Good Luck Fiu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Jepang, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 17 September 2016

Tampaknya ia sedang tergesa gesa. Terkesan seperti kusut mukanya. Orochimaru Fayyiu Nakoromiono. Seorang pelajar di sekolah dasar Tokyo Elementary School. Salah satu sekolah elite di Jepang. Dengan muka yang bercucuran keringat, Fiu menghampiriku yang sedang menikmati teh greentea.
“Miniyoma, Fiu mau… Fiu mau… ke toko antik di dekat rumah Miniyoma. Jadi boleh anterin enggak?” sejujurnya nih, aku lagi males ke toko antik itu, tapi demi Fiu bolehlah. “Oke! Miniyoma mau anterin Fiu”

Siangnya, Fiu datang ke rumahku. Ia membawa sekantong nasi bento. Entah untuk apa niatnya membawa makanan itu. “Ayo kita berangkat!” ajak Fiu. Aku mengeluarkan sepeda ontel dari dalam rumahku. Setelah melewati trotoar, sampailah kami di tempat toko antik paman Nemejimwa. Fiu langsung berlari sebelum aku menaruh sepeda dengan benar. Karena malas, aku menunggu Fiu di luar toko antik.

Esoknya, Fiu tak datang di sekolah. Ternyata setelah dengar dengar, Fiu pergi untuk belajar lebih dalam di rumah neneknya. Berminggu minggu aku tak bertemu Fiu, ada anak baru di kelasku. Namanya Konemniao Uruosado. Anaknya cukup gaul dan cantik. Kurasa dia tepat untuk menjadi pengganti Fiu untuk sementara waktu. Aku banyak belajar dari Uruo. Ya lumayan ketangkap sih ilmunya! Namun ketika Fiu tiba, ia tampak tak seperti dulu lagi. Kini, ia menjadi berubah! Dulunya, Fiu itu malu, sekarang Fiu jadi gaul. Setelah kutanyakan dia mengapa pindah ke rumah neneknya, ternyata Fiu mendapat berita kalau ia dipanggil untuk pergi ke Hawaii. Fiu dipanggil untuk menyelesaikan lomba mata pelajaran dan mewakili Jepang bersama Remeone dan Kagawa. Bangganya! Aku hanya bisa mengikhlaskan kepergian Fiu selama 1 tahun di Hawaii.
Good Luck Fiu!
Setelah mendapat kabar, ternyata Fiu mendapat juara 2. Sungguh salut!

Ketika Fiu pulang dari Hawaii, Fiu tampak pucat mukanya. Aku mulai khawatir akan keadaan Fiu. Ketika aku bermain ke rumahnya, ternyata sepi! Karena panik, aku menghubungi Fiu. Ternyata ia sedang dioperasi karena kepalanya kekurangan darah dan bocor! Terasa ada petir, aku segera pergi ke rumah sakit.

Di rumah sakit, aku mengintip dari luar jendela kalau Fiu tengah berbaring lemah tak berdaya. Sekitar beberapa lama setelahnya, aku dan mamahnya Fiu diperbolehkan masuk. Kulihat tangan Fiu bergerak. Dengan bantuan mamahnya, Fiu memberikan sepucuk surat yang berisi:

Dear Miniyoma,
Aku sangat berterimakasih kepadamu karena mau menjadi sahabatku. Aku yang payah ini bisa sukses karenamu. Aku tak akan semaju ini tanpamu. Dan bimbinganmu telah membingku menuju pintu sukses. Aku yang payah ini tak bisa membalas jasamu dengan uang. Hanya satu kataku tetakhir kalinya kepadamu. Terima Kasih Miniyoma.
Fiu

Aku menitikkan air mata membaca surat Fiu. Untuk yang terakhir kalinya ia tersenyum.
Tit… Tit… Tit…
“Fiu…”

Aku hanya bisa memandangmu terakhir kalinya sebelum kau berada di tempat peristirahatn terakhirmu Fiu. Tidak bisa kubayangkan betapa cerianya Fiu. Aku hanya bisa mengantarkanmu di petistirahatan terakhir. Kupandangi terus fotomu sambil kuusap debu yang menempel. Dengan ikhlas, aku melepaskanmu dalam pelukanku. Senyummu yang indah dan semua kenanganmu membuatku ingin menjemputmu nanti. Tunggu saat yang tepat, aku akan menemanimu.

Good Luck Fiu!,
Selamat Jalan Sahabatku!
Aku mengikhlaskan kepergianmu!

Cerpen Karangan: Fathiya Hasna Khairunisa

Cerpen Good Luck Fiu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Putri Sehari

Oleh:
“Apakah ada lagi yang harus hamba lakukan, Putri?” tanya salah seorang pelayan. “Tidak. Kau boleh pergi!” jawab seorang gadis singkat. Sang pelayan pun lalu pergi meninggalkan gadis itu sendirian

Ramadhan Terakhir

Oleh:
“Fajar Ramadhan telah menghampiri dunia, kerinduan pada bulan suci Ramadhan akhirnya terobati, selembar sutra menghapus noda, sebening embun penyejuk kalbu, Marhaban ya Ramadhan.” Ketenangan terasa begitu bergetar di jiwa,

Broken Heart

Oleh:
What happen? Ini cuma pencampakan konyol ternyata, rudy nggak punya hati. Kenapa dia memutuskan hubungan ini. Aku bahkan hampir mati sekarang. Aku lupa kapan terakhir aku mandi dan mungkin

Sahabatku Cintaku

Oleh:
Namaku Ranti aku lahir di keluarga yang bisa dibilang tidak bahagia, karena aku lahir di keluarga yang “Broken Home”. Ya… Kedua orangtuaku telah berpisah sejak aku kecil, dulu aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *