Hirupan Udara Segar

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 9 January 2017

Hirupan udara segar kuhirup dari hidungku. Udara bersih menyambutku. Aku akhirnya bebas. Dan kata yang kulanturkan pertama kali “I Believe i can fly!”

Beribu orang bertanya kepadaku, “Kemana engkau pergi?” aku tak tahan atas pertanyaan itu. Aku menangis. Kau bingung? Aku, bisu. Ya Tuhan, aku malu! Aku, Diolok temanku “Eweh eweh, temen temen mere kesene!” tau artinya? Tak tau? Artinya “Halo halo, teman teman mari kesini!” kukira anak difabelitas mendapat fasilitas seperti di Amsterdam, Belanda. Ternyata tidak.

Aku bebas dari rumah sakit. Bicaraku tidak latah lagi. Aku tak selemah dahulu. Yang mudah diolok. Mengingat itu aku sedih- menangis. Saat ini aku SMP. Kubaca buku KKPK, “Form Holland With Love” aku menangis. Melihat anak difabelitas di Belanda dihargai. Aku memang penggembeng, cengeng, dan apalah itu. Aku melihat orang asing saja menangis. Namun aku harus kuatkan karena aku akan bersekolah negeri.

“Ayah, Apaka? Aku lebi baika?” tanyaku.
“Sudah lebih baik, walau kamu belum terlalu bisa mengucapkan huruf mati!”
“Akuh aka busaha!” kataku lagi
“Oke!”
Ayahku adalah pendorongku. Ayahku sangat bersalah karena kata Ayahku aku bisu karena tidak diajarkan berbicara karena semua orangtuaku sibuk bekerja. Aku tidak menggubris apa yang mereka katakan, aku yakin mereka mengajarkanku.

Hantu masa lalu! Aku bersekolah! Mengingat hantu masa laluku, Valeri, yang mengejekku. Caca, yang sering menjorokkiku hingga jatuh. Tan, yang sering menirukan gaya bahasaku yang seperti tadi. Kulangkahkan kaki di kelas baruku, oh, ada Valeri. Bayang bayangnya muncul 4 tahun yang lalu.
“Valeri! Muid baru!” kata teman Valeri itu.
“Oh hai! Eh kita kayaknya pernah ketemu deh!” kata Valeri. Kuusahakan berbicara.
“Tiida!” kataku.
“Pernah!” paksanya.
“Tiida!” belaku
“Valeri! Kamu jangan begitu! Apakah kamu masih ingat kamu dihukum karena ketauan membully Nadia, Nadia yang bisu itu lho!”
GLEK! Aku gugup. Ohh, gelap! A.. ku.. pingsan!

Cerpen Karangan: Syifa Raya Saraswati
Facebook: Syifa Raya Saraswati.
Hai all! Ketemu lagi dengan S-Y-I-F-A. Alias SyifaRaya Saraswati. Ini cerpen keduaku.

Cerpen Hirupan Udara Segar merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Air Mata Cinta

Oleh:
Cinta merupakan seorang gadis yang cantik dan tegar, walaupun nasibnya kurang beruntung. Setiap hari dia hanya berteman dengan bunga yang berada di kebunnya. Meskipun dia ingin sekali mencurahkan isi

Seekor Anjing Peliharaan dan Seorang Pencuri

Oleh:
Seekor anjing peliharaan yang telah dikebiri lantas kehilangan hasrat dan naluri liarnya, dibelai dengan kasih sayang dan dibuai oleh kesenangan dalam berbagai permainan, karena ia telah menjadi milik seseorang.

Jangan Menangis, Bunda

Oleh:
Sungguh malang seorang anak yang berusia 5 tahun harus menerima kenyataan, tubuhnya yang mungil harus merasakan sakit. Kanker otak yang menyerang dengan kondisi antibody yang kurang menjadikannya lemah dan

Maaf Yang Tak Berarti

Oleh:
Bermula dari salah seorang gadis kecil yang terlihat sedang menangis. Wajah mungilnya terendam oleh deraian air mata. Ia menatap senyap ke arah depan. Helaian senyum bak mentari, meninggalkan secercah

Kado Duka

Oleh:
Hari ini aku kembali untukmu sahabat membawa setangkai bunga kesukaanmu, aku merindukanmu sahabat. Lima tahun lalu di saat hari ulang tahunmu kita bersama disini mengunjungi bundamu Membawakan seikat bunga

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *