Dark Rain

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penyesalan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 16 October 2016

“Apa yang kau lakukan ha? Apa yang kau dapatkan setelah melawan preman itu? Jangan sok jagoan. Sekarang lihat dirimu?! Kau… Untung kau tak tewas di tempat kejadian”
“Aduh sudahlah kak… Lagi pula aku mendapatkan sesuatu”
“Apa? Uang?”
“Hei… Tak segalanya dapat dibeli dengan uang. Aku mendapatkan TEMAN…”

“Oey, Angga, dari mana semua lebam berkualitas ini ha?”
“Yah ini hanya lebam kecil ton”
“Ya ya ya… Tapi ceritakan padaku dari mana kau dapat lebam ini ha?”
“Ok aku akan ceritakan padamu, tapi kau harus merahasiakannya”

Malam itu hujan lebat turun menerpa segala yang ada di bumi tanpa kenal ampun. Setangkai mawar berteduh menyendiri. Elok nan cantik di bawah tempat berteduhnya, membuatku ingin menyapa sang bidadari pujaan hati setiap orang. Dia adalah bidadari surgawi yang menarik perhatiaan semua yang memandangnya. Hingga tak tega hati ini membiarkannya dilukai orang tak berperasaan.

“Lalu… Kau bertengkar dengan preman yang menggodanya itu?”
“Yah seperti itu lah. Tapi Tuhan masih sayang padaku. Ada seorang pendekar wanita yang menolongku”
“Lalu… Yang kau tolong menjadi Sahabatmu Dan Yang menolongmu menjadi kekasihmu, begitu?”
“Yaps… Tapi Kau salah. Lebih tepatnya tebakanmu itu terbalik”
“Kau hebat dan mereka sekolah disini?”
“Aku tak tau… Tapi bagaimana kau bisa tau?”
“Yah mungkin itu mereka? Dari tadi dikelilingi banyak pria”

Angga sahabat Shely dan Shely musuhnya Silvy sedangkan Silvy Pacar Angga. Ini semua memang rumit tapi percayalah bahwa Shely sudah tidak menganggap Silvy musuhnya… Tapi entah dengan Silvy, hanya Tuhan yang tau hal ini.

“Shel… Bisa ikut belanja?”
“Sejak kapan lo belanja? Rajin amat oey, belanja apaan ikan asin”
“Enggak lah, ane mau beli kalung buat Silvy, kan doi besok ultah Sweet dikit gak apa kan”
“Ya ya ya… tunggu ane di rumah ente” Yah meski Silvy musuhku tapi demi Angga aku akan melupakan segalanya

“Silvy hbd ya…”
“Sayang hbd ”
“Apaan nih… Kalung? Makasi sayang”
“Sini aku pasang. Dijaga ya kalungnya say”
“Pasti… Shel bisa bicara berdua?”
“Aku tinggal ya say”

“Lo mau ngoceh apa?”
“Jauhin Angga dia milik gue”
“Dia sahabat gue dan dia pacar lo, lupain yang lalu kalo lo ingin Angga gak menderita. Lupain permusuhan kita, Lupain!!”
“Ya udah kalo lo gak mau jauhin Angga biar dia yang jauhin lo”

Pluk!!
“Lo… Lo apain kalungnya?”
“Sini ikut”
“Hay say ada apa?”
“Angga dia buang kalung aku, aku gak bohong”
“Eh pembohong lo, dia bohong percaya deh sama gue”
“Udah Stop… Shel kalo lo masih mau jadi sahabat gue minta maaf ke Silvy”
“Gak ada cara lain apa?”
“Ada… Cariin kalungnya. Kalo gak ketemu… Jangan temuin gue lagi”

Aku harus mencarinya HARUS
“Dimana sih nenek tua itu buang kalungnya”
“Hay shely… Lagi ngapain”
“Eh Toni, ini lagi nyari kalung yang tadi dilempar sama Silvy”
“Gini deh lo tadi ngobrol di mana?”
“Situ tuh, ada kursi taman yang sampingnya lampu itu”
“Oh… Gak capek apa?”
“Gak, lagian kalok gak gini aku gak bakal jadi sahabatnya Angga lagi”
“Stop dulu ya”
“Enggak makasih, aku mau lanjut cari. Meski sekolah udah bubar sih”

“Oey Angga… Lo mau ngebiarin Shely nyari itu kalung? Malem malem gini? Lagian ini hujan loh?”
“Biarin dia kan bersalah”
“Bukan dia yang salah”
“Lantas, lo mau ikut ikutan nyalahin Silvy gitu?!”
“Gue bukan asal nuduh, lo tau kan kursi taman yang ada di samping lampu, mereka ngobrol di situ. Kalo lo anak lama yang sekolah dari kelas 1 lo gak bakal ngobrol di sana kan”
“Ya iya lah karena disana ada kamera pengintai”
“Tepat sekali dan aku berhasil dapat rekaman kejadian mereka, nih”

Jadi Silvy udah bohong… Bohong ke aku?! Dan aku percaya begitu saja.
“Ton gimana caranya nebus kesalaham gue”
“Lakuin sesuai kata hati lo sob”

Shely maafin ane yang gak percaya, shel maafin gue…
“Shely…!!”
“Lo, eh ngapain disini. Hujan tau, lo nanti sakit”
“Lo sendiri ngapain, balik yuk. Pliss”
“Gak, gue gak mau. Angga gue harus temuin kalung itu. Kalo gak…”
“Kalo gak apa? Gue bakal gak sahabatan sama lo? Pliss pulang ya, ini hujan. Lagian gue udah tau semua. Lo gak salah Silvy udah bohong ke gue”
“Eh, Angga itu kalungnya…”
TIIIN TIIIIN!!
BRAAAK!!
“Shely…!!”
“Angga, nih aku udah dapet kalungnya. Kita sahabatan lagi kan, kamu gak marah lagi kan”
“Shely udah lupain kalungnya kita ke rumah sakit ya…”
“Kamu Sahabatku kan”
“Iya iya aku sahabatmu Shel, iya kita sahabatan ya”
“Jaga diri ya Angga”
“SHELY…!!”

DARK RAIN
Hujan yang memberikan ia padaku, dan hujan juga yang merebutnya dariku

Cerpen Karangan: Dafafa
Ig: ANAK BAIK BAIK
Bbm: 5ED43DD0
THX

Cerpen Dark Rain merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Selamat Tinggal Sahabat

Oleh:
Saat jam istirahat. Robi, Darwin, dan Coki seperti biasa mereka pergi ke kantin. Mereka adalah 3 sahabat yang sudah merajut persahabatannya dari SD sampai sekarang mereka kelas 3 SMA,

Melukis Pelangi

Oleh:
Hujan kembali membasahi sosok tubuh mungil yang tengah berlari sendiri mengitari lapangan sekolah. Terdengar suara saling berbisik antara anak yang satu dengan yang lain. Banyak anak yang menyaksikan tubuh

Penyesalan

Oleh:
Harry seorang Laki-laki yang bisa dibilang waktu SMA sangatlah kelam karena cara pergaulannya yang salah dia Minum-minum dan sebagainya tapi dia berkomitmen untuk tidak menyentuh nark*ba Setelah lulus SMA

Penantian

Oleh:
Suatu malam yang begitu cerah wanita bernama Fanie sedang menantikan kedatangan kekasihnya di rumahnya. Setelah 1 jam menunggu akhirnya kekasihnya pun datang. Dengan terkejut dan bertanya-tanya, karena kekasihnya tidak

Nasehat Sang Nenek

Oleh:
“Pagi, ayah…, pagi, ibu…” Jeritan Suzy yang keras itu sempat membangunkan kedua orangtuanya yang tersayang. Dengan wajah yang bersemangat Suzy yang baru saja terbangun langsung pergi ke toilet untuk

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *