I Can’t Save My Friend

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penyesalan, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 15 November 2014

Sahabatku meninggal 3 tahun yang lalu. Aku sungguh bodoh saat itu. Sangat bodoh!!! Kenapa.. Kenapa saat dia terjatuh dari tangga, aku tidak langsung menolongnya?. Kenapa saat dia menjerit padaku, aku hanya menatapnya, bahkan saat dia meraung, menangis dan meminta tolong padaku? Coba waktu itu aku langsung menolongnya. Kejadiannya takkan seperti ini.

Kenyataanya, aku tidak bisa menyelamatkan nyawa sahabatku sendiri. Tidak ada yang satu pun yang bisa menggantikannya. Aku termenung. Dosaku, ternyata banyak sekali. Artinya, aku membunuh sahabatku.

Aku kelas 9 sekarang. Dulu aku memang seperti bebek. Setelah dia tidak ada, kehidupanku juga berubah. Aku menjadi pendiam, karena tidak ada teman yang dapat menggantikannya, kenapa aku tidak dapat menyelamatkannya???

Pikiran itu terus menghantuiku selama ini. Seakan-akan dia masih dendam padaku saat itu. Aku merasa sangat bersalah. Dia masih dendam padaku. Dendam. Padaku. Kapan aku bisa mengucapkan maaf?

DEG.
Ada seseorang yang menepuk pundakku, saat kulihat, tidak ada siapa-siapa. Kucoba untuk renungkan dosaku itu.

Lagi-lagi ada yang menyentuh pundakku, aku tidak langsung menengok, melainkan menangkap tangannya.

Namun tangannya lenyap.

Pikiranku menerawang. Apakah dia itu.. Sahabatku?
Terdengar suara tertawa dari dapur. Aku berjalan menuju dapur. Tidak ada siapa-siapa.
Hantukah itu?

Aku pun terduduk di depan dapur, menangis sejadi-jadinya, tiba-tiba ada suara minta tolong, jeritan dan BRUGHHH!

“Kamu mau jajan apa?”.
“Aku mau jajan ayam teriyaki aja.”
“Auu…” BRUGGG GUBRAK!!

“AAHH! AAAAAAAAA!! Auuuww!!! Tolong aku… Va, tolong aku, Vaaa!!! Tolong akuuu!!.. Va!!!”

Dia memang masih dendam padaku. Darah segar mengalir dari nadiku. Aku tersenyum, senyuman terakhir.

Tak lama lagi aku akan bertemu dengannya dan meminta maaf dengannya. Selamat tinggal dunia.

The End

Cerpen Karangan: Bianca Rachela N
Facebook: biancanotogroho

Helloooo…
My name is Bianca, my old is 10 years old.
Nice to meet you.
Ihopecanwriteacerpenagain

Cerpen I Can’t Save My Friend merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tara

Oleh:
Setahun yang lalu… Hari pertama masuk sekolah setelah MOS di SMAN 21… Pelajaran fisika. Seorang guru muda masuk ke sebuah kelas. “Selamat pagi anak-anak. Baiklah sebelum kita mulai pelajaran

Mata Pelangi

Oleh:
Gadis kecil itu duduk di teras rumah seorang diri. Tidak ada ayah ataupun nenek yang menemaninya kali ini. Hujan masih turun membasahi halaman rumah. Taman. Bunga. Pohon-pohon. Ayunan. Semua

Terlambat Untuk Menerima

Oleh:
Mentari mengintip dengan malu-malu di balik tirai jendela sebuah rumah sederhana. Disertai kokok ayam jantan yang bersahutan. Pagi kembali datang membawa kesejukan khas pegunungan. Tetes embun masih nyaring terdengar

Bertemu Sahabat Lama

Oleh:
Pagi itu udara begitu segar. Ketiga sahabat itu berjalan dengan penuh ceria dan sesekali diselingi dengan canda tawa. Ketiga sahabat itu bernama Riris, Lala dan Dira. Mereka memang sudah

Sahabatku

Oleh:
Saat itu cuaca cerah aku melangkah pergi sekolah dengan ceria, oh iya namaku Chyntia lebih tepatnya Chyntia Evelyna Sudarto, saat itu aku sampai di sekolah ternyata 3 temanku sudah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “I Can’t Save My Friend”

  1. putri says:

    cerpennya menarik juga kita bisa hidup menjadi baik setelah membaca cerpen itu
    thanks ya cerpennya

Leave a Reply to putri Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *