Detik Terakhir Bersamamu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 8 October 2015

Ku bangun dari tempat tidurku, ku buka jendela kamarku, dan ku hirup udara segar. Aku pun bergegas mandi, setelah beberapa menit aku langsung ke luar dari rumah dengan memakai seragam sekolahku. Tidak lama kemudian supir aku pun datang menjemputku, perlahan ku memasuki mobil tersebut. Beberapa menit kemudian, aku telah sampai di sekolah, seketika ku melirik ke sana kesini tampak seorang lelaki tampan yang sedang lewat aku pun berusaha bertanya kepada lelaki tampan itu.

“hy… kamu tahu di mana ruang kepsek?” ucapku dengan suara lembut.
“oh, ruangan kepsek, lurus aja terus belok kiri di samping ruang perpustakaan itu ruangan kepsek,” ucap si lelaki tampan itu.
“terima kasih ya..” ujarku.
“iya… sama-sama” sambil tersenyum.

Kring!!! suara bel pun berbunyi semua siswa bergegas masuk ke dalam ke dalam kelas. Tidak lama kemudian Ibu Gina pun masuk dengan diikuti seorang gadis yang masih asing dikenal oleh siswa.
“pagi, anak-anak!” memulai pembicaraan.
“pagi bu” siswa serentak.
“kita kedatangan siswa baru, silahkan perkenalkan nama kamu”
“hy, nama kau AnaTasya biasa dipanggil Tasya. Aku pindahan dari kalimantan. Semoga kalian senang dengan kehadiranku di sekolah ini”
“Tasya duduk di dekat Farel,” ucap Ibu Gina.
“iya, bu”

Setelah beberapa jam. Kring!!! bel pun kembali berbunyi yang bertanda istirahat. Tiba-tiba seseorang menjulurkan tangannya.
“aku Farel”
“aku Tasya”
“oh, ya kamu kan yang tadi bertanya di mana ruang kepsek?”
“oh… iya”
“yuk… ke kantin?”
“yuk,”

Kring!!! bel kembali berbunyi yang bertanda pelajaran telah selesai. Tiba-tiba Farel menghampiriku.
“Tasya kamu ngapain di sini, kok belum pulang?” ucap si Farel.
“aku lagi nunggu supir aku”
“daripada nunggu lama, yuk bareng aja pulangnya lagian kita satu arah”
“iya deh”
Aku pun langsung menaiki motor Farel.

Sesampai di rumah.
“Farel… terima kasih ya… atas tumpangannya” ucapku.
“iya sama-sama”
Farel pun langsung pergi.

Dan semenjak Tasya bertemu dengan Farel, Tasya semakin akrab dengan Farel. Tasya mengganggap Farel adalah sahabatnya begitupun Farel. Keesokan harinya di sekolah aku merasa kebingungan.
“Farel ke mana yah? dari kemarin Farel gak datang ke sekolah” dalam batin Tasya.

Sepulang sekolah aku langsung pergi ke rumah Farel.
“tok… tok… tok” suara ketukan pintu.
“tante Farelnya ada?”
“maaf… Farel ada di rumah sakit”
“di rumah sakit, Farel sakit tan… sakit apa?”
“gak baik bicara di luar, yuk masuk dulu”

Aku pun langsung masuk.
“sebenarnya Farel didiagnosa kanker”
“apa kanker?!” aku pun langsung meneteskan air mata.
“dan umur Farel gak lama lagi”

Aku pun langsung pergi ke rumah sakit.
“Farel… ini aku Tasya” ucap ku.
“Tasya…” dengan suara berbata-bata.
“Rel… kenapa kamu nutup-nutupin soal penyakit kamu”
“maaf… Tasya aku gak mau kamu sedih”
“Farel kamu harus kuat!”
“Tasya… maafin aku, ini detik terakhir aku bersama kamu, kamu adalah sahabat aku yang paling baik dan cantik, Tasya aku harus pergi, kamu jangan nangis…”
“Taassyyaa!!!” dan Farel pun menghembuskan napas terkhirnya.
“faarrell!!!”dengan suara teriakan.

“Rel… kamu adalah sahabat terbaikku, aku gak akan lupakan kamu” dalam batin.

Cerpen Karangan: Suci Indah Sari
Facebook: https://www.facebook.com/suci.indah.90857

Cerpen Detik Terakhir Bersamamu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabatku

Oleh:
Pada kenyataannya Tini sudah tidak lagi mencampuri urusan Cici. Tapi Tini juga tidak bisa meninggalkan Cici begitu saja. Apalagi Tini sudah terlanjur sayang kepada Cici. Tini sudah menganggap Cici

Tempat Terakhir

Oleh:
2 sahabat, Vira dan Arya, selalu berpetualang mencari tempat-tempat yang asik dan indah buat mereka kunjungi, udah banyak tempat yang mereka kunjungi, dari dalam kota maupun luar kota, ini

Maafkan Aku, Lyla

Oleh:
Namaku Alice Crousty, lebih akrab dipanggil Alice. Aku mempunyai Adik berumur 5 tahun bernama Lyla Crousty. Bagiku, Lyla adalah anak yang sangat mengganggu setiap waktuku. Dia sangat sering bertanya

22 Desember

Oleh:
Mentari telah menerbitkan cahaya dari balik jendela kaca rumahku pagi di tanggal 22 desember 2015 itu menandakan betapa indahnya pagi dihari ibu ini, kudengar dari balik pintu kamarku ada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Detik Terakhir Bersamamu”

  1. Syaiful says:

    Cerpenya kurang gereget harusnya dibuat lebih complicated lagi.
    Tapi jalan ceritanya cukup bagus!!

  2. Ms.Hoon says:

    Judul nya cukup menarik, namun alurnya terlalu cepat. Bisa di kembangkan lagi mungkin. Dan juga pemilihan kata. Ini lebih mengarah ke sinopsis di bandingkan cerpen. Jangan terlalu berlebihan dalam memasukan kegiatan dalam satu kalimat.
    Contoh :

    “Aku pun bergegas mandi, setelah beberapa menit aku langsung ke luar dari rumah dengan memakai seragam sekolahku. Tidak lama kemudian supir aku pun datang menjemputku, perlahan ku memasuki mobil tersebut. Beberapa menit kemudian, aku telah sampai di sekolah”

    Dalam kalimat tersebut anda memasukan beberapa kegiatan sekaligus, pembaca akan merasa jenuh. Saya rasa kegiatan di dalam kalimat tersebut bisa di kembangkan hingga lebih menarik
    Contoh

    “akupun bergegas mandi, guyuran air pagi ini sedikit membuat otak ku merasa sedikit tenang, sejak kemarin aku terus memikirkan sekolah baru ku, teman baru dan tentu saja suasana baru. Aku suka itu, yang tidak kusuka jika harus memperkenalkan diri di depan kelas dan di tatap puluhan pasang mata. Seperti anak kecil saja ”

    Nah yang kumaksud mengembangkan satu kegiatan seperti itu. Keep writing dan terus belajar ya!!!
    Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *