Good Bye My Best Friends

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 16 June 2017

“Ki.. Kikaaaa” teriak Naura ketika Kika akan ke Singapore untuk berobat.
“Nau… Do.. Doakan aku ya.. Agar lancar” kata Kika tersenyum kepada Naura. Tetapi, Naura tidak bisa menahan tangisnya.
“Hiks.. Kika… Aku akan selalu berdoa demi sahabatku!!” Kata Naura sesenggukan.
“Sudah Nau.. Yuk pulang..” kata Syabila, sahabat naura juga. Mata syabila juga sudah merah.
“Nau, Syab doakan aku ya.. Byee” kata Kika. “Terimakasih naura, syabila, mau mengantarkan Kika sampai ke bandara” kata Mama Kika. Naura dan Syabila melambaikan tangan kepada Kika.
Kika memiliki penyakit tumor otak, sekarang makin parah sehingga harus dibawa ke Singapore.

Keesokan Harinya…
Di sekolah Naura
“Syab.. Aku khawatir banget nih sama Kika” kata Naura sedih. “Sabar ya Nau, aku juga khawatir banget moga kika cepat sembuh” doa syabila. “Sudahlah, yuk ke kelas, Nau! Bentar lagi bel lho!” Ajak Syabila. Naura hanya mengangguk. Mereka berdua pun masuk ke kelas.

Seminggu kemudian…
“Nauraa!!” Seru Mama Naura. “Iya, Ma?” Tanya Naura sambil menghampiri mamanya.
“Ini, ada telepon dari Syabila” kata Mama. “Halo, syab?” Tanya Naura. “Nau, kamu harus ke rumah Kika sekarang juga! Aku lagi di rumahnya..” kata syabila sedih melalui telepon.
“Kenapa Kika, Syab?” Tanya Naura sedih.
“Kamu harus ke rumah kika aja sekarang!” Seru syabila. “Baiklah” jawab naura sambil menutup teleponnya. Naura minta izin dahulu, setelah itu, ia berlari menuju ke rumah Kika yang tak jauh dari rumahnya.

Sesampainya..
Terdapat bendera kuning berkibar di rumah Kika. “Siapa yang meninggal?” Tanya naura ke Syabila.
“Ki..ka, Nau! Kikaaa” kata syabila sedih. “Innalillahi.. Kikaaa syab? Beneran??” Kata Naura mulai menangis.
“Naura.. Syabila..” panggil mama Kika pelan. Matanya merah.
“Iya, Tan? Beneran Kika meninggal?” Tanya Naura sedih. Mama Kika mengangguk.
“Sebelum Kika meninggal, ini ada surat buat kalian, bacalah.” Kata Mama Kika. Syabila membuka surat itu dan isinya..

Assalamualaikum..
Naura.. Syabila.. Maafkan aku kalau aku
Punya salah.. Please maafin ya.. Mungkin kalian lagi baca ini pas aku udah meninggal.. Jangan tangisi aku karena aku tidak akan lagi menghapus air mata kalian semoga kalian ikhlas dan kenangan kita tetap terjaga.
Wassalam..
Kika.

Naura dan Syabila mulai menjadi tangisannya. Mereka berdoa semoga Kika tenang di alam sana. Mereka ikut memakamkan Kika.
Semoga Kika tenang di alam sana.. Kami selalu menyayangimu.. I love you.. Kika

Cerpen Karangan: Haifa Khairiyyah
Facebook: Haifa Khairiyyah

Cerpen Good Bye My Best Friends merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kesedihanku

Oleh:
Aku duduk dibangku kelas. Diam membisu seperti biasa. Menatap satu persatu teman yang sedang asyik ngobrol dengan tatapan semu. Biasanya aku, Andika, Ifan, dan Rafli akan bercerita tentang hal-hal

Lelaki Berselimutkan Duka

Oleh:
Wajah itu sudah tak teramat asing bagiku, rautan wajah penuh wibawa dan tegas, terbingkai oleh rahang segi empatnya, terlihat ada ketegaran sikap dalam rona wajah itu. Diterangi oleh keremangan

Jangan Pisahkan Kami

Oleh:
Pagi yang cerah. “Pie.. Bangun ayo sudah siang, Delsa sudah di depan!” teriak mama sambil menarik selimut yang ku pakai. “hmm…” Tarik selimut lagi. “Pie, jangan tunggu Mamah marah

Berarti Kah Aku

Oleh:
Malam ini begitu indah, namun tak seindah hidup yang kujalani. Hanya satu hal yang ku inginkan, dan aku harap sebelum aku mati aku bisa mewujudkan impian ku itu. Mama:

Setengah Penuh Menggapai Candi

Oleh:
Di satu pagi yang cerah, di sebuah kafe seberang kampus di bilangan Kemanggisan, Jakarta Barat. “Ini kesempatan terakhir kamu, aku atau mereka?!”. Itu yang Nadya bilang pada Arman, di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *