In Memorian, Rain

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 28 February 2017

Konon, di dalam deras suara air hujan terdapat melodi lagu yang indah. Lagu yang hanya dapat terdengar oleh orang yang sedang merasakan rindu. Mungkin itu benar, saat hujan mulai datang rasanya seperti kamu ada di antara hujan, datang bersama titik air pertama yang jatuh ke bumi.

Kita saling mengenal dari hujan, didekatkan oleh hujan dan menjalani hubungan bersama karena hujan. Walaupun ternyata, hujan pula yang memisahkan raga kita. Aku tetap menikmati saat hujan turun. Aromanya saat datang, suara melodinya yang indah, dan bau rumput basah yang ia tinggalkan selepas kepergiannya.

Dulu, aku sering ke luar rumah diam diam disaat hujan hanya untuk melihat wajahmu dibasahi oleh titik air hujan. Kamu terduduk di bangku taman dengan pohon besar yang teduh memayungimu dari lebatnya hujan. Kamu bilang, kamu akan duduk di sana saat hujan turun untuk mengenang orang orang yang kamu sayangi. Kamu bilang, air matamu tidak akan pernah terlihat disaat kamu menangis bersama hujan. Kamu bilang semua orang tidak akan peduli walaupun kamu menangis meraung raung di bawah derasnya hujan. tapi kamu tidak tahu, selalu ada aku yang melihat air matamu dan peduli akan raunganmu yang menyakitkan terbawa bersama melodi hujan.

Dan kini, aku terduduk di tempatmu, menggantikan posisimu. Tetapi kini yang berbeda adalah aku selalu tersenyum untuk mengenang disaat kamu menangis ataupun menjerit sekeras kerasnya dan asalkan kamu tahu, aku saat ini ingin sekali memelukmu bersama tangisanmu. Ingin sekali aku menatap mata sembabmu untuk yang terakhir kalinya.

Dan kembali aku melihat kamu di sampingku. Dengan senyum terukir di bibir indahmu dan dengan mata berkilauan yang menyapu wajahku. Kita akan merasakan dinginnya air hujan bersama. Tetapi pada suatu saat nanti, disaat kita dipersatukan di dimensi yang lain.

“terimakasih, kamu telah memberikan pelajaran yang sangat berharga untukku Alfin”.

Cerpen Karangan: Endah Supaeni

Cerpen In Memorian, Rain merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bulan Di Atas Kota Santriku

Oleh:
Kota santri terang oleh sinar purnama. Semilir angin yang bertiup dari utara membawa hawa sejuk. Sebagian rumah telah menutup pintu dan jendelanya. Namun geliat hidup kota santri masih terasa.

Kisah Kehidupan Cece

Oleh:
Namanya cece dia adalah seorang wanita yang terlahir dari keluarga sederhana, usianya baru 14 tahun, cece mempunyai seorang sahabat yang bernama nita, nita adalah sahabat cece dari smp, mereka

Kelontong

Oleh:
“Kakek belum tidur?” “Kamu tidurlah duluan, Sur… Tugas sekolah besok sudah dikerjain?” “Sudah, Kek.” “Ya sudah, tidurlah… Kakek masih beres-beres warung dulu.” Kakekku yang tua merapikan barang-barang dagangan di

Impian Anak Kampung

Oleh:
Di pagi yang cerah Anugrah bergegas menyiapkan pakaian dan peralatan sekolah, Anugrah begitu bersemangat pagi itu karena ada pelajaran yang sangat ia sukai, yakni olahraga. Ketika tiba di sekolah,

Nasihat Sahur Ibu

Oleh:
“Zuraaa…” “Azzura Najwatunnisa!!” Suara Ibu mulai terdengar di mimpi Zura. Dia memang mendengar dengan jelas bahwa Ibu sedang marah karena memanggilnya dengan nama panjang. Segera ia bangun sambil mengucek

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *