Friendship

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 8 November 2015

Sore hari di sebuah rumah sakit terlihat gadis bernama Ayana shahab -Achan- sedang menangis di taman rumah sakit
“kenapa sih kanker darah ini gak mau hilang?” Achan bertanya dengan perasaan kesal dan sedih sambil menatap tajam dedauan di taman dan tak terasa butiran bening pun membasahi pipinya.
“Achan!” teriak Rena yaitu sahabatnya.
“Rena?” Achan menengok sebentar dan menghapus air matanya.
“kamu abis nangis?” tanya Rena yang kini duduk di sampingnya.
“enggak kok” Achan berbohong.

“Achan, tatap mata aku, jujur aja sama aku, kita kan friend” ujar Rena.
“hmm aku kesal Rena, kenapa kanker darah ini gak mau hilang?” tanya Achan dengan air matanya yang mengalir deras.
“Achan,” panggil Rena pelan dengan jatuhnya butiran bening di pipinya.
“Rena,” Achan menangis keras dan memeluk sahabatnya.
“jangan nangis ya, aku yakin kamu akan sembuh” kata Rena optimis.
“tapi kapan?” tanya Achan sambil memeluk erat Rena dan kini keduanya pun saling diam dengan pikiran masing-masing dan tumpahan air mata yang mengering karena angin.
“Rena, aku sayang kamu” ujar Achan.
“aku juga, Achan udah yuk masuk ke kamarmu” ajak Rena sambil menarik tangan Achan pelan, namun Achan menepisnya.

“aku mau lihat sunset” ujar Achan.
“hmm baiklah” Rena pun mengalah dan duduk kembali sambil melihat sunset yang indah dan saling diam.
“seandainya aku sekarang akan pergi, aku ingin tak ada yang menangisiku” ujar Achan.
“Tuhan, kalau aku diberi pilihan antara hidupku dan hidup Achan, aku lebih memilih hidup Achan, dia sahabatku, angkatlah penyakitnya” batin Rena.
“ya sunsetnya udah selesai, udah yuk ke kamarku, lagian juga udah malam dan dingin” seru Achan sambil menarik tangan Rena dan pergi ke kamarnya di ruang 17.

Sesampainya di kamar, Achan pun langsung tidur seakan melupakan penyakit yang dideritanya, sementara itu Rena terlihat menangis namun Rena mencoba menahan nya, pagi harinya Achan pun terbangun dan mengambil minum namun tubuhnya tiba tiba merasakan sakit yang amat sangat sehingga gelas yang ingin di raih Achan pun jatuh dan pecah, sontak Rena pun bangun dari tidurnya dan menghampiri Achan

“Achan, kamu haus? sini biar aku saja yang mengambilnya” kata Rena yang hendak mengambil minum namun tangannya dipegang Achan.
“gak usah ren, percuma” Achan menangis seakan tahu bahwa malaikat maut akan menjemputnya.
“kamu gak boleh ngomong gitu chan, aku yakin pasti kamu bisa sembuh” kata Rena.
“kalau gak sembuh gimana, kata dokter umurku cuma 1 minggu lagi dan rambutku aja udah rontok, pasti malaikat maut akan datang” Achan menangis semakin keras dan Rena pun memeluknya.
“gak ada yang gak mungkin Achan, percayalah kau bisa sembuh” Rena memeluk Achan dengan hangatnya.
“aku sayang kamu Rena, kamu sahabat aku” ujar Achan.
“aku juga sayang kamu Achan, so don’t be cry ya” seru Rena dan ia pun menghapus air mata Achan, hari-hari mereka pun dilalui dengan bersama-sama.

Dan tak terasa ini adalah hari terakhir untuk Achan, ia pun terbaring lemah di ranjang yang di depannya terdapat orangtua Achan, Rena, dan orangtua Rena.
“ma, pa, ren, om, tante, udah saatnya aku pergi, aku senang bisa dikasih hidup yang indah ini, aku gak akan melupakan kalian” ujar Achan dengan suara yang nyaris tak terdengar.
“kamu harus kuat Achan!” kata Mama Achan.
“maaf mah, aku gak bisa” butiran bening pun membasahi pipi Achan.
“ren, kamu adalah sahabatku yang paling baik, maaf ya kalau aku gak bisa menjadi sahabatmu yang sempurna, kamu adalah kenangan terindahku, saat aku di alam sana, kamu jangan sedih, karena kalau kamu sedih aku juga sedih, aku mau kamu bahagia dengan yang lainnya ren” ucap Achan.

“aku cuma mau kamu sembuh chan, agar kita bisa melewati hari bersama” kata Rena dengan tangisan yang pecah.
“aku gak bisa ren, penyakit ini terus menggerogoti tubuhku, aku gak bisa hidup begini terus” jawab Achan.
“kita akan menjadi sahabat selamanya, persahabatan kita gak akan putus sampai sini, jaga dirimu baik-baik” sambung Achan lalu Achan pun menutup matanya untuk selamanya.
“Achaann!!!” teriak Rena dengan tangisan yang lebih keras lagi, dokter pun datang dan memeriksa keadaan Achan lalu memberitahu kalau Achan sudah meninggal.
“duuggg!!” dada Rena menjadi sakit, napasnya pun sesak dan tangis pun tak dapat dibendung lagi, ia pun lemas dan jatuh ke lantai.
“Achan kenapa kamu secepat ini meninggalkan aku?” tanya Rena, sementara itu Mama Achan pun jatuh pingsan.

Berbulan-bulan kemudian di makam Achan.
“hai Achan, hmm aku gak akan lupain kamu, sekarang aku sadar bahwa kalau kamu masih hidup pasti kamu lebih menderita karena penyakitmu itu, aku akan terus menjaga persahabatan kita, dan percayalah suatu saat nanti aku akan menyusulmu di sini.” ucap Rena dengan tangisannya sambil memeluk nisan Achan dan hembusan angin sejuk yang menerpa Rena.

Tamat

Cerpen Karangan: Isti Nuraini

Cerpen Friendship merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kehidupan Jalanan

Oleh:
Hari ini hari minggu aku bangun agak kesiangan mumpung hari libur, dengan keadaan yang masih belum stabil aku pun beranjak dari tempat tidur untuk menumui ayah dan ibu. “selamat

Bayangan Dalam Gelap

Oleh:
Suasana malam yang gelap dan suara-suara binatang malam semakin menambah kesan seram malam itu. Luna yang pada dasarnya seorang penakut semakin menempelkan dirinya di samping Faira. “Fai, lo yakin

Ketika Sahabat Menjadi Penghianat

Oleh:
Tinggal menghitung hari, UN pertama akan aku hadapi. Tepatnya UN waktu SD. Namaku Putri Adelia, aku mempunyai sahabat baik yaitu Nita, Lisa dan Nasya. Lisa dan Nasya adalah saudara

Crawe Friezo

Oleh:
Hujan deras sepnjang malam. Ketika pagi, sisa-sisa hujan masih jatuh di rerumputan dan menembus tanah. Kelopak daun berayun-ayun kecil, menahan pecahan titik hujan. Udara pagi itu begitu dingin menusuk

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *