Emma

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pengorbanan, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 8 January 2018

Hari ini aku melewati jalan yang cukup ramai. Tujuanku adalah toko bunga. Ketika hendak membuka pintu toko, tak jauh dariku sepasang sahabat saling bercanda. Wajahnya terlihat kebahagiaan masing-masing. Sebuah kenangan yang telah terkubur bangkit lagi. Tepatnya beberapa tahun yang lalu.

Aku memiliki seorang sahabat, Emma namanya. Seseorang yang berharga bagi hidupku. Ia memiliki sifat yang ramah dan selalu tersenyum. Ketika duka datang, ia selalu tegar menhadapinya.

Seiring berjalannya waktu tepatnya 1 minggu sebelum ulang tahunnya, sikapnya berubah. Aku tidak tahu kenapa. Ia lebih cepat marah, lebih suka menyendiri, dan terkadang menangis tanpa membagi perasaannya.
Aku bingung akan menghadiahkan apa. Ketika kutanya ingin diberikan apa, kata Emma ia tidak perlu hadiah apapun. Akhirnya aku datang ke pesta ulangtahunnya yang cukup meriah. Ia sangat bahagia. Aku-pun ikut bahagia.

Ketika hendak pulang, seseorang tak sengaja mendorongku hingga ke tengah jalan. Sebuah mobil melaju kencang ke arahku. Aku hanya pasrah. “awass!” seru seseorang. Ia menggantikan posisiku. Benar-benar pemandangan menyayat hati. Jantungku mau copot. Air mataku meleh. Emma tergeletak lemah dengan darah di sekujur tubuhnya. Aku memangkunya. “bertahan, Emma. Jangan tinggalkan aku…” tangisku. “jangan menangis. kamu mengajarkan persahabatan yang indah utukku. Hadiah terbaik untuk ulangtahunku. Maaf aku tidak bisa terus menemanimu. Selamat tinggal, sa..habat…” Emma menutup matanya. “tidaaak”.

Beberapa hari setelah kejadian itu, ada yang memberitahuku jika Emma sebelumnya mengidap penyakit dan umurnya divonis pendek.

Setelah membeli bunga, aku pergi ke makam Emma. Sungguh menyakitkan kisah hidupnya. Tapi kuayakin dia bahagia. Berbahagialah di sana, Emma.

Cerpen Karangan: Yura Chan
Blog: Mariaflorentina.wordpress.com
haii. Panggil saja aku Yura-chan,
kuharap kalian suka cerpenku. Maaf kalau jelek. Kalau mau ask something silahkan kunjungi instagramku sakurahime_dm. difollow nanti di folback, kok!

Cerpen Emma merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bertepuk Sebelah Tangan (Part 2)

Oleh:
Meninggalnya kedua orangtua Fadhil memang membuatnya terpukul, jarang ia mau makan. Saat ingin makan, ia tak lapar, saat ingin minum ia tak haus, saat ia tak ingin makan, ia

Sesal Di Ujung Senja

Oleh:
Kring.. Bel istirahat berbunyi. Aku bergegas menuju sungai kecil di samping sekolah. Sungai itu adalah tempat favoritku saat istirahat ataupun saat-saat aku ingin sendiri. Sandra Nacita, seorang remaja 16

Modus Tipis

Oleh:
“Nik, aku denger-denger dari temen-temenku, Arga kemarin kecelakaan lho,” beritahuku kepada Nikka, sahabatku yang menyukai Arga. “Hah? Apa? Kapan? Di mana? Kok bisa?” tanya Nikka dengan segala kekhawatirannya. “Kemarin.

Ayah, Ini Persembahan Terakhirku

Oleh:
Ayah, mengapa engkau seperti ingin aku pergi? Mengapa engkau menganggapku sebagai Pembantu? Bahkan babu yang tidak berakal. Aku, William. William yang pengecut, Penakut, Ceroboh, bahan pembullyan bahkan pelabrakkan. Walaupun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *