Entahlah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 17 February 2014

“Entahlah” hanya kata itu yang bisa ku katakan saat melihat whatsapp ku tak dibalas olehnya. Aku selalu memulai dan aku selalu mengakhiri setiap pembicaraan dengannya “mengenaskan” kata yang muncul di benakku saat ku ingat hal itu.

Aku mengenal dia karena temanku mengenalkan kami,
“Hai, Cesa” kataku sambil mengulurkan tangan
“ohh hi, Cesio” jawabnya

Aku sudah tau nama dia Cesio Gunawan, di facebook temanku mengupload sebuah foto dan dia menandai kami, juga temannya yang lain.
Setelah aku lihat satu-satu orang yang ditandai, hanya Cesio yang mempunyai wajah menarik. Aku langsung spontan menanyakan laki-laki itu pada temanku panggil saja dia Syela.

“Syel, Cesio Gunawan siapa?” tanyaku tanpa basa basi busuk
“Ohh Ko Cesio?, itu kakaknya temanku di kampus” jawabnya
“Cakep ya hahaha” balasku
“Ya iya lah, cewek-cewek yang ngantri aja banyak Sa” jelasnya
“Emang tipenya kayak apa sih, kok pada ngantri tapi gak dipilih?” tanyaku penasaraan
“Tinggi, putih, keibuan” tandasnya
“Yah bukan aku banget itu mah Syel” jawabku yakin “udah ya Syel, mau tidur ah” lanjutku

2 Hari kemudian Syela whatsapp aku
“Cesia Sagita” pesannya dengan menyebutkan nama panjangku
“Ape?” jawabku singkat
“Hari minggu ada acara gak Sa?, kalau gak ada hari minggu di kampus aku ada acara dan yang nyumbang lagu salah satunya si Ko Cesio, mau ikut gak? Sekalian foto” balasnya panjang lebar
“Boleh Syel” balasku
“Ok” Syela mengakhiri whatsaap nya

Di hari sabtu, Syela whatsapp kalau dia hanya bisa jemput di terminal Bandung, “ok no problem” kataku dalam hati
Dan akhirnya aku tiba di terminal Bandung, tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dan mengatakan
“Cesa, lama banget sih” keluh Syela
“ampun deh Syel, kamu bikin aku jantungan aja sih” jawabku sewot “tadi macet di tol” lanjutku
“Ok, ayo ke kontrakan aku” ajaknya sambil menarik tanganku
Setelah sampai kontrakan Syela, aku langsung mandi dan tidur

Akhirnya hari minggu datang juga, hari dimana aku akan ketemu Cesio untuk kedua kalinya hahaha (terkesan lebay)
Jam 8 sampai di kampusnya Syela dan ternyata acara sudah dimulai. Baru saja aku duduk tiba-tiba seseorang sudah ada di atas panggung siap bernyanyi
“Hi Friends, saya akan membawakan lagu Maroon 5 – Just a Feeling, semoga kalian suka” kata-kata Cesio yang membuatku mulai meresapi setiap lirik yang dia alunkan

She cries
This is more than goodbye
When I look into your eyes
You’re not even there
It’s just a feeling
Just a feeling
Just a feeling that I have
Just a feeling
Just a feeling that I have, oh yeah

“Thanks ya” ucapannya yang menandakan lagunya telah selesai

Akhirnya acara telah selesai, Syela langsung menarikku untuk menghampiri Cesio. Jujur aku sangat malu, tapi apa boleh buat toh sekarang aku sudah ada di depannya.

“Ayo foto” teriak Syela
“Aku aja sini yang fotoin” pintaku seolah tau apa yang sedang di pikirkan Cesio
“Gak usah, aku aja” jawabnya sambil menyuruhkku balik ke posisi tadi
“Cisss”, foto pun jadi dan kami berdua di foto di hp Cesio juga.
“Nanti aku kirim lewat whatsapp ya” kata Cesio mengagetkan
“hah? Iya ko Cesio, mana nomornya sini aku save” jawabku salah tingkah

Setelah mensave nomer hp Cesio, aku berbalik badan hendak pergi dari tempat berdiri, karena jarak aku dan dia berdiri terlalu dekat ckckck, Tapi tiba-tiba Cesio mengatakan “oh ya kamu Cesia kan?”
Refleks aku berbalik dan menjawab “iya ko”

Ketika di dalam mobil aku dan Syela hening seakan meresapi pikiran masing-masing, tapi aku mulai membuka percakapan
“Syel kok si ko Cesio tau nama aku Cesia sih? Kan waktu itu aku kenalannya namanya Cesa” tanyaku tanpa ragu
“yaela, pasti dia tau! kan waktu aku nandain foto ke kamu ada dia juga, kamu kan komentar pasti dia baca Sa” jawabnya simple
Tapi kok jawaban dari Syela tidak sampai ke hatiku ya, aku hanya bertanya-tanya sendiri dalam hati
“oh iya, nama adiknya dia sama kamu sama Sa, tapi panggilan dia Shia” lanjutnya tanpa melihat aku yang cengo di sampingnya “mungkin lebih gampang ingat nama kamu Cesia daripada Cesa, sekalian dia ingat nama adiknya” terusnya
“Ohhh” sahutku sedapatnya

Hari yang sama aku kembali ke Jakarta, “huhhh cape” batinku
Setelah mandi, aku membuka hp dan mulai whatsapp Cesio
“hi ko Cesio” Sapaku
“Uiii, sorry baru reply” jawabnya dan langsung mengirim foto-foto kami
“Thanks ya ko” balasku dan sekalian mengirimi foto kami yang ada di hpku
Selesai percakapan malam itu.

Setelah 2 minggu aku memulai mewhatsapp dia kembali, di situlah dia cerita memiliki banyak binatang, kalau dulu dia berandal kecil dan lain lain. Aku mulai akrab dengannya, walau hanya di whatsapp.

Tapi lama kelamaan ku rasa Cesio bosan, dia mulai jarang bahkan tidak pernah membalas whatsappku. Dan inilah whatsappan terakhir aku dengannya
“Hai ko Cesio” Sapaku dengan imot senyum
“Yoo” balasnya singkat
“Maaf ya ko kalau aku ganggu” jawabku merasa bersalah
Hening! Tanda tak ada balasan…

Hari demi hari berlalu, aku selalu menunggu dia memulai dan mengakhiri whatsapp ke aku tapi itu hanya khayalan dan itu hanya mimpi. Dia seperti tak akan pernah peduli akan kehadiranku, dan dia hanya menganggapku teman baru yang menganggunya setiap hari.

Dan inilah aku saat ini, aku berjanji pada diri dan hatiku “I will stoped start and I will stoped finish” Di setiap hari aku hanya bisa membaca statusnya yang masuk di Lineku tanpa niat aku komentari sedikit pun. Dan aku mulai belajar tidak peduli akan apa pun yang dia tulis dan tidak akan pernah memulai. Sampai hari ini aku tidak pernah tau perasaannya padaku hanya kata “Entahlah” yang terus teriang dalam pikiranku saat namanya mulai muncul kembali dalam pikiranku.

End

Cerpen Karangan: Stevani Hirano
Facebook: stevanialexhirano

Thanks Ya 🙂

Cerpen Entahlah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


First Love in Junior High School

Oleh:
Oke lah, hari ini hari Senin 24 Oktober 2016. Gak tau kenapa tiba tiba dia duduk di serong kiri depan aku dan aku ngerasa ini sebuah pertanda. Saat aku

Jujur

Oleh:
Brengsek… kau memang brengsek. Baru kusadari malam ini. Betapa bodohnya aku selama ini percaya dan menelan mentah-mentah seluruh bualan dan rayuan menjijikkanmu. Akh,kupegang kening yang tak panas ini, tapi

The Power of Vivi

Oleh:
Berkali-kali Lea memeriksa meja belajarnya, tapi hasilnya nihil. Surat yang ia tulis dua minggu yang lalu, lebih tepatnya surat cinta untuk Rohan, kakak kelasnya sekaligus pujaan hatinya. Ia mulai

Cakra dan Cikka

Oleh:
Aku menyukaimu dari awal aku melihatmu dan aku diam-diam selalu memperhatikanmu meski tak pernah kau lihat aku tetap melakukannya. Seorang gadis cantik bernama Cikka ini terus saja berjalan di

Mawar Fadil

Oleh:
Suara teriakan itu menggetarkan hati, isak tangis pecah saat langkah kaki ayahku meninggalkan ibu yang sedang mengandungku di usia kehamilan 6 bulan, ayah pergi dengan mengucapkan talak cerai kepada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *