I’m Sorry Friend

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 26 January 2016

Hamparan pasir pantai dengan pemandangan sunset yang indah membuat siapa pun ingin merasakannya. Hari itu terlihat 4 orang remaja SMA bernama Leo, Erick, Adam, dan Nugi yang sedang duduk bersama menikmati indahnya sunset dengan meminum minuman bersoda serta tak lupa camilan sebagai pelengkapnya. Dari kejauhan seorang pria bernama Tuan Zigurat terus memandangi mereka dengan tatapan serius.

“Kalian cepat tangkap yang bernama Leo!!!” perintahnya kepada anak buahnya sambil menunjuk Leo.
“Baik, Tuan. Akan kami kerjakan” jawab salah satu anak buahnya. Anak buahnya yang berjumlah 10 orang langsung berlari mendatangi Leo dan lainnya. Seketika Leo dan lainnya kaget melihat sekumpulan pria dengan menggunakan pakaian yang serba hitam. Ada di hadapan mereka.
“Apa-apaan ini, kalian mau apa?” tanya Leo membuka pembicaraan.

Tanpa ada jawaban seluruh anak buah Tuan Zigurat langsung melakukan perlawan, Leo dan lainnya juga melawan sehingga perkelahian yang sengit terjadi. Perkelahian akhirnya dimenangkan Leo dan lainnya sehingga seluruh anak buah Tuan Zigurat lari menuju Tuan Zigurat yang sedari tadi terus memperhatikan perkelahian mereka.
“Kalian semua payah, melawan anak sekolahan saja kalah. Padahal kalian lebih banyak” ucap Tuan Zigurat kesal.
“Maafkan kami, Tuan. Kami tak menyangka bisa dikalahkan dengan mudah” jawab salah satu anak buahnya.
“Ya sudah lupakan saja. Biar besok aku sendiri yang menemuinya. Lebih baik kita pulang saja” perintah Tuan Zigurat. Semuanya masuk ke dalam mobil dan mobil melaju pergi meninggalkan tempat itu. Leo dan lainnya tidak bisa melepas pandangan mereka, antara bingung dan kaget mereka tidak tahu siapa orang-orang tadi.

“Siapa sebenarnya mereka ya?” ucap Leo bingung. “Entahlah kawan, yang penting kita selamat kan?” jawab Erick.
“Berhubung hari sudah gelap lebih baik kita pulang saja” ucap Adam.
“Baiklah, ayo kita pulang!” Leo menyetujui. “Ayo!!!” jawab Nugi semangat.
Mereka pun pergi untuk pulang karena hari sudah mulai gelap. Dalam perjalanan Leo terus memikirkan kejadian tadi.
“Apa yang sebenarnya terjadi pada hari ini?” gumamnya dalam hati.

Jam menunjukkan pukul 2 siang, waktunya Leo dan lainnya berkumpul bersama setelah pulang sekolah, tetapi kali ini Leo menolak dengan alasan banyak tugas sekolah sehingga tidak bisa berkumpul di pantai seperti biasa. “Kalau memang begitu silahkan kamu pulang. Kami tidak akan memaksamu” ucap Nugi.
“Terima kasih semua, aku pulang dulu ya, bye…” ucap Leo sambil melambaikan tangan. “Selamat mengerjakan tugas!” teriak Adam. Leo pun meninggalkan ketiganya. Saat di perjalanan, sebuah mobil mewah datang menghampirinya. Sesosok pria muncul dari balik kaca mobil, dia adalah Tuan Zigurat.

“Apa benar kau yang bernama Leo?” tanyanya. “Benar sekali, memangnya ada perlu apa?” tanya Leo datar.
“Masuklah ke dalam mobil, karena ada hal penting yang harus saya bicarakan denganmu” Tuan Zigurat mempersilahkan masuk. Leo diam seribu bahasa karena bingung apa yang terjadi dengan hari ini. “Bagaimana, apa kamu mau masuk?” Tuan Zigurat kembali bertanya.
“Ya..” jawab Leo mengangguk. Leo langsung masuk ke dalam mobil meski dengan perasaan yang sedikit gugup. Mobil pun melaju ke suatu tempat yang akan dituju Tuan Zigurat.
“Sebenarnya kejadian kemarin saat di pantai itu, saya yang memerintahkan anak buah saya untuk mengangkapmu kepada saya. Tetapi pada akhirnya saya sendiri yang turun tangan” jelas Tuan Zigurat.

“Oh begitu ya” jawab Leo gugup.
“Perkenalkan nama saya Zigurat. Kamu bisa memanggil saya Tuan Zigurat” ucap Tuan Zigurat.
Leo mengangguk. Sekitar 10 menit perjalanan, mereka sampai di sebuah gedung perusahaan milik Tuan Zigurat. Kemudian mereka masuk ke dalam untuk membicarakan hal penting di ruangan pribadi Tuan Zigurat. Sampailah mereka di ruangan yang sangat mewah dengan dekorasi yang elegan.
“Kita langsung ke pokok pembicaraan. Sebenarnya saya ingin kamu menjadi anak buah saya, karena saya yakin kamu itu bisa menyelesaikan tugas yang saya berikan” Tuan Zigurat membuka pembicaraan.

“Memangnya tugas seperti apa yang harus saya kerjakan?” tanya Leo.
“Mudah saja, kamu hanya perlu mengambil sebuah flashdisk dari seseorang bernama Tuan Ravi” jelas Tuan Zigurat.
“Flashdisk? Apa di dalamnya ada data penting?” tanya Leo lagi.
“Begitulah, karena sebenarnya perusahaan saya melakukan kegiatan ekspor impor dengan cara yang ilegal dan Tuan Ravi memiliki bukti yang kuat dalam flashdisk itu. Dia dulu teman saya, tetapi dia tidak mendukung apa yang saya lakukan sekarang ini. Bagimana, apa kau mau melakukannya?” jelas Tuan Zigurat.
“Saya bingung, Tuan” jawab Leo. “Kamu tidak perlu bingung, kalau kamu berhasil mendapatkan flashdisk itu, saya akan memberikan apa yang kamu mau” Tuan Zigurat merayu.

Lama berpikir Leo pun mengangguk tanda setuju meskipun ini merupakan perbuatan yang tidak baik tetapi Leo tergiur apa yang dijanjikan Tuan Zigurat. Sudah 3 hari ini Leo selalu menolak untuk berkumpul bersama tiga teman lainnya. Hal ini membuat ketiga temannya bingung, dan hari ini akan membuntutinya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Leo. Ketiganya kaget ketika melihat Leo bertemu dengan seorang pria yang sepertinya jahat kemudian mereka berbincang-bincang merencanakan sesuatu. Ketika pria itu pergi, ketiganya langsung menghampiri untuk menanyakan hal ini. Leo kaget atas kehadiran ketiga temanya.

“Leo, apa yang kau lakukan dengan pria tadi?” tanya Adam tegas. “Siapa dia Leo?” lanjut Erick.
“Sebenarnya sekarang aku bekerja padanya. Namanya Tuan Zigurat. Tugasku hanya mengambil flashdisk dari seseorang” jelas Leo. “Apakah dia orang yang baik?” tanya Nugi. “Dia memang bukan orang baik, tetapi dia bisa memberikan apa yang ku inginkan jika aku berhasil” jawab Leo keras.
“Apa yang sebenarnya ada di pikiranmu Leo, kenapa kau berubah?” ucap Erick.
“Ini urusanku, kalian tidak perlu mencampurinya!” ucap Leo kesal.
“Baik, kalau ini yang kamu inginkan. Kami tidak akan menghalangimu, silahkan kamu melakukannya” ucap Nugi kecewa.
“Ayo teman-teman, lebih baik kita pulang, tinggalkan saja Leo” ucap Adam.

Mereka pun pergi meninggalkan Leo sendirian. Leo hanya diam tak menanggapi apa yang diucapkan ketiga temannya. Setelah itu Leo langsung pergi mencari Tuan Ravi untuk mengambil sebuah flashdisk. Di sisi lain Nugi tiba-tiba tidak ingin berkumpul bersama karena sakit kepala, padahal sebenarnya Nugi ingin menghalangi tindakan Leo. Erick dan Adam pun tidak keberatan ditinggal berdua saja. Nugi sangat tampak berhati-hati sekali dalam membuntuti Leo. Kini Leo telah sampai di sebuah gedung perusahaan elektronik tempat di mana Tuan Ravi bekerja seperti yang Tuan Zigurat katakan. Leo langsung duduk di bangku depan perusahaan sembari menunggu Tuan Ravi ke luar, begitu pula dengan Nugi yang bersembunyi di sebuah taman kecil samping perusahaan itu sambil memperhatikan gerak-gerik Leo.

Lama menunggu, Tuan Ravi pun muncul dari balik pintu sambil membawa tas kecil di tangannya, dia sepertinya akan pulang karena sudah ada mobil yang menunggu di depan. Saat itulah Leo mulai beraksi, dia tahu kalau flashdisk itu ada di dalam tas kecil itu. Nugi pun juga beraksi menghampiri Leo dengan berlari kencang. Dengan sengaja dia menabrakkan diri ke arah Leo yang sudah mendekati Tuan Ravi hingga keduanya terjatuh. Tuan Ravi yang yang melihat kejadian itu hanya tersenyum kemudian masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan tempat itu. Leo menjadi kesal karena Nugi menggagalkan semuanya.

“Apa yang kamu lakukan Nugi? Kenapa kamu menggagalkan rencanaku?” tanya Leo marah.
“Perbuatan kamu itu salah, makanya aku tidak akan membiarkan itu terjadi” jelas Nugi.
“Tadi kan sudah ku bilang, jangan campuri urusanku!” balas Leo. Nugi hanya bisa terdiam mendengar kata-kata itu dari mulut Leo. “Kali ini aku maafkan, tapi lain kali aku tidak akan memaafkanmu” ucap Leo.

Kemudian Leo pergi meninggalkan Nugi yang hanya berdiam diri saja. Nugi pun akhirnya juga pergi untuk pulang sambil berpikir bingung atas perilaku temannya itu yang sudah berubah. Saat sedang berjalan di gang yang sepi, seseorang muncul di hadapanya, Tuan Zigurat. Tuan Zigurat langsung menekan tubuhnya ke dinding dengan kencang sehingga membuat Nugi tertekan. “Mau apa kau, Zigurat?” ucap Nugi serak karena tubuhnya tertekan di dinding.
“Kau tahu kenapa aku menemuimu. Karena kau telah menggagalkan Leo. Tadi aku melihatnya sendiri. Gara-gara kau rencanaku gagal!” ucap Tuan Zigurat marah.

Belum sempat Nugi menjawab, Tuan Zigurat memperlihatkan tongkat besi berukuran 40 cm dengan ujung yang runcing yang kemudian langsung menusukanya ke arah jantung Nugi. Nugi tidak bisa melawan karena tenaganya kalah. Walaupun Nugi mencoba melawan namun sayang, tongkat besi itu menembus tubuhnya sampai ke bagian belakang, dia pun tewas mengenaskan dengan banyak darah yang berceceran dari tubuhnya hingga dari mulut Nugi yang juga memuncratkan darah. Tuan Zigurat yang sudah merasa puas langsung pergi meninggalkan mayatnya begitu saja.

Leo terbangun dari tidurnya yang sangat memuaskan karena ini adalah hari minggu, dia pun langsung ke kamar mandi untuk mandi. Seusai mandi tiba-tiba ada suara ketukan pintu, Leo membukanya. Terlihat 2 orang temanya Erick dan Adam dengan napas yang terengah-engah. “Leo, apa kau sudah tahu kabar tentang Nugi?” tanya Adam. “Memangnya kenapa dengan Nugi?” tanya Leo. “Kemarin Nugi ditemukan tewas dengan tongkat besi yang menancap di bagian dadanya” jelas Erick. “Dia baru saja dikubur” tambah Adam.

Seketika tubuh Leo kaku ketika mendengarnya. Mereka bertiga langsung menuju ke makam Nugi. Leo menangis ketika melihat makam Nugi, dia sangat sedih melihatnya.
“Maafkan aku kawan. Ini semua gara-gara aku. Aku yakin pasti Tuan Zigurat yang melakukan ini” ucap Leo menangis.
“Erick, Adam sekarang aku mohon pada kalian untuk menemui Tuan Ravi di alamat ini. Beritahu dia tentang keberadaan Tuan Zigurat, di situ juga tercantum alamat perusahaan Tuan Zigurat” ucap Leo memerintah sambil memberikan secarik kertas. “Lalu bagaimana denganmu?” tanya Erick. “Aku akan menemui Tuan Zigurat sekarang juga” jawab Leo.

Leo langsung berlari meninggalkan Erick dan Adam untuk menemui Tuan Zigurat. Saat sampai di dalam ruangan pribadi Tuan Zigurat, ternyata Tuan Zigurat sudah bersiap diri bersama 30 anak buahnya menunggu kedatangan Leo. Tuan Zigurat sudah mengetahui kalau Leo akan datang menemuinya setelah temannya tewas di tangannya. Tanpa ada kata-kata yang muncul dari mulutnya, Leo langsung memberontak melawan anak buahnya. Leo berhasil membuat 13 orang tak sadarkan diri, namun kini tenaganya mulai terkuras sehingga dia tidak mampu melawan sisanya yang masih 17 orang.

Tiba-tiba Erick dan Adam muncul, pertarungan pun berhenti sejenak. Leo tersenyum dengan tubuh yang sudah lemas penuh luka darah, kemudian berjalan menghampiri temannya, tapi sayang Tuan Zigurat melepaskan peluru dari pistolnya ke arah belakang tubuh Leo, dia pun tewas. Melihat kejadian itu membuat Erick dan Adam marah dan memberontak kemudian anak buah Tuan Zigurat melawan. Dalam pertarungan itu keduanya akhirnya bisa mengalahkan 17 anak buahnya hingga tak sadarkan diri bahkan ada beberapa yang tewas. Tuan Zigurat kaget tidak percaya, kemudian dia menodongkan pistolnya ke arah keduanya.

“Jangan mendekat atau kalian saya tembak!” perintah Tuan Zigurat. Erick dan Adam mengikuti apa yang dikatakan Tuan Zigurat yaitu diam di tempat. “Bagaimana ini, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Adam lirih. “Kita ikuti saja perintahnya, sebentar lagi Tuan Ravi pasti datang bersama polisi” jawab Erick tenang.
Sebelumnya Erick dan Adam menemui Tuan Ravi untuk memberitahukan tentang Tuan Zigurat sesuai dengan perintah Leo. Mereka membuat rencana besar. “Kalian tidak bisa apa-apa lagi sekarang, hahahaha!!” Tuan Zigurat merasa berkuasa.

Tiba-tiba muncul seseorang dari balik pintu, Tuan Ravi bersama sekawanan polisi yang langsung mengepung Tuan Zigurat. Tuan Zigurat mencoba kabur tetapi polisi menembakkan peluru ke arah kakinya, Tuan Zigurat pun terjatuh. Kini polisi berhasil menangkapnya untuk di sidang dengan membawa bukti dari Tuan Ravi melalui flashdisk.
“Terima kasih atas kerjasama kalian berdua” ucap Tuan Ravi.
“Kami yang seharusnya berterima kasih kepada Tuan Ravi” jawab Erick.

Keesokkannya mayat Leo dikubur di makam yang sama dengan Nugi, dia dikubur di samping makam Nugi. Proses pemakaman penuh isak tangis dari keluarga Leo dan juga Erick dan Adam. Setelah semuanya selesai Erick dan Adam masih di tempat. “Maafkan kami, Leo. Kami datang terlambat kemarin” ucap Adam sedih.
“Kami berjanji akan selalu mengingatmu dan juga Nugi” tambah Erick.
“Leo dan Nugi, kalian adalah sahabat sejati kami” ucap Erick dan Adam bersama.
Keduanya pun meninggalkan tempat itu, tempat peristirahatan kedua sahabatnya, Leo dan Nugi.

TAMAT

Cerpen Karangan: Dandy Kisan
Blog: diamondandy13.blogspot.com
Facebook: Dandy Kisan

Cerpen I’m Sorry Friend merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Beryanyi di Surga

Oleh:
Mungkin, aku adalah seorang anak yang kurang beruntug. Sedih! Itulah kata yang pantas buatku hidup dalam larangan. Tidak boleh bernyanyi, berbaur dengan musik, menjadi seorang penyanyi atau pemusik. Ibu

Merpati Untuk Melati

Oleh:
Hembusan angin seolah membekukan hati yang penuh luka. Ombak masih menggoda menantang air mata. Pohon kelapa pun menari-nari seolah tak peduli. Ingin rasanya berteriak menghempaskan segala duka yang terus

Maafkan Kami Nisa

Oleh:
Danissa Nur Azizah, ya gadis berjilbab yang baru berusia 13 tahun itu kini sedang menjajakan gorengan buatan ibunya. Tak kenal letih, teriknya panas matahari atau ejekan teman-temannya. Nisa, itulah

Di Balik Doa

Oleh:
Hari ini mulai ku tulis sebuah alur hidupku yang banyak melibatkan air mata. Tentang pahitnya menghadapi kenyataan yang sebenarnya harus selalu aku lewati, Memohon agar dapat diberikan umur yang

Setengah Bagian Hidup Rania

Oleh:
Sejak masa ospek yang berlangsung selama tiga hari itu, hubungan Rania dengan Oki bertambah akrab. Meskipun jurusan yang mereka ambil berbeda, tapi tidak membuat keduanya saling menjauh. Melainkan jadi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *