Bullyan Kakak Kelas

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 20 June 2014

Tanggal 29 November 2013 tepatnya pada hari Jumat akan menjadi sebuah peristiwa dan pengalaman yang takkan aku pernah lupakan sampai kapan pun. Beberapa hari yang lalu ketika pulang sekolah, aku terkejut bahwa di bawah tepatnya di lapangan banyak kakak kelas yang melihat ke arahku. Aku bertanya-tanya ada apa dengan semua ini?
Bukan hanya satu atau dua orang saja melainkan puluhan orang dan semuanya anak perempuan. Ketika aku turun dari tangga di bawah sana banyak sekali yang melontarkan omongan yang tidak enak untuk didengar.
“Yang mana… Yang mana…” Ucap sebagian dari mereka.
Hanya itu kata yang dilontarkan ketika aku turun tangga.

Tidak lama setelah itu aku pulang dan masih banyak sekali kakak kelas di dekat gerbang keluar. Ketika aku melewatinya tidak sedikit orang yang melontarkan kata-kata yang menurutku menyindir
“Haii… Barbie…”
“Haii… Barbie…”
“Barbieee… ”
“Iyuwh”
Itulah kata-kata yang mereka ucapkan. Penyebabnya adalah mereka menyangka bahwa aku yang memuji diriku sendiri seperti di twitter aku membuat akun baru lagi untuk memuji diriku sendiri bahwa aku cantik, mirip barbie dan sebagainya. Padahal aku benar tidak melakukan itu, dan apa alasan mereka membullyku hampir setiap hari? Jika aku benar melakukan itu apa aku merugikan mereka semua? Atau aku mengusik kenyamanan mereka?
Aku bingung dengan mereka padahal aku tidak merugikan mereka tapi mereka sudah sangat keterlaluan, mereka berlebihan!
Apa tidak boleh ada orang yang memujiku? Atau menyukaiku?
Benar-benar aneh!

Aku hanya bisa tersenyum melihat semuanya, kadang aku berfikir mereka aneh sekali. Kemudian ketika hari mulai sore di twitter banyak sekali yang membullyku, bahkan orang yang tidak tahu apa-apa juga jadi ikut-ikutan membullyku. Kata-kata mereka sangat luar biasa bagiku. Foto ku diedit seperti barbie. Kata-kata mereka takkan aku lupakan sampai kapan pun. Mereka saat itu seperti orang yang tidak punya akhlak, bahkan wakil ketua Osis pun ikut membullyku. Amelia dan Sofia termasuk kakak kelas yang membullyku. Sebenarnya banyak sekali tapi dua orang ini sebagai penyebar berita yang tidak-tidak tentangku. Aku menjadi jelek di mata orang lain. Padahal tanpa mereka ketahui itu salah. Aku tahu ada orang yang tidak suka padaku sampai berbuat berlebihan seperti ini. Mungkin sebagian orang menganggap bahwa masalah yang seperti ini hanya biasa seperti anak-anak. Tapi itu salah karena mereka tidak mengalaminya dan tidak tahu perasaan saat itu terjadi.

Menit demi menit pun berlalu dan makin bertambah orang yang membullyku dengan kata-kata menyakitkan. Tanpa terasa cairan bening jatuh begitu saja. Tanpa sadari aku menangis. Aku mencoba tegar tapi aku hanya manusia biasa jika hatiku sudah benar-benar sakit pasti aku akan menangis. Mengapa mereka sangat keterlaluan?
Saat aku tak mampu untuk berkata, saat aku lemah dengan apa yang terjadi, mereka datang menjadi penyemangatku, mereka adalah sahabatku.
“Yona akan selalu ada buat kamu, semampu aku, aku akan bantu kamu. Yona sayang sama kamu” Ucap Yona.
Ucapan Yona membuat aku menangis. Bagaimana tidak? Selain kata-katanya yang menyentuh, Yona yang membantuku dan karena Yona juga bullyan di twitter berhenti. Aku tidak akan pernah melupakan kebaikan Yona yang tulus. Saat aku butuh seseorang untuk bercerita, bukan hanya sahabat yang ada tetapi Bunda juga ada untukku. Bundaku menyemangatiku dengan kata-kata lembut dan membuat hati tenang. Bundaku membantuku menyelesaikan masalah ini. Tanpa Bunda aku tidak tahu akan menjadi apa. Sakit rasanya jika teringat kata-kata kakak kelas itu. Ajeng sahabatku yang aku anggap sebagai kakakku aku pikir dia lupa padaku tapi aku salah dia tidak lupa padaku.
“Ajeng gak akan pernah lupa sama indah karena saat Ajeng butuh seseorang untuk cerita Indah selalu ada buat Ajeng” Ucap Ajeng yang sangat indah dengan kata-katanya.
“Sabar ya, ini cobaan”
Itulah yang selalu diucapkan oleh sahabatku walaupun hanya sedikit itu sudah menjadi penyemanngat untukku.

Hari senin aku sudah cerita kepada wali kelasku dan wali kelasku mengerti, hari Selasa aku cerita ke ruang BP dan itu membuatku tenang. Sampai saat ini aku tidak tahu alasan kakak kelas, kelas 9 itu membullyku dan masih saja mereka memmbullyku. Apa mungkin mereka ingin menjadi barbie sampai keterlaluan seperti itu? Entahlah aku tidak tahu. Walaupun aku tidak nyaman karena kelakuan mereka tapi biarlah mungkin ini cobaan dari Tuhan, dan aku mengharapkan masalah ini akan segera selesai.

Untuk Bundaku terima kasih selalu ada untukku, I Love You. Bunda, you are the Queen of My heart. Untuk sahabatku, Yona, Ajeng, Sri, Hema, Ryma, Hira, Winda, Febby, Mona, Astri, You will always be in My heart and I’ll never forget it anytime soon, Thank you very much, I love you.
Aku tahu semua akan indah pada waktunya…

T A M A T

Cerpen Karangan: Indah Claradiva
Facebook: Indah Claradiva

Penulis: Indah Claradiva
Usia: 13 th
Twitter: @Indaaah9_
Facebook: Indah Claradiva

Cerpen Bullyan Kakak Kelas merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Yang Terlupakan

Oleh:
Sewaktu SD aku dan temanku selalu bersam tertawa bersama. Kita bermain bersam kita berbagi suka duka bersama. SD ku tempat aku bergembira sahabatku alasan aku bahagia, sahabatku orang yang

Notebook Pengungkap Rahasia Hati (Part 3)

Oleh:
“Kamu kalau mau deketin Afif, jangan kayak gitu. Kamu itu harus…” Aku sedang bersama Dinda dan memberi tau hal yang tidak disukai dan disukai Afif. Saat Dinda mendekati Afif

Terima Kasih Shisil

Oleh:
“aku masih ingin di sini” kataku bersikukuh tanpa bergerak sedikit pun dari tempat aku duduk. “haha… apa kamu gila, come on Ge… move on, kamu masih mau nunggu orang

Selamat Jalan Sahabat

Oleh:
Hari ini aku dan Claudia sahabatku pulang sekolah dengan menaiki angkot, tidak seperti biasanya. Biasanya kami pulang sekolah selalu dijemput oleh kakakku. Tetapi karena kakak sedang sibuk kuliah jadi

Tak Bisakah Kau Menunggu

Oleh:
Aku dan dia. Entah apa sebenarnya kami, jika dibilang pacaran kami tidak mempunyai hubungan apa-apa. Tapi dibilang bukan pacaran pun bukan, karena kami tahu saling mencintai satu sama lain.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *