Delapan April

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 20 June 2016

Hari ini aku berjalan lagi tanpa arah, kesana kemari mencari makanan untuk mengisi perut yang keroncongan ini. Di taman itu aku lihat dia duduk sendirian disana. Aku mulai menghampirinya, dia pun melihatku dengan tersenyum. Aku menempelkan tubuhku ke kakinya yang menggunakan celana panjang itu, dan tangannya datang dengan mengelusku secara lembut. Ya aku saat ini tepat berumur 4 bulan, indukku sudah tiada entah kemana meninggalkanku. Saat ini yang aku harapkan adalah dia akan membawaku bersamanya.

“Hei, apakah kamu juga sendirian, kucing kecil?” ucapnya lembut sambil mengelus elus tubuhku
“Mau ini?” lanjutnya sambil menyodorkan secuil ikan yang tengah disantapnya.
Aku tak bisa berbicara dengannya namun aku menunjukan sikap manjaku kepadanya. Andai saja dia membawaku dan dia menjadi temanku, aku pasti sangat senang sekali.
“Cuaca di luar dingin ya?” katanya sambil mencuil cuil ikan tadi
“Kalau kau sendirian mari temani aku, aku juga tinggal sendirian saat ini” sambungnya

Akhirnya aku dibawanya menuju rumahnya. Harapanku terpenuhi, dia seperti malaikat yang menolong seseorang yang tengah kesulitan. Dia merawatku dengan baik, aku sangat menyayanginya. Setiap pagi aku selalu mengganggu sarapannya tapi dia tidak pernah marah. Aku selalu mengusiknya disela sela dia bekerja, bahkan saat dia tertidur aku selalu berada di sampingnya. Ken memang pria yang sangat baik, tapi entah mengapa selalu terlihat wajah murung setiap dia pulang ke rumah ini. Ken selalu terlihat sedih setiap tanggal 8.

“Hey tom, apa kau ingat kapan indukmu meninggalkanmu?” tanyanya
“Meoww” aku hanya mengeong berharap dia bisa mengerti apa yang kuutarakan.
“yah, aku juga kehilangan orang yang kusayang pada tanggal 8. Tanggal 8 bulan April adalah tanggal yang paling ingin aku lupakan” sambungnya

Sepertinya Ken sangat mencintai orang itu, setiap tanggal 8 dia selalu pergi ke luar rumah sambil membawa bunga. Mungkin dia pergi ke makam orang yang sangat ia cintai itu. Aku berusaha membuat Ken tersenyum ketika raut murung terlihat di wajahnya, dengan kekonyolan dan tingkahku, aku senang bisa membuatnya kembali tersenyum.
“Aku berharap waktu bisa terhenti ketika aku dan Ken sedang bahagia bersama” batinku

Kegiatan yang kami lakukan setiap hari hampir tidak ada yang berbeda. Kami selalu melakukan hal yang sama. Pagi hari Ken sarapan bersamaku lalu dia pergi untuk bekerja, siangnya aku hanya tidur dan menunggu hingga Ken pulang, dan malamnya kami bermain bersama hingga salah satu dari kami tertidur terlebih dahulu. Ada kalanya Ken mengajakku pergi, namun tetap saja kebersamaan kami memang hal yang sangat membahagiakan. Hingga tidak kami sadari 8 tahun sudah berlalu semenjak dia menemukanku di taman saat itu.

“Tom… Tom… dimana kau?” ucapnya mencariku bingung
“Meow…” aku langsung menyambutnya dengan lembut dan membiarkan dia mengelusku.
Tapi entah mengapa ada yang berbeda denganku hari ini. Aku tidak tau mengapa tubuhku bisa sangat lemas hari ini. Padahal, aku hampir tidak pernah merasakan kelelahan yang teramat sangat seperti ini walaupun bermain seharian bersama Ken.
“Tom? Kamu kenapa? Kok kelihatannya kamu sakit?” tanya Ken
Aku hanya memejamkan mataku dan terlihat lemas saja di depan Ken. Dengan segera Ken membawaku menuju dokter hewan terdekat untuk mengecek kesehatanku. Sesampainya disana aku pun masih tertidur lemas sambil dokter memberiku suntikan energi.
“Bagaimana dokter?” tanya Ken cemas
“Sayang sekali tuan, dia sudah mencapai batasannya. Sudah saatnya dia istirahat” kata dokter
Melihat Ken meneteskan air mata, aku tau bahwa sebentar lagi sudah saatnya bagiku untuk berpisah dengannya. Kami pun pulang namun tidak segera menuju rumah. Ken membawaku dengannya menuju taman dimana tempat kami pertama kali bertemu. Ken mengelusku hingga matahari hampir terbit. Dan muncul keajaiban saat itu juga.
“Ken, Terima kasih untuk selama ini. Aku senang bisa bersama denganmu, kebersamaan kita saat itu, jangan sampai kau lupakan ya” kataku
“Tom?!.. kamu bicara?” tanya Ken terkejut
“Yah, mungkin sudah saatnya kita berpisah, sebenarnya aku ingin makan ikan bersama mu lagi seperti saat itu, tapi sepertinya sudah tidak sempat lagi. Maafkan aku tidak pernah bisa membantumu dan hanya merepotkanmu. Dan kumohon jangan membenci tanggal 8 April, karena itu adalah tanggal dimana kita pertama kali bertemu. Terimakasih Ken” Ucapku untuk terakhirkalinya
“Tom!?!” Ken menangis terisak bersamaan dengan mataku yang mulai tertutup secara perlahan. Aku sangat menyukai majikanku. Aku bersyukur bisa bertemu dengannya.

Cerpen Karangan: Mr. I
Facebook: Fujisaki Ilham

Cerpen Delapan April merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Remember When

Oleh:
Pagi itu suara azan membangunkanku dari tidurku di sebuah dipan kecil yang tersusun berderet dan berjenjang-jenjang di sebuah asrama. Tidur panjang yang menghantarkan aku bermimpi dengan suatu kehidupan yang

Kontes Mengerikan

Oleh:
Pada zaman dahulu, di pagi yang cerah. Ratu Ishielya (baca: Ishelya) sangat bosan. Dia mengadakan sayembara mencari mutiara dalam batu tua di hutan. Namun, sayembara itu batal karena di

Malam Yang Indah

Oleh:
“Rara bangun!” teriak mama. “Iya aku sudah bangun,” jawabku. Segera aku menuruni tangga untuk sarapan. Hai namaku Rara Restiara aku mempunyai sahabat bernama Riri dan Risa mereka adalah sahabat

Antara Kebahagiaan dan Kesedihan

Oleh:
Semenjak meninggalnya Gio, Dea menjadi anak yang pendiam dan murung. Hari demi hari dea lewati hanya termenung merasapi kesedihan ini, ia selalu berada didalam kamarnya. Entah menggapa hari ini

Manusia Impian

Oleh:
“Dengan semua yang aku miliki aku akan tetap menjagamu!” aku berlari menuju monster besar itu, yang sedang memenjarakan gadis yang aku sukai di belakangnya. Aku akan membuatmu membayarnya! “Ayo

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Delapan April”

  1. Denanda says:

    Cerpen dari mr I, saya suka tokoh cerita dengan jalan cerita yang menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *