Gadis Itu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 11 November 2014

Akulah wanita penjelajah waktu, wanita yang melihat kejadian-kejadian dari masa lalu hingga masa depan. Akulah pengawas kejadian dari masa lalu hingga masa depan, aku berusaha untuk mengetahui apa yang telah terjadi yang akan terjadi, aku bercita-cita untuk mengetahui segala hal. Tapi sayangnya bukanlah Tuhan, jadi masih banyak yang tidak ku ketahui, untuk itu, aku akan terus mencari waktu, dan mencari sesauatu yang baru.

Petualanganku dimulai, wajahku sudah tidak bisa menahan untuk mengeluarkan senyuman karena tidak sabar yang untuk mengetahui hal yang baru, aku melompati waktu, banyak sekali pilihan yang bisa aku tuju, tapi diriku jatuh hati kepada tempat yang gelap, sunyi, dingin, dan ditinggali oleh seorang gadis yang sedang menunggu.

Gadis itu sedang kuamati, gadis itu sedang menunggu suatu yang tak pasti.
Gadis itu sedang kuamati, gadis itu sedang dipeluk kegelapan menyesakkan.
Gadis itu sedang kuamati, gadis itu sedang ditemani satu batang lilin yang sumbunya dibakar oleh api kecil, api yang menemani mata gadis itu. Gadis itu sedang kuamati, gadis itu sedang menggenggam sesuatu yang berharga bagi dirinya. Aku sudah mulai bosan, aku mulai mendekatinya, oh… Sebuah liontin kecil yang berisi foto suatu keluarga bahagia, yang isinya berupa senyuman-senyuman indah. Aku mulai mengamati wajahnya yang sedang memelas, diriku tak pernah merasa sesedih ini, wajahnya begitu sedih, dampaknya aku terkena sedihnya jua. Bahkan sang penjelajah waktu pun tidak pernah tahu rasa sedih sedalam ini.

Aku tidak mau menangis, lalu aku keluar dari tempat itu. Mataku terpaku pada suatu nisan yang bertuliskan nama. Mata ini mengeluarkan air mata dengan deras… Dada ini sesak, sesak luar biasa. Aku segera kembali kepada gadis itu. Berlari sekuat tenaga. Namun aku terlambat, terlihat sebuah tubuh tak bernyawa sedang terkulai lemas, tubuhnya sudah tidak bisa menahan dinginnya sepi.

Gadis itu sedang kuamati, gadis itu sedang menyusul kedua orangtuanya dengan senyuman terindah yang pernah kulihat. Sang gadis penjelajah waktu sepertiku pun baru mengetahui bahwa ada senyuman seindah itu di tempat yang sangat sunyi ini.

Cerpen Karangan: Ekaputra
Facebook: taplak.meja[-at-]rocketmail.com
Seorang anak dari kedua orangtua.

Cerpen Gadis Itu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Yang Hilang

Oleh:
Seorang guru berjalan menuju kelasku. Ia adalah ibu Sari, seorang guru yang mengajar sebagai guru IPS di sekolahku. Namaku Annisa. Teman-temanku biasanya memanggilku Nisa. Aku memiliki dua orang sahabat

Sepatah Maaf dari Papa

Oleh:
Peluh menetes di dahiku. Sungguh siang hari yang panas. Matahari melotot, teriknya membakar kulitku. Suara klakson menjerit bersahut-sahutan dari kendaraan di jalan raya, motor saling serobot, angkot berhenti seenaknya

Bolehkah Aku Membenci Ayah?

Oleh:
Orangtua merupakan tumpuan bagi setiap anak, memiliki orangtua yang lengkap adalah keinginan setiap anak di muka bumi ini, tak terkecuali dengan ku. Namun, takdir berkata lain bagiku. Lah Peristiwa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *