Jangan Tangisi Aku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 13 June 2017

Hari demi hari kulalui dengan penyakit yang kuderita selama setahun. Aku masih tetap berusaha melawan penyakit ini, walau sudah berbagai pengobatan aku jalani namun tak ada harapan apapun. Sekarang aku hanya dapat berdoa kepada yang maha kuasa dan menunggu keajaiban datang.

Oh iya! aku hampir lupa. kenalin namaku Aqilah atau sering disapa Qila. Kata teman-teman, aku itu orangnya ceria dan
periang, namun di balik keceriaanku, aku harus melawan penyakit yang lama kelamaan makin parah yaitu kanker otak.

Suatu hari saat aku sedang berada di sekolah…
“Hai Qilaa!” sapa sahabatku Hafizah.
“hai Fizah.” ujarku
“ke perpustakaan yuk!” ajak Niswah.
“hmmm, tapi…”
“sudahlah tidak usah pakai tapi-tapian.” ujar niswah dan langsung menarik tanganku.
“baiklah.” ucapku lalu ikut bersama mereka berdua.

Sesampai di perpustakaan, kami mencari buku yang bagus untuk dibaca setelah itu kami duduk di bangku yang disediakan sekolah untuk siswa yang membaca buku di perpustakaan, akan tetapi tiba-tiba kepalaku sakit dan darah mulai keluar dari hidungku. Semua benda yang berada di depanku seakan melayang, aku pun pingsan. Setelah itu aku tak tau apa yang terjadi denganku.

Beberapa jam kemudian…
perlahan-lahan kubuka mataku. kulihat sekelilingku telah ada papa, mama, kak Airin dan teman-temanku. Aku telah terbaring lemah di rumah sakit.

“Qila, bagaimana keadaanmu?” tanya papa dan mama khawatir.
“aku tidak apa-apa kok.” jawabku sambil tersenyum. Kemudian dokter datang untuk memeriksa keadaanku.

Seminggu sudah aku berada di rumah sakit, aku rasa kesempatan hidupku tak akan lama lagi. Hari ini keluarga, guru dan teman-temanku datang untuk menjengukku, tiba-tiba kepalaku sangat sakit dan napasku mulai sesak. Kak Airin dengan sigap memanggil dokter untuk menolongku. Akan tetapi semua itu hanya sia-sia, kulihat semua orang yang berada di sekelilingku menangis. Kuberi secarik kertas pada papa dan mama yang berisi “Ku mohon jangan tangisi aku”. Setelah itu aku pun menutup mataku dan kuhembuskan napas terakhirku..

Cerpen Karangan: Shyifa

Cerpen Jangan Tangisi Aku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ku Ingin Terseyum di Ujung Hidupku

Oleh:
Kenalin aku kirana, aku mahasiswa disebuah universitas, aku mempunyai penyakit kanker menurud dokter aku takkan bisa hidup lama tapi aku tetap berjuang untuk hidup, walau harus menjalani kemo terapi

Mualaf

Oleh:
Keherananku seketika memuncak, tak kala truk yang kami tumpangi tak kunjung sampai. Waw,,,,,,,hatiku berteriak (auw…auw…g juga gini kok man). Sejauh ini kah lokasi penempatan kami, ya, kami berenam. Untungnya

Sahabatku

Oleh:
Namaku rafi dan aku mempuyai sahabat yang sangat dekat denganku, sahabat itu sudah ku anggap sebagai saudara sendiri. Nama sahabatku adalah risky, aku dan risky selalu bersama-sama, hampir setiap

Bersama Adikku

Oleh:
Tak mungkin. Tak mungkin ia pergi begitu saja. Aku masih sayang dia, karena dia adikku tercinta. Aku tak bisa membayangkan ia pergi untuk selamanya. Badannya yang kecil itu, mengapa

Pelangi Sesudah Hujan

Oleh:
Hujan… Memang tak terlalu deras, tapi sudah cukup untuk membuat seragam ku basah setidaknya aku sendirian, aku menyukai hujan tapi bukan karena aku menyukai basahnya aku hanya menyukai airnya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *