Bisakah Aku Melihatmu Lagi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 1 April 2016

“Kay, kamu kenapa lagi? Aku sudah beberapa kali melihatmu seperti ini.” Kata Elly, sahabatku.

Aku Kay, aku berumur 16 tahun saat ini. Aku sudah belakangan ini sakit, dan sering mimisan. Aku tahu, gejala penyakit apa ini. Aku tak ingin mengatakannya padamu, tetapi aku yakin, hidupku tak dapat lebih dari 5 tahun. Aku tahu, orangtuaku tahu, hanya Elly, dan Johan yang tidak. Semua tahu bahwa aku tak mampu mencapai garis finish kesembuhan. Orangtuaku tahu, tetapi tak pernah sekalipun mereka menyerah untukku. Maka itu, aku juga ingin berusaha semaksimal mungkin, untuk membahagiakan orang-orang terdekatku. Aku sangat bersyukur atas hidup ini, sangat. Walau aku terbaring sakit, aku tak akan pernah merasa terbaring, aku harus selalu merasa bangkit dan berjalan.

Hari ini, adalah hari pertama untuk yang ketiga kalinya berada di rumah sakit. Aku tahu, semua teman mengkhawatirkanku. Apalagi musuhku, orang yang paling sering menjahiliku, mereka merindukanku untuk dijahili, dibully, dan melakukan apa pun sesuka mereka padaku. Aku yakin, mereka khawatir tak dapat membullyku lagi. Baru saja, Elly datang menjengukku. Ia sangat terkejut mendapati tubuhku tinggal tulang berbalut kulit. Berat badanku yang dulunya 40, kini tinggal 34. Aku sudah makan banyak, tetapi energi yang ku asupkan ke dalam tubuhku melewati mulutku, banyak sekali terserap oleh sisi lain tubuhku yang memerlukan asupan bala tentara untuk memusnahkan penyakit yang bersarang di dalam tubuhku. Aku berpasrah. Jika sudah jalannya aku akan lakukan, tanpa menolak. SEMANGAT!

“Iya Kay, iya. Aku mengerti bagaimana sakitnya tubuhmu itu.” Ucap seseorang bernama Elly, sahabatku yang sedang mengelus tanganku yang bercucuran peluh menahan sakit yang tak terkira. Kini, dia sudah tahu duduk permasalahan penyakitku. Aku baru saja menjalankan kemoterapi. Tapi sayangnya, tubuhku menolak obat-obatan yang dimasukkan lewat darahku. Dan itu rasanya sakit sekali. Aku tetap berusaha tersenyum, supaya rasa sakit ini hilang. Ini sudah tahun ketiga aku bertumbuh bersama penyakit ini. “Kamu harus semangat Kay, Johan di Australia sana sangat mengharapkan kesembuhanmu.” Ucap Elly lagi.

Aku tersenyum lagi, walau pendek. Johan yang Elly maksud adalah kekasihku. Ia sudah 2 tahun menetap di Australia mengikuti Papanya yang bekerja di Australia. Setelah itu, ia akan kembali ke Indonesia. Elly yang duduk di sampingku, kemudian menerima sebuah video dari Johan. Lalu ia memutarkannya untukku. Aku tersenyum menahan sakit, karena melihat video tersebut. Ucapannya sangat membuatku terharu. Aku berterima kasih juga pada Elly, yang telah menemaniku selama ini. Hari ini, aku ada di rumah, aku menghirup udara segar di balkon kamarku. Senangnya, keadaanku kini makin membaik. Ini adalah harapan bagiku dan keluargaku untuk mencapai garis finish.

“Kring..” ada pesan masuk. Ah, dari Johan. Aku menerima sebuah video dan menontonnya. Dengan menontonnya aku makin semangat. Johan adalah kakak kelasku. Kedekatan kami selama menjadi OSIS, membuatnya jatuh hati padaku. Aku ikut senang, mendapatinya telah lulus SMA di sana. Aku tersenyum senang. Selanjutnya, hari-hariku penuh kebahagiaan bersama teman-temanku. Aku merasa, penyakit ini, sudah hampir sirna dari tubuhku. Aku bahagia sekali. Aku sudah mengabari teman-teman lamaku sewaktu di SMP, bahwa bulan depan aku akan mengadakan reuni di sekolah lamaku. Aku yang mengadakan. Benar-benar aku, apalagi Ayahku adalah kepala sekolah di SMP-ku. Jadi, aku bisa saja meminta persetujuan langsung dari Ayahku. Kami akan berpesta. Yuhuu serunya, apalagi, dengan kondisiku yang sudah membaik. Aku sangat bahagia.

Kini, kebahagiaanku telah sirna. Aku kembali masuk ke alam penyakit. Kini, aku sedang tertidur lelap. Aku sedang berada di sebuah taman bunga nan luas, dengan sungai yang berair jernih menghiasi taman bunga ini, air terjun dengan berhias pelangi nan indah menjadi aksesori untuk taman bunga itu. Di sana, aku bertemu dua buah bola. Bola basket, dan bola tenis. Kedua bola itu tak pernah saling berjauhan. Hingga pada akhirnya, angin kencang berhembus dan menjatuhkan bola tenis itu ke dalam sungai dan setelah ku mencari berhari-hari, bola tenis itu bagai lenyap ditelan bumi. Aku memeluk bola basket yang kesepian. Lalu, aku mengatakan bahwa aku memesan sebuah penginapan di taman tersebut. Aku menitipkan beberapa lembar uang pada bola itu. Aku pun melanjut berjalan mencari bola tenis yang hilang. Sampai akhirnya, semburat cahaya terang sekali menyambutku. Aku masuk dalam cahaya itu, dan aku bangun dari tidurku.

“Key, ini aku Johan, senangnya.. kamu sudah sadar Key. Aku kini bisa melihatmu. Aku berharap, dapat melihatmu lagi dan lagi. Bisa kan Key? Bisa kan?” Tanya Johan panik. Aku hanya tersenyum. Aku mencoba bicara. Berusaha bicara sekuat tenaga. Aku menyerah. Mulai menyerah untuk bicara. Tapi, aku masih bisa bangun, beristirahat dari pencarian bola tenis yang hilang itu. Aku sudah mengumpulkan tenaga untuk bicara, dan akhirnya menggeleng untuk Johan.

“Ka..kamu mung..kin bi..sa. Te-tapi, aku mau…men…ca..ri..bola t-tenis..akku..k-kembali ya. Aku sudah pesan penginapan. Semoga kau selalu bahagia di…rumah, a..aku pasti akan kembali.” Aku kembali mencari bola tenis yang hilang, kini aku tak menemukannya. Maka, aku menemani bola basket di dalam penginapan yang sangat-sangat megah dan ramai. Di sana, aku bahagia.

Cerpen Karangan: Maria Adelia
Facebook: Maria Adelia

Cerpen Bisakah Aku Melihatmu Lagi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Seekor Anjing Peliharaan dan Seorang Pencuri

Oleh:
Seekor anjing peliharaan yang telah dikebiri lantas kehilangan hasrat dan naluri liarnya, dibelai dengan kasih sayang dan dibuai oleh kesenangan dalam berbagai permainan, karena ia telah menjadi milik seseorang.

Ketika Waktu Menjawab

Oleh:
Tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi pada saat engkau melangkah ke depan, begitulah sebuah kehidupan tercipta … selalu membuat manusia bertanya dan kebingungan. Kesalahan terbesar Aira adalah

Pengagum Rahasia

Oleh:
Aku datang dengan segala harapan agar aku bisa menampung ilmu yang diberikan guru. Niat, persiapan, dan lain-lain sudah kusiapkan. Tinggal menimba ilmu untuk kubawa pulang nanti. teman-teman hanya mendukungku

Jalan Pulang

Oleh:
“Sa’ dvd lo nih ketinggalan” Sedikit teriak “Oh iya, thanks” berbalik sambil tersenyum kalut Risa adalah seorang gadis yang sangat terkenal, yes!!! Terkenal dengan dunianya sendiri, asli penyendiri dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *