Inside My Teardrops

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 14 December 2015

Aku merasa sendirian, rapuh, tak bisa berbuat apa-apa. Mungkin kalian menganggap diriku adalah gadis yang pendiam dan kaku, kalian salah besar. Aku salah satu gadis yang paling aktif di lingkungan sosialku, mendapatkan teman yang banyak, tetapi aku tetap merasa sendiri meskipun dikelilingi teman yang aku anggap dapat menghangatkan hatiku. Hari yang biasa aku jalani, membosankan. Tak ada perubahan yang berarti di dalamnya, mungkin hanya beberapa hal saja yang menjadikannya berbeda.

Dan hal yang mulai aku rasakan adalah perubahan yang terjadi pada orang-orang di sekitarku: teman main yang sudah beranjak remaja sehingga jarang bermain seperti dulu lagi, teman sekolah yang mulai berubah sikapnya sehingga aku merasa tak pernah mengenalinya, dan teman yang berada di sekitarku yang seakan menjauhi dengan pelan-pelan meskipun masih ada yang tetap berada di sisiku.

Aku tak tahu harus merasa apa, sedih, cuek, ataupun melaluinya begitu saja. Terutama beberapa di antara mereka seakan-akan tidak peduli dengan keberadaan diriku, sehingga ketika aku membutuhkan mereka, mereka hanya menatapku tanpa berkata-kata, seakan-akan aku bisa menangani semuanya sendirian atau mereka merasa bahwa aku adalah gadis yang kuat, mereka benar aku bisa menanganinya. Lalu tapi ketika aku butuh orang banyak apa yang harus dilakukan?

Dan terutama, ketika mendapatkan tugas untuk dikerjakan bersama. Dulu terasa mudah, mereka langsung saja menerimaku dan sekarang mereka harus berpikir dulu, aku pun meninggalkan mereka meskipun tetap menyimpan rasa sakit hati, aku tetap tersenyum dengan sikap mereka seakan-akan aku tak sedih. Kira-kira mereka menilai diriku seperti apa?

Akhir-akhir ini aku merindukan 2 temanku yang bisa membuatku melupakan masalah yang ku rasakan, sayangnya jarak yang lumayan jauh membuatku tak bisa sedekat dulu. Lagi pula kami juga jarang berkomunikasi, mungkin karena tugas sekolah yang semakin menumpuk. Aku harap bisa bertemu mereka secepat mungkin. Kadang aku merasa iri dengan mereka yang dapat bersahabat dalam waktu yang lama, sedangkan aku harus berpisah dengan sahabatku yang sudah 2 tahun lebih bersama, aku harap kau tidak pernah melupakan persahabatan kita meskipun sudah lama kita jarang berkomunikasi.

Cerpen Karangan: Monica Aurora

Cerpen Inside My Teardrops merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Untukmu Sahabatku

Oleh:
Jangan sembah aku karena aku bukan tuhan yang wajib kamu sembah.. Jangan percaya kepadaku karena aku bukan nabi yang selalu dapat dipercaya.. Jangan hormati aku karena aku bukan orangtuamu

Long Last

Oleh:
Aku Icha, saat ini menjadi siswi salah satu MTs favorit di Indonesia. Sahabatku bernama Assa, entah dia mengganggapku sahabat atau tidak. Aku menganggapnya sahabat sejak kami mulai dekat di

Thanks For Everything

Oleh:
Ya, seperti biasanya aku terduduk di kursiku yang terletak di pojokan paling pinggir di kelas, ditemani buku jurnal dari kulit hadiah dari ayah, sambil menatap semua keributan di dalam

Perbedaan Tidak Memisahkan

Oleh:
Arin senang membaca buku. Sementara, Rina senang bermain. Rina adalah adik Arin. Suatu hari, Clara, teman akrabnya berkunjung ke rumah Arin. “Ar, mengapa kamu senang membaca? Bagiku membaca itu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *