Can I Singing Again?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 14 October 2016

Nina dan Ana, adalah sepasang sahabat sejati. Mereka tinggal di satu perumahan dan kompleks yang sama. Perumahan Anggrek di Kompleks D. Mereka juga mempunyai suara yang amat merdu. Kebetulan, mereka juga satu sekolah. SD Nurul Istiqomah namanya.

Suatu ketika, di sekolah mereka…
“Nina dan Ana, kalian dipanggil oleh wali kelas kita Bu Gita!” Seru Bella, si ketua kelas.
“Ooh, iya, Bell! thanks yaa!” Jawab Nina dan Ana hampir bersamaan. Lalu, mereka bergegas pergi ke ruang Bu Gita.
Selama mereka berjalan ke arah ruang Bu Gita, mereka bertanya-tanya dalam hati “ada apa ya.. Kok tiba-tiba saja kami berdua dipanggil?”.

Lalu, mereka sampai di ruang Bu Gita. “Tok tok tok!” “Assalamualaikum Bu!” Sahut Nina dan Ana. “Walaikumsalam.. Masuk!” Jawab Bu Gita dari dalam. Mereka berdua pun masuk. “Bu Gita, ada apa ya memanggil kami?” Tanya Nina.
“Ooh, begini.. Kalian mau tidak ikut lomba Bernyanyi tingkat SD seKabupaten?” Tanya Bu Gita. Nina dan Ana pun saling bertatapan. Mereka seakan-akan tidak percaya, kalau mereka yang mewakili sekolah mereka. “Ibu tau, kalian mempunyai suara yang sangat merdu. Kalian juga pernah menjuarai beberapa lomba bernyanyi tingkat kecamatan. Ibu harap kalian mau mengikuti lomba itu. Kalian bisa pikirkan lagi apakah kalian mau mengikuti lombanya.” Ujar Bu Gita panjang lebar. “Mmm, saya mau mengikuti lombanya, Bu!” Sahut Ana dengan gembira. “Oke Ana. Lalu bagaimana dengan Nina?” Tanya Bu Gita.
“Mmm, jika Ana mau ikut, saya juga ikut, Bu!” Ujar Nina. “Oke, kalian berdua akan mengikuti lomba bernyanyi, lomba akan diadakan 2 minggu lagi, Good luck!” Ucap Bu Gita. “Terima kasih, Bu.. Kalau begitu, kami pamit dulu ya! Assalamualaikum!” Sahut Nina dan Ana.
“Iya Ana, Nina! Kalian boleh pergi! Walaikumsalam” Kata Bu Gita. Lalu, mereka pun ke luar dari ruangan.

“Nin, kita belajar menyanyi bareng yuk, besok!” Ujar Ana. “Boleh, nanti Aku yang ke rumah kamu ya!” Jawab Nina. “Okay!” Ucap Ana.

2 minggu kemudian…
Hari ini adalah hari dimana Nina dan Ana akan mengikuti lomba bernyanyi. Lomba itu dilaksanakan di Gedung Serbaguna Taman Ceri Gelompong.
Nina dan Ana tidak berangkat bersama. Mereka menaiki mobil yang berbeda. Mereka yakin, bahwa mereka akan memenangkan lomba itu. Lalu, mereka pun berangkat.

Kondisi Ana
Di dalam mobilnya, Ana terus latihan. Suaranya merduuu sekali. Saat tengah asik-asiknya melantunkan sebuah lagu, tiba-tiba “Bruuukkk!!!” “Aaaaaakkhhh!!” Jerit Ana.

Kondisi Nina
‘Nanananana’ Nina asik bersenandung di dalan mobilnya. Tiba-tiba, ‘tutaratutut tutaratutut’ “ooh, handphoneku berdering!” Ujar Nina. Lalu, Nina pun mengangkat teleponnya “Halo? Iya? Ini siapa ya?.. Hah? Ana kecelakaan! Ya Allah. Terima kasih ya atas infonya Tante..” Nina pun mematikan telepon. “Ya Allah, mengapa harus Ana yang kecelakaan Ya Allah, Ana jadi tidak bisa ikut lomba, dan hanya aku yang bisa mewakili.. Hiks hiks hiks” tangis Nina pun pecah.

“Dok, bagaiman kondisi anak saya, dok? Baik-baik saja kan?” Ujar mama Ana dengan menangis dan khawatir. “Begini Bu, anak Ibu mengalami benturan keras di bagian leher, akibatnya, pita suara Ana pecah alias rusak. Jadi, Ana tak akan bisa bersuara selama dia belum mendapatkan donor pita suara. Maaf bu, saya pamit dulu” ujar dokter menjelaskan. “Ya Allah, tabahkan Ana, bagaimana dia bisa meneruskan bakatnya lagi. Semoga Ana cepat mendapatkan donor pita suara. Aamiin..” Doa Mama Ana.

‘Bagaimana keadaan Ana, ya?’ Batin Nina. Tiba-tiba “Nina, siap-siap ya, setelah ini kamu yang tampil!” Seru Bu Gita. “Oh, i.. Iya Bu..” Jawab Nina. Setelah itu, Nina pun maju dan menyanyikan lagu ‘Bimbi’ dengan sangat spesial. ‘Prok prok prok prok!!’ Tepukan tangan sangat riuh setelah Nina selesai menyanyikan lagu. Nina pun kembali duduk di tempatnya. Dia adalah kontestan terakhir. 5 menit lagi, pengumuman siapa yang jadi pemenang akan diumumkan. Nina sangat dag dig dug sekali.

5 menit Kemudian..
“Yaa, saya akan membacakan pengumuman juara 1 sampai 3.. Saya akan membacakan dari juara 3 dahulu. Juara tiga diraih oleh… Natasya Ika dari SD Bintara!.. Juara kedua diraih oleh… Michele Jhon dari SD Nusantara! Dan, juara 1 nya adalah… Nina Renata dari SD Nurul Istiqomah! Silahkan maju semua peserta yang memenangkan lomba!”

“Alhamdulillah! Aku juara 1, Bu! Aku juara 1! Alhamdulillah!” Sorak Nina. “Iya, Nak! Alhamdulillah! Ayo Nak! Naik ke atas panggung dan ambillah pialamu!” Jawab Bu Gita. Nina pun segera naik ke atas panggung. Dan dia menerima piala kebanggaannya. Tiba-tiba, kepalanya terasa pusing, pandangannya kabur, dan.. ‘Bruukkk!!’ Nina pingsan! Lalu, orang orang yang ada di sekitar langsung membopong Nina dan memasukkan ke dalam mobil. Nina pun dilarikan di rumah sakit.

Sesampainya Nina di rumah sakit…
Ibu Nina pun segera datang. “Bagaimana keadaan anak saya dok?” Tanya Ibu Nina. “Maaf bu, Anak ibu didiagnosa penyakit Kanker darah, dan.. Menurut prediksi saya, Nina hanya memiliki jangka umur sekitar 3 jam lagi. Ibu Boleh temui anak ibu sekarang..” Ujar dokter, seraya pergi. “Ya Allah! Apa yang sedang terjadi.. Mengapa engkau tega mengambil anakku secepat ini.. Mungkin, ini sudah takdirnya..” Ucap Ibu Nina, lalu masuk ke ruangan Nina. “Ninaa..” Panggil Ibu seraya menangis terisak-isak. “I.. I.. Iya bu..” Jawab Nina, lirih. “Maafkan ibu ya nak.. Ibu tak bisa melakukan apa-apa sekarang..” Ujar Ibu sedih. “Iya, bu.. Tidak apa-apa.. Mungkin, sudah takdir Nina seperti ini.. Bu, Nina ada satu pesan, jika nanti Nina sudah diambil Allah, tolong ya Bu, donorkan pita suara Nina untuk Ana.. Supaya, walaupun raga Nina suda tidak ada, akan tetapi, Nina masih bisa terus bernyanyi dengan raga Ana.. Boleh kan, Bu?” Pinta Nina. “Pasti nak, pasti boleh.. Ibu akan menyampaikannya kepada Ana.” Setelah menyampaikan pesan itu, 2 jam kemudian Nina pun diambil oleh Allah..

Sebelum Nina dikuburkan, Ibu Nina pun menyampaikan ke Ibu Ana, bahwa Nina mendonorkan pita suaranya untuk Ana. Dan dijelaskan oleh dokter, malam itu juga operasi akan dilaksanakan.

3 jam kemudian…
Dokter pun ke luar dari ruang operasi, seraya berkata “operasinya berjalan lancar, Bu. Dan sekarang, Ana bisa berbicara dengan normal seperti biasanya..” “Alhamdulillah, Dok.. Terima kasih banyak ya dok atas semuanya..” Ucap ibu Ana. “Iya Bu.. Sama-sama..” Jawab Dokter..

Keesokan harinya…
Jasad Nina pun sudah di kuburkan.. Disitu, tak ada Ana, karena Ana masih berada di rumah sakit..
“Ibu, kemana Nina? Mengapa dia tidak menjengukku? Padahal, aku mau cerita sama dia, bahwa aku sudah punya pita suara sekarang!” Ana yang belum tau, bahwa Nina sudah tiada, yang mendonorkan pita suaranya untuk dia. “Nak, Nina sudah kembali ke sisi Allah nak.. Dan Nina lah yang mendonorkan pita suaranya untukmu..” Jawab Ibu Ana, lirih.. “Innalilahi wa inna ilaihi raji’un.. Ya Allah Bu, mengapa Ibu tidak menyampaikannya kepadaku.. Hiks hiks hiks” tangis Ana. “Maaf Nak.. Maukah Ana sekarang mengunjungi kuburan Nina?” Tanya Ibu. “Mau, Bu. Mau..” Jawab Nina. Lalu, mereka pun pergi ke kuburan Nina.

Sesampainya di sana..
“Ninaa, hiks hiks.. Mengapa engkau pergi secepat itu.. Aku masih mau cerita banyak padamu Nina.. Hiks hiks.. Aku kehilangan sahabatku.. Dan selamanya aku tidak akan bertemu dengannya.. Good Bye Nina, Good Bye.. I Love You.. Aku akan mengunjungimu sebulan sekali, dan tidak akan melupakanmu..
Selamat Tinggal Nina.. Semoga kamu tenang di alam sana..

SELESAI

Cerpen Karangan: Nafisa Arifa Firdaus
Facebook: Nafisa Arifa Firdaus
Hai, namaku Nafisa Arifa Firdaus, tempat tanggail lahir di Lampung Tengah, 19 oktober 2002..
Thnks..
Ku terima kritik dan sarannya ^_^

Cerpen Can I Singing Again? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dentingan Bersayap

Oleh:
Dunia telah bersaksi, tiada yang abadi. Rambut indah juga akan rontok, pakaian mahal tak juga dibawa mati. Perbuatanku yang akan menentukan, Surga atau Neraka? Jika harus memilih, pastilah aku

Sahabat Kecilku Pasangan Hidupku

Oleh:
Malam ini ku hempaskan tubuhku ke atas kasur dan memandangi langit-langit di atas. Kurenungi keindahan masa-masa laluku. Masa kecilku bersamanya. Entah kemana dan dia saat ini. Aku sangat merindukannya.

Jasuke vs Semeje

Oleh:
Pada suatu hari geng Jasuke sedang berjalan-jalan. mereka akan menuju ke lapangan. mereka akan berperang melawan pasukan jahat Semeje. setelah sampai di lapangan Semeje sudah duluan datang mereka sudah

Miss U Mom

Oleh:
Hari senin ibuku pulang dari Malaysia bersama ayahku. Aku segara menghampiri ibuku dan memeluknya. Aku tidak tahu ibuku mengidap penyakit apa, dan harus pulang ke tanah air. Namun ayahku

Haru Biru Persahabatan

Oleh:
Matahari pagi membangunkanku dari tidur nyenyakku. Kulihat ibu berdiri disamping tempat tidurku. “Ada apa bu?” tanyaku. “Pagi ini ibu mau pergi. Ada janji dengan tetangga sebelah. Kamu jaga rumah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *