Catatan Akhir Desember

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 2 September 2014

Aku, inilah aku. Aku tak bisa seperti orang lain dan tak bisa seperti dirimu. Aku hanya bisa menjadi diriku sendiri. Kau bisa berkata aku egois, pemarah atau apapun kata kata bodoh yang ingin kau cap kan padaku. Tapi inilah takdirku, inilah jalan hidupku. Kau mungkin bisa memiliki hatiku, cintaku, juga perasaanku tapi kau tak akan pernah bisa memiliki jalan hidupku. Menjalani semua takdirku, memainkan semua peranku dan melewati suka duka hidupku.

Aku, aku hanya tercipta sebagai insan yang lemah. Yang mencoba belajar tersenyum disaat menangis, mencoba belajar tegar disaat terluka dan mencoba menggapai spanduk bertuliskan kebahagiaan. Kebahagiaan yang abadi, yang bisa membuka mata batinku akan arti sebuah kehidupan. Kehidupan yang sulit aku tebak keinginannya.

Kehidupanku tak seperti kehidupanmu. Yang bisa selalu tertawa, yang bisa selalu berjingkrak jingkrak karena kesenangan, yang bisa selalu berkata itu mudah. Karena memang kehidupanku sangat rumit, sangat sulit untukku memecahkan teka teki di dalamnya. Bahkan jika aku memecahkan teka teki itu tetap sulit untukku mengartikan maknanya. Makna yang begitu buram untukku baca, makna yang begitu rumit untukku ketahui, bahkan sangat-sangat tidak mungkin untukku ungkapkan.

Sekarang aku menyerahkan semua keadaan ini padamu. Karena memang aku tak sanggup menjadi seperti yang kau harapkan, menjadi seperti yang kau inginkan. Karena inilah aku, diriku sendiri. Dan aku tak bisa menjadi seperti orang lain dengan segala keterbatasanku. Aku takan pernah menyesal menjadi sosok yang pernah mengisi hidupmu walau hanya sebentar namun sangat berarti bagiku. Dan aku akan selalu mengenangmu di setiap lembar-lembar cerita hidupku, menyimpan kenangan-kenangan terindah di dalam bingkai hatiku.

Seandainya saat ini kau tau, aku tak ingin mengakhiri semua ini. Namun aku harus merelakan semua itu terenggut karena memang inilah kenyataannya. Kenyataan yang tak bisa dipungkiri, kenyataan yang menegaskan bahwa inilah akhirnya. Akhir dari segalanya.

Cerpen Karangan: Erika Utami
Facebook: Erika Utami

Cerpen Catatan Akhir Desember merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kabut Hitam Di Ujung Senja

Oleh:
Syahdu.. Sang surya emas tersenyum menjemput pagi.. Menghantarku di pagi sunyi.. Angan ingin membawaku mengembara, menjauhi sunyi.. Aku lengkap namun sendiri.. Kasihku hanya bayangan.. Sepi, kamu ada namun tiada..

Menunggu Putra

Oleh:
Menunggu itu memamng membosankan, aku paling benci dengan hal yang satu ini. Tapi meskipun membosankan, toh aku harus lakukan juga untuk mendapatkan yang aku inginkan. Benar. Menunggu seseorang untuk

Miss Eum nya Tak Mau Neneng Foto

Oleh:
“Jangan takut… karena rasa takut itu hanya bayangannya saja yang besar, seperti David menang melawan raksasa besar bernama Goliath itu tak akan terjadi tanpa keberanian yang besar!” Jumat 14

Gadis Kecil Ayah

Oleh:
Lama duduk sambil menikmati suara hujan membuat Ayah ingin minum teh, tangannya meraba meja yang ada di samping kursi, Ayah berusaha menggapai cangkir teh. Kehilangan penglihatan menjadi hambatan untuk

Who You?

Oleh:
Hujan turun sangat lebat, aku masih berdiri mematung di depan jendela kamar. air mata mewakili dan menemaniku saat ini, entah apa yang aku rasakan hati ini begitu hancur. Rintikan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *