Goodbye Aura

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 12 September 2017

Hai namaku Salicha Azzhara. Aku bersekolah di SDIT BINA INSANI. Aku memiliki 2 orang sahabat, yaitu Elvyra dan Aura. Suatu hari yang indah..

“Hai, Ichaa!” sapa Elvyra ceria. “Hai juga, Vyr..” balasku. Namun, tumben kok tidak ada Aura ya? “El, mana Aura? Kan dia yang paling sering datang pagi?” tanyaku. Elvyra menunduk, wajahnya muram. “Dia sakit, dirawat di Rumah Sakit Moslem Medical..” tutur Elvyra sambil menunduk. “Hahh? Dia sakit apa?” tanyaku. “Dia sakit.. leukimia” kata Elvyra pelan, lalu ia menyeka air matanya yang mulai muncul.

Aku sangat kaget mendengarnya. Kemudian, aku merangkul pundak Elvyra yang masih menangis, “Shuut, sudah sudah.. kan malu diliat teman teman..”. “Hiks, hiks tap.. tappii aku kangen sama Aura.. gi.. gimmana ka.. kalau Aura mening..” ucapan Elvyra terputus karena aku yang memotong ucapannya “Hussh, tidak boleh begitu, ah. Kita doakan yang terbaik saja, yah buat Aura, gimana kalau pulangan nanti ke rumah sakit tempat Aura dirawat?” tanyaku. “Boleh, tapi kita ke kelas dulu yuk, nanti Bu Muslimah marah..” ajak Elvyra.

Kring kring kriingg… “Yeay, pulangan..” teriak anak anak kelas 6 Akhwat. Lalu, mereka membaca doa dan memberi salam pada Bu Muslimah.

“Jadi nggak nih?” tanya Elvyra. “Jadi dong. Ayo kita beli buah dulu ya..” ajakku sambil menarik Elvyra ke atas angkot. Kemudian, aku dan Elvyra membeli buah di toko dekat rumah sakit. Setelah itu, baru kami berjalan kaki ke rumah sakit. “Emm, permisi Mbak, pasien bernama Aura Nisrina ada di kamar berapa ya?” tanyaku pada seorang suster saat aku dan Elvyra sudah di RS. “Ada Dik, sebentar ya..” kata suster itu sambil membuka lembaran yang dijepit papan scanner di dekapannya.

“Pasien Aura Nisrina ada di lantai 2 nomor 201 ruang VIP.” kata suster itu sambil tersenyum. “Terima kasih, Suster” kataku lalu segera menyusul Elvyra yang sudah memencet tombol lift.

Tok tok tok..
“Masuk,” kata suara lirih di dalam. Saat pintu dibuka.. “Elvyra? Icha?” seru Aura. Aku dan Elvyra langsung memeluk Aura yang terbaring di atas tempat tidur. “Aura, aku kangen..” kata Elvyra sambil memeluk erat Aura. Begitu pula aku. Setelah lama berpelukan, aku pun memberi buah kepada Aura. “Ini Aura, buah biar kamu sehat,” kataku sambil menyerahkan buket buah kepada Aura. “Terima kasih, Cha. Kamu juga Vyr..” kata Aura sambil menerima buket tersebut.

“Ehm, Icha Elvyra.. sebenarnya umurku tidak lama lagi.. kadar darah putih dalam tubuhku semakin banyak. Kata dokter aku harus pasrah dan berdoa pada Allah,” tutur Aura sambil menitikkan air mata. “Astaghfirullah, apakah tidak ada cara lain agar kamu sehat?” tanyaku yang mulai menangis. “Tidak ada, Icha. Maafkan aku ya kalau aku sering buat salah. Elvyra, ku juga minta maaf kalau aku sering ngolokin kamu,” kata Aura sambil tersenyum.

Kami pun berpelukan saat kami berpelukan aku mendengar Aura membisikkan kata, “Laa ila haillallah..”. Saat aku dan Elvyra melepas pelukannya, TIIT TIIT. Suara monitor tanda garis lurus. Tangisku pecah seketika begitu pula Elvyra. Lalu, aku memencet tombol untuk memanggil dokter, agar jenazah Aura segera diurus.

Suasana pemakaman Aura sangat menyedihkan. Penuh tangis pilu dari keluarga Aura begitu juga dengan teman temannya termasuk aku dan Elvyra. Saat semua orang sudah bubar, aku dan Elvyra masih terduduk di sebelah nisan Aura. Kami berdoa untuk Aura. Lalu, ku mengatakan, “Selamat jalan Aura. Semoga kamu berada di sisi terbaik-Nya..”

Cerpen Karangan: Salsa
Facebook: Salsabila Nur Sulthani

Cerpen Goodbye Aura merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Goodbye Anya

Oleh:
Sore hari itu terlihat gadis kecil Anya sedang murung bertekuk wajah. “Hoi” Alice mengagetkan adik kecilnya Anya “ahh kakak” jawab Anya tanpa merasakan kagetan Alice kakanya “kenapa An cerita

Petaka Tahun Baru

Oleh:
Malam pergantian tahun ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Sorak sorak kemenangan melampaui batas akhir hidup seorang penjual kerupuk di desa Jingga. Tak jauh dari kisahku, Maharani. Aku seorang

Ketika Waktu Itu Berbicara

Oleh:
Pagi ini, minggu 26 Januari 2014, kembali lagi aku mencium aroma manis pepohonan hutan kota diterpa angin kering khas suasana kota Surabaya. Di depan hotel yang dari kemarin aku

Aku Telah Ingkar Janji

Oleh:
Namaku Syifa, aku anak pertama dari 4 bersaudara. Aku punya sahabat bernama Dilla. Meskipun kami bersahabat di akhir sekolah saat SD dulu. Dilla pernah cerita kalau dia suka dengan

Misteri Lucu

Oleh:
Hallo! Namaku Tailor! Jadi aku mau menceritakan kejadian lucu yang dialami temanku! Jadi waktu itu kami bertiga, Shayne, Ulle, dan aku, sedang belajar kelompok di rumah Shayne. Nah waktu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *