenapa aku pengen mandangin bintang?” Tanyanya
“Gak.” Jawab Mai singkat.
“Hahaha… Mai..” Fifhin tertawa terbahak-bahak sambil mencubit pipi Mai.
“Aduh.. Tatit tatu..” Ujar Mai lebay.
“Tatit? Cayang bingitz kamu.. Hahaha..” Kata Fifhin. Mereka pun terus bercanda hingga bel di dekat taman tempat mereka memandang bintang berbunyi.

“Fhin, udah jam 10.00 nih. Serem ah, di sini terus..” Ujar Mai.
“Ya udah, yuk pulang..” Ajak Fifhin.

Mereka pun pulang dengan berjalan kaki. Saat Mai ingin menyebrang, dari arah yang berlawanan, tampak mobil melaju dengan kecepatan penuh. Tabrakan pun tak bisa dihindarkan. Di arah bahu jalan, Mai menangis pilu. Lho? Ada apa ini? Bukankah Mai yang tertabrak?

“FIFHINNNN… Huhuhu..” Teriak Mai.
“Mai… Maaf… a..aku…ku… ga..ak.. Kas…as..kasih.. tau.. Ka..amu.. Ka..lo.. aku..a.. ada… sa..kit.. kan..ker.. Ka..lo.. aku.. ga..ak.. ad…a.. ka..mu… se..sela..lu.. man..dang.. bin..intang… ya.. Laila..Ha..ilallah…” Fifhin menutup matanya pada jam 10.05.
“FIFHINN.. KENAPA FHIN? KENAPA KAMU DORONG AKU?? BIAR AKU AJA YANG MATI!! Ya Allah.. Ya Rabbi..” Mai menangis pilu di bahu jalan sambil memeluk erat sahabatnya itu.

Pagi itu, setelah pemakaman selesai, mama Fifhin (Tante Requ) menghampiri Mai.
“Mai..” Ujar Tante Requ.
“Oh? Tante Requ? Ada apa? Maaf, aku.. huhu… Penyebab meninggalnya Fifhin karena aku. AKU PEMBAWA SIAL!! Maaf tante.. Maaf.. maaf.. Ya Allah.. Aku menyesal.. Maaf.. Ya Rabbi..” Mai menangis sejadi-jadinya.
“Mai.. Yang udah terjadi, biarkan itu terjadi. Kamu bukan pembawa sial, nak.. Ayo, kamu ikut Tante dan Om Rudi..” Ujar Tante Requ.
Mai pun mengikuti Tante Requ. Sesampai di rumah Fifhin, Tante Requ memberi Mai sebuah buku
“Simpan buku itu..” Ujar Tante Requ. Lalu Mai segera pulang.
Sesampai di rumah Mai, Mai segera duduk di sofa dan mulai membuka buku tersebut. Halaman pertama isinya

Dear Diary, 26 Desember 2012
Berita itu membuat hatiku pecah, penyakit itu.. Mungkin hidupku cuma beberapa bulan lagi. Rambutku sudah habis. Tak ada lagi sehelai rambut pun tak menempel di kepalaku. Ya Rabbi.. Sudah dulu ya…

Fifhin

Mai membuka lembaran ke dua.

Dear Diary, 27 Des 2012
Ya Allah, bagaimana ini? Esok Mai akan menjengukku. Aku malu dengan keadaan seperti ini. Aku bimbang. Haruskah aku menyetujui cara kak Jean? Ya Allah, berilah jawabannya untukku..

Fifhin

Mai pun membuka lembaran berikutnya.

Dear Diary, 28 Des 2012
Ya Allah, maafkan hambamu ini.. Aku menyetujui usulan Kak Jean. Maafkan aku Mai… Aku jahat sama kamu.. Kamu begitu perhatian sama aku.. Namun apa? Aku malah membohongimu.. Maaf Mai.. Cuma cara itu supaya kamu tetap mau bersahabat dengan aku…

Fifhin

“Fhin, walaupun kamu kanker, kamu gak memiliki rambut lagi, aku tetap sayang sama kamu..” Batin Mai. Mai pun menangis. Namun ia tetap membuka lembaran berikutnya.

Dear Diary, 29 Des 2012
Aku sudah mulai bersekolah. Aku memakai jilbab. Dan ternyata, Mai memelukku. Aku kira dia tidak mengenaliku karena aku berjilbab. Ia bercerita bahwa kakaknya menderita penyakit kanker stadium 2. Ia bercerita bahwa rambut kakaknya mulai rontok. Ia menangis dalam pelukanku. Ya Allah, aku tak tau harus berkata apa lagi. Awalnya, aku berharap bahwa ketika aku pergi, ada kakaknya dan Fara yang menemaninya. Namun? Fara harus pergi ke New York, dan dalam perjalanannya, pesawat yang ia tumpangi kecelakaan. Ya Allah..

Fifhin

Mai mengangis pilu. Ia pun membuka halaman berikutnya.

Dear Diary, 30 Des 2012
Kemarin, saat aku memakai jilbab, banyak sekali yang mengejekku. Namun Mai tidak mengejekku. Ia bahkan memujiku. Katanya, jika kita memakai jilbab, aurat kita tertutup. Mai memang selalu memakai jilbab, baju ber-rok, pokoknya.. Fantastic.

Fifhin

Mai tersenyum. Lalu ia membuka lembaran terakhir.

Dear Diary, 6 Feb 2013
Malam ini, bff ku mengajakku memandangi bintang. Ia menjemputku pukul 08.05. Ia memakai baju gamis se mata kaki. Ia memakai kerudung. Ia pun hanya memakai bedak. Ia berjalan kaki. Katanya untuk menikmati pemandangan malam. Memang sih, kalo kita sebagai GIRLS gak boleh keluar malam. Tapi kan sesekali. Hehe, tapi kami udah sering. Dari tanggal 6 Januari sampai hari ini. Ia sering bilang padaku, bintang itu selalu bersinar di saat bumi gelap. Maka, bintang itu adalah sahabat, keluarga dan sebagainya untuk kita. Ia sering menceritakan semuanya padaku. O ya, menurut ilmu kedokteran, aku bisa hidup cuma 3-5 hari lagi. Aku harap, Mai tidak akan sedih. Ku harap, ia akan selalu mengunjungi kuburanku. Ia juga tak akan pernah melupakan aku. Semoga saja!! I LOVE YOU, BEST FRIEND!! Dadah Mai… Dadah Mama.. Dadah semuanya.. Jangan sedih ya..

Fifhin

Mai menangis pilu. Air matanya menurun deras. Bajunya separuh hampir basah. Buku diary Fifhin ia peluk erat.

Pada malam hari, ia memandangi bintang. Bintang-bintang yang bersinar itu seperti bentuk bff F. Apa itu.. Bff Fifhin? Pikir Mai.

Cerpen Karangan: Riva Fitrya
Facebook: Riva Fitrya
Hai.. Namaku Riva. Cerpen yang sudah ku kirim : Dari Musuh Jadi Teman, Misteri Arwah Tari, Perjuangan Lala, Putri Riana dan Pangeran Cireb, Senyum Terakhir Kalinya Dari Bunda, Jangan Pernah Berubah lagi, Bunda.., Sofia? Abila?? Part 1 – 3. Nama twitterku : @rivafitrya123. Trims..

Cerpen Bintang Persahabatan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Berawal dari Teman

Oleh:
Namanya adalah Cinta Adhinda Wulandari. Dia seorang remaja berumur 16 tahun yang terbilang cukup kaya. Dia juga suka membaca buku dan jutek, walaupun begitu Cinta juga dikit-dikit ngeluangin waktunya

Janji Dua Merpati

Oleh:
Pagi itu tak jauh berbeda dari hari-hari sebelumnya. Deret gedung pencakar langit yang tidak bergeser sedikitpun, orang-orang sibuk berlalu lalang mencari tujuan, juga suara klakson barisan kendaraan yang terdengar

Mimpi untuk Dunia

Oleh:
Hari ini tanggal 11 september 2012, 6 buah handphone terus berbunyi tepat pukul 00.00 wib. Satu… dua… tiga…. Mimpi untuk Dunia….. itulah suara keenam sahabat berteriak di sebuah perkampungan.

Hutan Pinus Bersuara

Oleh:
Entah kenapa malam ini aku sangat sulit sekali tidur… badanku pun sudah sangat kelelahan setelah seharian beraktifitas disekolah… ya,,,,aku cukup sibuk akhir2 ini karna akan ada acara Pentas seni

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *